Kamu mungkin pernah mendengar ungkapan bahwa emas adalah uang yang tidak bisa dicetak oleh siapa pun. Menurut saya ini maknanya cukup mendalam.
Selama ini bukannya emas itu bisa dicetak oleh perusahaan seperti ANTAM Logam Mulia, UBS GOLD, IGS, dll? Hmm makna dari uangkapan tersebut bukan arti cetak yang sesungguhnya.
Kalau kita artikan ungkapan tersebut, bermakna demikian:
Daftar Isi
1. Emas Tidak Bisa Diciptakan Seenaknya
Jika uang kertas itu bisa dicetak atau ditambah dalam jumlah yang besar oleh bank sentral.
Emas tidak demikian, emas hanya bisa didapat dari serangkaian proses penambahangan.
Artinya jumlah emas itu sangat terbatas.
Emas tidak bisa ditambah jumlahnya oleh keputusan politik atau kebijakan bank sentral.
2. Emas Relatif Terbebas Dari Inflasi
Karena tidak bisa dicetak semaunya seperti dalam kasus uang kertas.
Jumlah emas yang terbatas, emas sering dianggap sebagai penyimpan nilai (store of value).
Banyak orang yang memanfaatkan emas sebagai pelindung aset dan investasi jangka panjang.
Emas pun menjadi pilihan untuk melindungi kekayaan dari inflasi mata uang kertas.
3. Bersifat “Netral” Secara Politik
Emas tidak dikontrol oleh satu negara atau satu bank sentral tertentu.
Nilai emas diakui oleh lintas negara dan peradaban sejak ribuan tahun.
Kamu mau jual emas di Indonesia atau di Amerika Serikat sekali pun.
Emas tetap bisa diterima di lintas negara maupun benua, tidak perlu ke money changer dulu.
4. Tidak Seperti Uang Fiat (Uang Kertas Modern)
Jika uang fiat nilainya bergantung pada kepercayaan terhadap pemerintah atau negara.
Pada saat suatu negara konflik misalnya terjadi peperangan, korupsi atau utang yang terlalu parah.
Biasanya mata uang negara tersebut akan hancur akibat kepercayaan publik yang hilang.
Di sisi lain, emas nilainya bergantung pada 3 aspek berikut:
- Kelangkaan
- Biaya produksi (penambangan)
- Dan permintaan pasar global.
Sehingga dapat disimpulkan maknanya adalah emas itu adalah bentuk uang yang pasokannya tidak bisa dimanipulasi secara mudah oleh manusia atau lembaga mana pun.
Emas dinilai lebih “jujur” atau “murni” sebagai penyimpan nilai dibandingkan uang fiat atau uang kertas.
—
Baca juga: Kapan Waktu Terbaik untuk Membeli Emas?








