10 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membuat Landing Page

Membuat landing page tidak bisa sembarangan, kamu harus membuat landing page yang menarik untuk mendatangkan konversi yang tinggi. Dengan membuat halaman landing page yang menarik, bisa berdampak positif pada bisnis kamu.

Buat yang belum mengetahui landing page, landing page adalah halaman web yang ditujukan khusus untuk mengarahkan pengunjung untuk melakukan tindakan tertentu, seperti mengisi formulir kontak, membeli produk atau layanan.

Tidak hanya untuk mendapatkan sales, sebuah landing page juga bisa digunakan juga untuk mendapatkan subscribers dengan cara menyajikan halaman unduh konten gratis, seperti ebook, software, dsb.

Landing page biasanya dibuat dengan desain yang sederhana dan menyajikan informasi yang relevan dan ringkas. Untuk membuat landing page dengan konversi yang baik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan.

1. Kenali Tujuan Membuat Landing Page

Poin pertama yang penting adalah mengenali tujuan dari landing yang akan kamu buat, karena setiap bisnis bisa memiliki tujuan yang berbeda-beda, seperti mengumpulkan data, menjual produk atau layanan, atau meningkatkan brand awareness.

Dari tujuan ini nantinya akan menentukan bagaimana kamu akan menyusun konten, desain, dan call-to-action di landing page tersebut.

Jika tujuan kamu adalah untuk mengumpulkan data, maka formulir kontak akan menjadi komponen penting yang harus ada. Namun apabila tujuan kamu adalah untuk menjual produk atau layanan, maka tombol beli atau hubungi kami akan menjadi komponen penting yang harus ada.

Dengan memahami tujuan ini, kamu dapat membuat landing page yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

2. Desain yang Menarik

Kompabilitas perangkat adalah hal yang harus diperhatikan pada saat membuat landing page

Desain yang menarik dan profesional sangat penting untuk menarik perhatian pengunjung dan membuat mereka merasa nyaman untuk tetap berada di halaman landing page tersebut.

Dsain landing page yang menarik didukung oleh warna yang konsisten dan konten yang diatur dengan baik.

Desain yang menarik juga harus mudah dibaca dan diakses, sehingga pengunjung dapat dengan mudah menemukan informasi yang mereka cari.

Kamu juga harus memastikan bahwa desain landing page responsif, sehingga dapat dibuka dan digunakan dengan baik pada perangkat mobile.

3. Kompatibilitas Perangkat

Poin berikutnya adalah kamu harus memastikan setiap landing page kompatibel dengan berbagai perangkat seperti desktop, laptop, tablet, atau smartphone.

Sangat penting untuk meningkatkan pengalaman pengunjung untuk meningkatkan konversi. Kamu harus memastikan bahwa desain dan konten dapat dibuka dan digunakan dengan baik pada perangkat mobile.

Kamu dapat menggunakan tema yang responsif atau menyediakan versi mobile dari landing page tersebut. Atau kalau kamu membuat landing page menggunakan Unbounce.

Perhatikan pada saat editing landing page di versi desktop bisa mengubah tampilan di mobile. Cek juga apakah tampilan di mobile rusak atau tidak, setelah melakukan editing di tampilan desktop.

4. Call-to-action yang Jelas

Call-to-action adalah tombol atau link yang mengarahkan pengunjung untuk melakukan tindakan seperti membeli produk, mengisi formulir kontak, atau mengunjungi halaman lain.

Call-to-action harus jelas dan mudah ditemukan di halaman, seperti tombol “Beli Sekarang” atau “Daftar Sekarang”. Setiap call-to-action harus benar-benar menjelaskan apa yang diharapkan dari pengunjung dan juga harus mudah untuk diikuti.

Call-to-action juga harus terlihat menonjol dan menarik perhatian, sehingga pengunjung dapat dengan mudah menemukannya.

Jika kamu menggunakan beberapa call-to-action di halaman, pastikan untuk menempatkannya di posisi yang sesuai dan jelas, agar pengunjung dapat dengan mudah menemukan dan mengikuti tindakan yang diinginkan.

Membuat landing page juga harus memperhatikan tidak hanya dari segi user, tapi juga dari segi robot Google / mesin pencari maka penting untuk melakukan optimasi SEO untuk landing page.

5. Optimasi Landing Page untuk Mesin Pencari

Tidak hanya untuk pengunjung situs web, kamu juga harus melakukan optimasi SEO untuk memastikan landing page kamu dapat ditemukan di mesin pencari atau diindeks.

Optimasi SEO dapat dilakukan dengan menggunakan kata kunci yang relevan dalam judul, deskripsi, dan konten halaman. Kamu juga harus memastikan bahwa landing page juga mendukung perangkat mobile dan memiliki struktur URL yang baik.

Untuk optimasi SEO on page, saya menggunakan tools seperti RankMath atau Yoast SEO. Bagi situs web yang baru, kamu harus mendaftarkan sitemap situs web kamu dahulu di Search Console agar bisa terindeks.

6. Formulir Kontak

Formulir Kontak Untuk Menyimpan Data Leads

Formulir kontak sangat penting jika tujuan bisnis kamu adalah untuk mengumpulkan data dari pengunjung. Kamu harus membuat formulir kontak yang mudah digunakan dan terlihat profesional.

Sehingga pengunjung dapat dengan mudah mengisi formulir tersebut dan memberikan data yang diinginkan.

Kesalahan pemula atau yang dahulu saya lakukan adalah tidak memastikan formulir kontak itu bekerja dengan baik. Kalau kamu menggunakan plugin seperti Contact Form 7, WPForms, dan semisalnya.

Lakukan uji coba dahulu apakah formulir kontak menyimpan data yang dimasukkan atau tidak. Apakah tersimpan di backend WordPress kamu atau kamu butuh melakuan setup SMTP dahulu di WordPress.

Pastikan juga data leads yang dikumpulkan dari formulir kontak dapat dikelola dengan mudah. Saya sendiri mengintegrasikan formulir kontak ke Google Spreadsheet dan auto update apabila ada data leads yang masuk.

7. Social Proof

Social proof adalah cara untuk menunjukkan kepada pengunjung bahwa orang lain telah mencoba dan menyukai produk atau layanan yang kamu tawarkan.

Cara menggunakan teknik social proof adalah dengan menampilkan testimoni dari pelanggan, menampilkan ulasan produk dari situs web e-commerce atau menampilkan jumlah pelanggan yang telah membeli produk atau layanan.

Social proof juga dapat meningkatkan kepercayaan di mata pengunjung karena pengunjung lebih cenderung untuk membeli produk atau layanan yang telah dibeli atau disukai oleh orang lain.

8. Personalisasi Pesan Di Landing Page

Personalisasi adalah cara untuk menyesuaikan landing page agar sesuai dengan target audiens. Seperti menyesuaikan bahasa, desain, dan konten sesuai dengan negara atau wilayah yang dituju.

Personalisasi bisa kamu lakukan setelah kamu mengetahui buyer persona dan dapat menjelaskan secara detail siapa yang menjadi target audience dari bisnis kamu.

Selain pada key message, pada key visual kamu juga dapat menyesuaikan konten sesuai dengan jenis bisnis dan menyesuaikan dengan target audiens kamu.

Hal ini akan membuat landing page kamu terlihat lebih relevan, terpercaya, dan meningkatkan konversi.

9. Perhatikan Masalah Keamanan

Gunakan protokol SSL pada halaman belanja maupun di landing page yang melakukan capture data pengunjung

Untuk memastikan bahwa data pengunjung yang dikumpulkan melalui landing page aman dan terlindungi.

Kamu dapat menggunakan protokol keamanan standar seperti SSL (Secure Socket Layer) atau TLS (Transport Layer Security) untuk mengenkripsi data yang dikirimkan melalui formulir kontak atau transaksi pembayaran.

Kamu juga harus memastikan bahwa data yang dikumpulkan dari landing page diatur sesuai dengan kebijakan privasi yang berlaku di perusahaan kamu, maupun di negara yang menjadi mayoritas target audiens.

10. Analisa Landing Page

Kamu harus melakukan analisa secara kontinu pada landing page untuk mengetahui bagaimana halaman tersebut diterima oleh pengunjung, apa yang bekerja dan tidak bekerja.

Kamu juga harus memantau tingkat konversi, tingkat bounce rate, dan jumlah pengunjung yang datang ke halaman landing page tersebut.

Lakukan A/B testing juga untuk menemukan formula yang tepat dan meningkatkan konversi. Tools yang dapat digunakan untuk menganalisa landing page yaitu Google Analytics, Hotjar, Crazy Egg, Adobe Analytics, Woopra, Mixpanel, dsb.

Kesimpulan

Kesimpulannya adalah dalam membuat landing page untuk menghasilkan konversi yang tinggi, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan.

Mulai dari desain yang menarik, konten yang relevan, call-to-action yang jelas dan mudah diikuti, hingga analisa landing page. Semua poin tersebut harus dioptimalkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Proses optimasi landing page ini tidak selesai setelah landing page diterbitkan.

Kamu harus terus melakukan analisis, uji coba A/B testing, dan pemantauan untuk mengetahui bagaimana landing page kamu digunakan oleh pengunjung dan melakukan perubahan yang diperlukan untuk meningkatkan konversi.

Dari kesepuluh poin di atas, apa saja pertimbangan kamu sebelum membuat landing page? Jika ada cara lain, yuk share di kolom komentar.

Pin It on Pinterest

Gabung Bersama +30.000 Pembaca Kami!

Daftarkan email anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari Situstarget.com.

Proses pendaftaran hampir selesai, mohon cek email Anda dan Klik tombol konfirmasi.