Kalau kamu bertanya ke saya pertanyaan ini “untuk investasi lebih baik beli emas apa?“.
Yuk, kita belajar bareng jenis emas apa saja yang hari ini ada di pasaran.
Kamu mungkin sudah mengenal lebih dahulu emas perhiasan.
Ibu atau saudari perempuan di keluarga kamu mungkin ada yang menggunakan emas perhiasan.
Selain emas perhiasan, yang populer juga ada emas batangan, misalnya emas Antam atau emas UBS.
Emas batangan pun juga bervariasi ada juga yang dijual dalam bentuk yang gramasi kecil atau sering disebut dengan emas mini atau baby gold.
Kalau kamu pernah belajar sejarah ada jenis emas yang usianya cukup tua yaitu koin emas, koin emas dinar, atau koin perak dirham.
Seiring perkembangan zaman ada juga yang namanya emas digital.
Jadi kalau boleh disimpulkan ada emas apa aja?
- Emas perhiasan
- Emas batangan
- Emas mini atau baby gold
- Koin emas
- Emas digital
Sekarang, mari kita bahas satu per satu. Kira-kira emas apa yang paling tepat untuk investasi?
Daftar Isi
1. Investasi Pada Emas Perhiasan
Beli emas dalam bentuk perhiasan (cincin, kalung, gelang) memang bisa dipakai dan dinikmati oleh kaum hawa, namun untuk investasi hasilnya kurang optimal dibandingkan emas batangan. Kenapa?
Harga emas perhiasan jauh lebih mahal karena kamu membayar biaya desain dan pembuatan. Biaya ini akan hilang saat kamu menjualnya kembali.
Nilai jual kembalinya akan dihitung berdasarkan berat emas murni setelah dikurangi ongkos dan potensi penyusutan bentuk (karena emas akan dilebur kembali).
Kemurnian emas perhiasaan juga berbeda-beda, emas perhiasan biasanya dicampur dengan logam lain (seperti tembaga atau perak) agar lebih kuat dan mudah dibentuk (misalnya 75% atau 22 karat).
Nilai intrinsik dari emas perhiasan tergantung dari karat emas, semakin tinggi maka semakin bernilai. Semakin rendah kamu mungkin akan kesulitan pada saat menjualnya kembali.
2. Beli Emas Batangan
Emas batangan memiliki kemurnian sangat tinggi (24 karat atau 99.99%) dan variasi berat dari emas batangan ini mulai dari 1 gram, 5 gram, 10 gram, 50 gram, 100 gram, hingga 1.000 gram.
Salah satu jenis emas yang paling direkomendasikan untuk investasi jangka panjang adalah emas batangan.
Nilai instrinsik tinggi sehingga mudah untuk dijual kembali (toko emas, bank, pegadaian individu banyak yang mau menerima jual-beli).
Dari segi harga per gram pun lebih transparan dibandingkan emas perhiasan. Selisih harga jual dan beli (spread) relatif kecil dibandingkan perhiasan.
Harga per gramnya memang lebih murah jika membeli dalam ukuran besar (misalnya 100 gram), tapi investasi awal yang dibutuhkan juga jadi besar.
Buat kamu yang belum bisa membeli emas batangan karena terkendala budget. Kamu bisa investasi di emas jenis lain yang harganya terjangkau yaitu emas mini atau mini gold.
3. Emas Mini atau Mini Gold
Minigold merupakan versi mini dari emas (misalnya 0,1 gram, 0,5 gram) yang cocok untuk investor kecil atau buat kamu yang baru mulai belajar investasi emas.
Secara kelebihan mirip dengan emas batangan pada umumnya, namun dengan modal yang ringan dan mudah dijangkau.
Satu kekurangan dari emas mini adalah spread relatif lebih besar dibandingkan emas batangan dengan gramasi yang besar.
Emas berikutnya yang akan kita bahas adalah koin emas.
4. Koin Emas
Di Indonesia sendiri yang terkenal dari koin emas mungkin koin emas dinar, emas berbentuk koin yang punya ukuran standar.
Kalau di luar negeri koin emas sendiri ada banyak bentuknya, koin emas sendiri punya nilai numismatik (koleksi), dan mudah dijual.
Karena ada unsur seni, kelangkaan pada produk koin emas tertentu karena dicetak terbatas, markup semacam ini bisa mempengaruhi harga koin emas itu sendiri.
5. Emas Digital
Emas digital adalah kamu membeli emas melalui platform digital tanpa memegang fisik emas. Dengan tabungan emas memungkinkan kamu membeli emas dalam satuan sangat kecil (misalnya 0,01 gram).
Proses pembelian emas digital ini melalui aplikasi atau platform yang bekerja sama dengan lembaga berlisensi (seperti Pegadaian atau penyedia aplikasi investasi terdaftar di OJK).
Kamu bisa membeli emas dengan jumlah kecil, tidak perlu khawatir soal penyimpanan fisik emas, transaksi bisa kapan pun dan di mana pun.
Kekurangan dari emas digital adalah terdapat biaya jasa platform, biaya penitipan, biaya asuransi, biaya cetak emas, dan risiko platform terkena serangan hacking atau peretasan online.
Kepemilikan emas digital ini tidak sama dengan memegang emas fisik seperti di poin-poin sebelumnya. Saya tidak merekomendasikan kamu membeli emas digital karena banyak biaya tersembunyinya.
Kesimpulan
Untuk investasi jangan sekedar membeli “emas apa pun” atau punya mindset yang penting “beli emas”. Kamu harus mempertimbangkan produk emas, kemurnian, sertifikat, likuiditas, dan reputasi penjual.
Emas batangan masih menjadi pilihan utama bagi investor karena transparansi harga dan kemudahan likuidasi. Pastikan kamu membeli emas batangan dari penjual yang terpercaya.
FAQ
Berapa ukuran emas minimal yang layak dibeli untuk investasi?
Emas 1 gram sering dianggap angka yang ideal, selain modalnya yang tidak begitu besar, spread-nya relatif lebih kecil dibanding ukuran lebih kecil (misal 0,1 gram).
Apakah membeli perhiasan bisa dijadikan investasi emas?
Bisa, tapi bukan yang ideal. Karena markup tinggi, ongkos produksi, dan kemurnian emas yang bervariasi membuat keuntungan relatif fluktuatif mengikuti kadar emas yang ada perhiasan tersebut.
Bagaimana cara menghitung biaya tersembunyi dalam investasi emas?
Perhitungkan spread (selisih beli-jual kembali), biaya asuransi, biaya penyimpanan, biaya platform (untuk emas digital), biaya pengiriman, dan pajak (jika ada).
Apakah emas digital sama nilainya dengan emas fisik?
Tidak selalu. Emas digital bisa saja berbentuk “kepemilikan virtual” di platform, bukan emas fisik. Pastikan platform menyimpan emas yang nyata atau memiliki jaminan emas nyata.
Disclaimer: Informasi yang disajikan dalam artikel ini disediakan untuk tujuan umum dan bukan merupakan nasihat investasi. Kami menyarankan kamu untuk berkonsultasi dengan ahli keuangan atau perencana keuangan syariah sebelum membuat keputusan investasi apa pun.







