Sebagai investor pemula ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan, yaitu berapa lama menyimpan emas agar untung?
Saya baru beli emas minggu ini, apakah minggu depan kalau saya jual lagi bisa langsung untung? Atau ada cara lain untuk menghitung keuntungan yang sudah saya peroleh dari menyimpan emas ini?
Sebenarnya, kamu beli emas hari ini, lalu kamu misalnya jual di minggu depan atau hari ini pun bisa saja mendapakan keuntungan.
Caranya ya dengan menjual logam mulia tersebut ke investor pemula atau orang yang baru memulai investasi emas. Ada case menarik yang saya temui.
Orang ini baru saja menjual emas 3gr, dengan harga 7,3jt, lalu dua hari berselang dia menjual kepingan emas dengan gramasi yang sama yaitu sebesar 7.8jt.
Meskipun selisih sekitar 500 ribu-an tetapi ada saja yang beli emas dengan harga yang tinggi tersebut. Ini kalau kamu memiliki mindset sebagai pedagang emas.
Lain hal kalau kamu memiliki mindset untuk investasi jangka panjang. Sebelum kita masuk ke perhitungan, ada informasi tambahan berikut yang harus kamu ketahui.
1. Memahami Spread Harga
Saat kamu membeli emas, ada perbedaan antara harga beli (harga kamu membayar) dan harga jual kembali (buyback).
Spread harga ini bisa jadi cukup besar nilainya untuk investasi emas dengan kurun waktu jangka pendek. Spread emas fisik Antam atau UBS biasanya berkisar antara 2% hingga 5%.
Artinya, harga emas kamu harus naik minimal sebesar spread itu, baru kamu benar-benar untung. Setelah mengetahui apa itu spread harga sekarang masuk ke perhitungannya.
2. Rumus Menghitung Keuntungan Investasi Emas
Setelah kamu memahami spread harga jual dan beli emas, sekarang saya bagikan cara menghitung keuntungan bersih investasi emas yang sudah kamu lakukan.
Rumusnya sederhana yaitu:
Keuntungan Bersih = (Harga Jual − Harga Beli) −(Biaya Sertifikasi/Penyimpanan/Administrasi) − (Pajak PPh 22)
Paling mudah menghitungan keuntungan bersih kalau kamu beli emas COD tanpa aplikasi atau emas digital. Perhitungannya jauh lebih simpel dibandingkan beli emas online. Kenapa?
Karena pada saat kamu beli emas di platform digital ada beberapa biaya yang mungkin timbul seperti biaya cetak emas, biaya sertifikat, biaya penyimpanan emas, biaya asuransi, biaya pengiriman, dsb.
Saya sendiri sudah kapok beli emas online, ada banyak biaya yang tidak dijelaskan secara rinci di awal berapa besarannya. Saat ini, lebih nyaman beli emas secara COD (Cash on Delivery).
Begitu sudah deal dengan gramasi emas tertentu, langsung bayar emasnya, dan saat itu juga saya memegang emasnya.
Jadi tidak menambah komponen biaya lain seperti di jual-beli emas secara digital.
Kesimpulan
Sebagai investor pemula, sebaiknya investasi emas yang kamu lakukan itu untuk jangka panjang, yang disesuaikan dengan rencana kehidupan kamu kedepannya.
Misalnya untuk mempersiapkan dana pendidikan anak, nabung untuk pelunasan haji, dana darurat, atau untuk membeli properti rumah dengan cara cash bertahap.
Semoga informasi ini bermanfaat.
Disclaimer: Informasi yang disajikan dalam artikel ini disediakan untuk tujuan umum dan bukan merupakan nasihat investasi. Kami menyarankan kamu untuk berkonsultasi dengan ahli keuangan atau perencana keuangan syariah sebelum membuat keputusan investasi apa pun.








