6 Perbedaan SEO dan SEM, Sebaiknya Pilih yang Mana?

perbedaan antara SEO dan SEM yang business owner harus ketahui

Bisnis saya sebaiknya menggunakan SEO atau SEM ya? Di artikel ini kita akan mengenal lebih jauh keduanya, baik kelebihan dan kekurangan, serta perbedaan SEO dan SEM.

Pada saat kamu mengetik sebuah keyword (kata kunci) di Google, mesin pencari akan menampilkan halaman hasil pencarian (SERP) di sana.

Ada list beberapa website yang mungkin relevan dengan kata kunci yang kamu cari. Misalnya aja saya mencari “jasa cuci AC”, ini kata kunci yang saya gunakan.

Lalu dari browser yang saya gunakan, muncul hasil berikut ini. Coba bantu identifikasi apakah gambar yang di bawah ini termasuk SEO atau SEM?

penjelasan perbedaan antara SEO dan SEM

Kalau kamu lihat ada tulisan “Hasil bersonsor” ini menandakan list website yang kamu lihat di gambar di atas, mereka menggunakan strategi SEM (Search Engine Marketing).

Sampai kamu scroll ke bawah dan menemukan tulisan “Sembunyikan hasil bersponsor”, itu adalah batas website yang menggunakan iklan.

Di bawahnya baru ada beberapa website yang menggunakan strategi organik atau SEO (Search Engine Optimization).

Lalu kalau hasilnya seperti itu mendingan saya pakai SEM aja dong dibanding SEO? Karenakan hasil SEM itu membuat situs web saya berada di paling atas.

SEM memang menawarkan hasil yang instan dibandingkan SEO namun ada harga yang perlu kamu bayar, agar situs kamu selalu muncul pada kata kunci yang sudah kamu tentukan.

Ada sebagian pembaca yang mungkin bingung memahami perbedaan SEO dan SEM. Kita coba mulai dari pengertian SEO dan SEM terlebih dahulu.

Apa Itu SEM?

Cara Kerja SEM (Search Engine Marketing)
Gambar ilustrasi pembuatan campaign SEM di dashboard Google Ads

SEM (Search Engine Marketing) atau nama lainnya adalah paid search marketing istilah yang digunakan untuk aktivitas iklan berbayar di mesin pencari.

Contohnya adalah layanan Google Ads, Bing Ads, Baidu, Yandex, dan search engine lainnya yang menawarkan iklan berbayar di halaman hasil pencarian mereka.

Kamu bisa melihat hasil SEM ini ditandai dengan label “Bersponsor”, “Hasil Bersponsor”, atau “Ads” di bagian paling atas halaman hasil pencarian.

Fokus SEM adalah meningkatkan visibilitas situs web di halaman hasil pencarian (SERP) melalui iklan berbayar, dengan cara mengirim traffic relevan ke sebuah situs web.

Dengan tujuan konversi atau penjualan di situs tersebut, dengan menargetkan kata kunci yang relevan dengan produk atau layanan yang ditawarkan.

Cara Kerja SEM (Search Engine Marketing)

Artikel ini mengulas tuntas perbedaan SEO dan SEM serta panduan memilih mana yang sebaiknya kamu fokuskan dulu berdasarkan tujuan, budget, dan tahap pertumbuhan bisnismu.

SEM sendiri punya cara kerja tersendiri, bukan berarti kamu punya duit, kamu punya kuasa. Hehe. Di sinilah letak perbedaan SEO dan SEM yang paling mendasar.

SEM berjalan di atas mekanisme lelang (auction) real-time, kamu bisa memilih keyword yang ingin kamu targetkan dan bisa menentukan berapa maksimal biaya per klik (CPC).

Google maupun mesin pencari lainnya dalam konteks SEM ini, mempertimbangkan dua hal yaitu besaran bid (penawaran) dan quality score.

Komponen Utama SEM

Google punya metrik yang disebut dengan Quality Score atau Penilaian Kualitas. Jika iklan kamu relevan dengan halaman tujuan (landing page) dan memiliki riwayat klik yang baik.

Kamu bisa membayar lebih murah daripada kompetitor yang punya anggaran lebih besar tapi iklannya atau landing page-nya buruk.

Komponen penilaian kualitas ini terdiri dari relevansi iklan, kualitas landing page, CTR historis. Hasil dari skor ini menentukan Ad Rank (Ranking Iklan).

Artinya, bukan yang bayar paling mahal, yang iklannya bakal tampil nomor satu. Iklan yang relevan dan berkualitas lah yang bisa menang, dengan biaya lebih efisien.

Ini juga termasuk perbedaan SEO dan SEM dalam hal komponen “faktor yang bikin nge-rank“. SEO dan SEM punya battle field yang berbeda.

Kapan Sebaiknya Menggunakan SEM?

Butuh traffic cepat tapi juga ingin brand kuat jangka panjang? Pahami perbedaan SEO dan SEM, cara kerja, biaya, dan prioritas yang paling masuk akal untuk bisnis online kamu

SEM sangat berguna saat kamu perlu traffic cepat ke situs web. Misalnya saat kamu membutuhkan exposure untuk peluncuran produk baru atau promosi produk.

Selain itu, jika kompetitor kamu merajai halaman pertama di SERP (Search Engine Result Page) secara organik. Kamu bisa menggunakan SEM untuk menyaingi mereka.

Ini adalah kelebihan SEM, kamu bisa melakukan disrupsi hasil pencarian brand kompetitor kamu, menyaingi hasil organik mereka, dengan catatan selama kamu punya budget tentunya.

Kekurangan SEM adalah kamu punya budget akan disayang oleh Goolge, ditaruh situs web kamu di halaman teratas hasil pencarian, budget kamu habis ya situs kamu ga bakal nongol lagi. wkwk!

SEM juga bisa digunakan untuk pengujian (A/B testing). Kamu bisa menjalankan iklan dalam beberapa minggu untuk mengetahui apakah kata kunci tertentu menghasilkan penjualan.

Jika hasil konversinya bagus, kamu bisa membuat strategi SEO-nya. Sehingga tidak selalu bergantung pada iklan, kamu bisa membuat traffic organiknya.

Sekarang, kita berkenalan dengan SEO, yuk!

Baca juga:  Sekarang, Facebook Messenger Juga Bisa Untuk Main Games

Apa Itu SEO?

Pengertian apa itu SEO

SEO adalah seni dan sains untuk membuat website kamu disukai oleh algoritma Google agar muncul di posisi teratas pada halaman hasil pencarian (SERP) secara organik.

Bayangkan SEO seperti merawat kebun sendiri. Kamu harus menyiapkan tanahnya (teknis), menanam benih yang bagus (konten), dan memastikan lingkungan mendukung (backlink).

Strategi SEO ini lebih tentang membangun kredibilitas di mata pelanggan. Hasilnya tidak instan, namun kalau sudah terbentuk traffic organik, kamu mungkin sudah tidak perlu beriklan.

Fokus utama dalam perbedaan SEO dan SEM di sini adalah biaya per klik. Kelebihan SEO, kamu tidak perlu membayar Google sepeser pun ketika seseorang mengklik link yang ada di halaman hasil pencarian Google.

Kelihatannya SEO ini seperti gratis tanpa biaya seperpun ya? Ini mitos ya ges! Faktanya kamu tetap membayar dengan waktu, tenaga, atau biaya jasa profesional untuk melakukan optimasi.

Kayak nulis konten kan juga butuh internet, listrik, biaya sewa hosting server, biaya domain, dan mungkin kamu juga memerlukan plugin SEO, CDN server, dll.

Fokus SEO adalah memberikan jawaban terbaik bagi pertanyaan pengguna, Google akan memberikan hadiah page one bagi situs web, yang memberikan banyak manfaat.

Bagaimana SEO (Search Engine Optimization) Bekerja?

Pelajari perbedaan SEO dan SEM secara mendalam

SEO berkaitan erat dengan tiga proses utama yang dilakukan oleh mesin pencari, yaitu crawling, indexing, dan ranking.

Kegiatan crawling di sini berarti bot mesin pencari (crawler) mengunjungi halaman website kamu, membaca isinya, dan merayapi setiap link.

Setelah itu, konten yang berhasil dibaca akan disimpan ke database Google atau istilahnya berhasil diindeks. Faktanya ada juga halaman yang gagal diindeks karena ada masalah teknis.

Misalnya saja kamu membatasi bot atau memblokir bot mesin pencari sehingga robot tersebut tidak dapat melakukan crawling karena salah mengatur WAF (Web Application Firewall).

Atau bisa juga website yang terlalu lambat atau berat juga menyebabkan proses crawling ini mengalami gagal atau eror.

Alhasil halaman atau situs web kamu tidak muncul diindeks pencarian Google.

Berikutnya adalah tahap ranking, saat pengguna mengetik keyword, Google akan memilih dan mengurutkan halaman yang paling relevan dan berkualitas.

Dari sini kita bisa pelajari bahwa tanpa praktik SEO yang benar, halaman situs web kamu mungkin bisa saja sulit di-crawling, tidak bisa terindeks, atau kalah bersaing di ranking.

Mengenal Pilar Utama SEO

Pahami dulu perbedaan SEO dan SEM di artikel berikut ini, lalu atur prioritas strategi marketing yang sesuai dengan objektif bisnis kamu

Mitos SEO yang perlu saya patahkan di artikel ini. Pertama, SEO tidak melulu soal menaruh keyword di artikel. Kedua, SEO juga bukan soal bikin artikel sebanyak-banyaknya.

Ketiga, SEO juga bukan soal banyak-banyakan backlink dan masih banyak mitos terkait SEO lainnya. Oke, di sini saya akan menjelaskan tiga komponen utama SEO.

Komponen utama dari SEO adalah SEO On-Page, SEO Off-Page, dan Technical SEO. Kita bahas satu per satu secara umum ya, kalau butuh detail insyaAllah saya buat artikel yang lain.

SEO on-page singkatnya adalah kamu melakukan optimasi SEO di dalam halaman, seperti apa aja SEO on page itu:

  • Optimasi judul (title) halaman.
  • Pembuatan meta deskripsi untuk halaman.
  • Penggunaan focus keyword dan keyword turunan.
  • Struktur heading (H1, H2, H3)
  • Internal link
  • Kualitas dan kedalaman dari sebuah topik konten

Pilar yang lain adalah SEO off-page yaitu optimasi SEO yang dilakukan di luar website tujuannya adalah membuat sinyal kredibilitas. Apa contohnya?

  • Membangun backlink dari situs lain yang lebih kredibel.
  • Brand mention baik di media sosial maupun di situs web dengan tema sejenis.
  • Menjawab pertanyaan di situs Q&A untuk meningkatkan visibilitas brand.
  • Bekerja sama dengan influencer untuk mempromosikan situs web.
  • Membuat press release untuk mempromosikan situs web

Secara umum, itu adalah perbedaan antara SEO on-page dan SEO off-page. Terakhir ada yang namanya adalah technical SEO.

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya bahwa masalah teknis bisa jadi faktor penyebab situs web kamu gagal diindeks oleh mesin pencari.

Oleh karena itu, technical SEO secara umum, mereka akan lebih fokus terkait dengan sisi teknologinya ketimbang konten, seperti:

Jika kita bicara soal perbedaan SEO dan SEM, SEO jauh lebih kompleks karena melibatkan optimasi teknis yang mendalam agar disukai pengguna dan algoritma mesin pencari.

Kapan Sebaiknya Pakai Strategi SEO?

Ini adalah waktu yang tepat untuk menggunakan strategi SEO

Kalau kamu ingin menjalankan bisnis jangka panjang, bukan yang musiman, strategi SEO adalah jawabannya.

Memahami perbedaan SEO dan SEM akan membuatmu sadar bahwa SEO membantu meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan terhadap bisnis kamu secara organik.

Baca juga:  Pilih All in One SEO Pack atau WordPress SEO by Yoast

Semakin konten yang disajikan bermanfaat, hal ini berdampak positif bagi bisnis dan brand kamu.

Bisnis baru mulai, belum punya budget iklan? SEO dapat menjadi pilihan yang ramah kantong, tidak perlu sewa hosting, domain, atau server di awal.

Kamu bisa memulai strategi SEO dengan menulis konten di platform gratis seperti WordPress.com, Medium, Blogspot, dan semisalnya.

Kesimpulan

Perbedaan SEO dan SEM bukan sekadar organik vs berbayar. Keduanya punya karakter berbeda:

  • SEO adalah investasi jangka panjang untuk membangun otoritas, kepercayaan, dan traffic organik yang berkelanjutan.
  • SEM adalah mesin akselerasi, hasilnya cepat, terukur, tapi bergantung pada budget.

Kedua strategi SEM maupun SEO sama-sama meningkatkan visibilitas situs web di halaman hasil pencarian, tetapi dengan pendekatannya yang berbeda.

Fungsi SEO:

  • Meningkatakn visibilitas situs web di hasil pencarian dengan cara organik tanpa iklan.
  • Meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan pengunjung melalui konten yang dibuat.
  • Menarik traffic jangka panjang tanpa biaya iklan yang berkelanjutan.
  • Meningkatkan pengalaman pengguna (UX) melalui optimasi kecepatan situs web, struktur situs yang mudah dinavigasikan, dan konten situs yang membahas suatu topik secara mendalam.

Sedangkan fungsi SEM:

  • Memberikan hasil yang cepat karena iklan langsung tampil di hasil pencarian, selesai kamu melakukan setup iklan.
  • Menargetkan audiens secara spesifik berdasarkan lokasi, usia, minat, dan perilaku tertentu.
  • Mendukung kampanye promosi produk atau layanan tertentu dalam waktu singkat dan merasakan hasilnya secara cepat.
  • Mengumpulkan data dan insight untuk strategi digital yang lebih efektif di kemudian hari.

Jika kamu butuh hasil yang cepat, SEM bisa jadi pintu awal, sambil mulai membangun fondasi SEO sejak hari pertama kamu meluncurkan bisnis online.

Penting bagi pemilik bisnis untuk memahami perbedaan SEO dan SEM, lalu menggabungkan strategi keduanya agar bisa meningkatkan visibilitas situs web di halaman pencarian.

Kalau kamu sudah paham perbedaan SEO dan SEM, kamu akan lebih mudah menentukan prioritas. Intinya, jangan sampai salah strategi karena kurang riset.

Semoga ulasan mengenai perbedaan SEO dan SEM ini membantu kamu dalam menyusun strategi yang tepat, apakah langsung gas iklan SEM, fokus bangun konten organik melalui SEO, atau menggabungkan keduanya.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apa perbedaan utama antara SEO dan SEM?

SEO fokus pada hasil organik tanpa biaya per klik, sedangkan SEM menggunakan iklan berbayar untuk visibilitas dan hasil yang lebih cepat di mesin pencari seperti Google, Bing, DuckDuckGo, Baidu, dan Yandex.

Lebih baik SEO atau SEM untuk bisnis online?

Jika kamu memiliki anggaran iklan yang terbatas tetapi ingin traffic ke situs web yang berkelanjutan, strategi SEO lebih sesuai.

Namun, jika kamu ingin hasil instan, memiliki anggaran yang cukup, dan pelanggan kamu menggunakan mesin pencari untuk mendapatkan informasi terkait produk atau layanan yang kamu tawarkan.

Kamu bisa mempertimbangkan SEM.

Berapa lama hasil dari SEO dibandingkan SEM?

Secara hasil, SEO membutuhkan waktu yang lebih lama sekitar 3-6 bulan, dengan catatan eksekusi konten perlu konsistensi dan kompetisi keyword yang tidak terlalu ketat.

Hasil yang lama ini, bisa dibilang salah satu kekurangan SEO dibandingkan SEM, tapi demi bangun brand kredibel ya musti sabar lah!

Untuk SEM, kamu bisa melihat hasil dalam hitungan menit, setelah kamu selesai melakukan setup campaign.

Namun, butuh beberapa minggu untuk mengoptimalkan kampanye iklan agar biaya dan hasilnya bisa lebih optimal.

Apakah traffic dari SEM terus berjalan setelah iklan dimatikan?

Mohon maaf traffic dari SEM akan berhenti begitu kamu menghentikan kampanye atau menyetop iklan.

Apakah strategi keyword untuk SEO dan SEM harus sama persis?

Tidak harus sama persis, tapi sebaiknya saling melengkapi. Untuk SEM, kamu bisa fokus pada keyword dengan intensi transaksi agar biaya iklan lebih efisien.

Untuk SEO, kamu bisa mengejar kombinasi keyword informasional, komersial, dan transaksional agar membangun brand sekaligus mengedukasi pasar.

Apa risiko terbesar jika hanya mengandalkan SEM saja?

Risikonya adalah ketergantungan beriklan. Jika harga per klik (CPC) di industri kamu tiba-tiba naik karena kompetisi.

Margin keuntungan kamu bisa menipis bahkan habis untuk membayar biaya iklan.

Tanpa SEO, kamu tidak punya semacam “jaring pengaman” untuk traffic gratis ke situs web kamu.

Membangun SEO vs SEM untuk bisnis mana yang lebih dulu?

Secara operasional, SEM bisa lebih cepat dijalankan jika kamu punya orang yang paham dasar-dasar Google Ads.

SEO butuh kombinasi kemampuan konten, teknis, dan analisis. Kamu bisa mulai SEO dari membuat konten yang berkualitas dan konsisten.

Agar tidak terjebak dengan hal-hal teknis, kamu bisa memilih CMS yang SEO-friendly seperti Ghost.

SubscribeSekarang!

Dapatkan akses eksklusif untuk tips digital marketing, panduan teknologi, dan masih banyak lagi!

Proses pendaftaran hampir selesai, mohon cek email Anda, dan klik link konfirmasi pendaftaran newsletter Anda.

Berlangganan Newsletter

Berlangganan Newsletter

Dapatkan akses eksklusif untuk tips digital marketing, panduan teknologi, dan masih banyak lagi!

Proses pendaftaran hampir selesai, mohon cek email Anda, dan Klik link konfirmasi berlangganan email.