7 Risiko Emas Digital yang Wajib Kamu Tahui!

Kekurangan dan Risiko Investasi Emas Digital

Risiko emas digital yang akan saya bahas ini mungkin kamu belum pernah menyadarinya.

Sampai saat ini, saya lebih memilih investasi emas dalam bentuk fisik dibandingkan digital.

Investasi emas digital memang si secara kemudahan dan aksesbilitas jauh lebih baik.

Kamu mungkin tidak perlu antri saat beli emas, bisa beli emas dalam jumlah kecil, jualnya juga mudah.

Ya tapi dibalik itu semua bukan tanpa risiko lho ya.

Sebelum kita bahas lebih lanjut, kita kenalan dulu terkait emas digital.

Mungkin ada dari sebagian pembaca yang belum mengetahui apa itu emas digtial.

Apa Itu Emas Digital?

Emas digital menawarkan kemudahan, tapi ada risiko yang perlu kamu waspadai

Emas digital adalah bentuk investasi emas yang dilakukan secara online melalui platform digital.

Pemainnya banyak ada dari perusahaan rintisan (startup), perbankan, dan bahkan perusahaan BUMN.

Sebagai investor kamu bisa membeli emas, tanpa perlu menyimpan emas secara fisik.

Transaksi pembelian, penjualan, dan pemantauan harga dilakukan secara digital.

Ada beberapa kelebihan dari emas digital, diantaranya adalah:

  • Kamu bisa mengakses emas digital dari mana saja dan kapan saja asalkan ada koneksi internet.
  • Investasi emas digital bisa dengan nominal kecil dari Rp. 5.000 – Rp 10.000,-.
  • Proses jual beli jauh lebih cepat dan efisien tinggal melalui platform atau aplikasi saja.
  • Kamu tidak memerlukan ruang penyimpanan emas secara fisik.

Sampai pembahasan sejauh ini sepertinya kelebihan emas digital ini, menarik ya?

Sekarang, yuk kita pelajari kekurangan dari emas digital beserta risikonya.

Tarik napas dulu, hufh…

Yuk, kita mulai, bismillah!

Kekurangan Emas Digital

Sebelum kamu memutuskan beli emas digital pelajari terlebih dahulu kekurangan emas digital berikut ini:

1. Risiko Keamanan Siber

Risiko emas digital adalah tindak serangan siber ke platform penyedia emas

Data dan aset digital rentan terhadap peretasan dan kebocoran data.

Soal data breach di Indonesia masih sangat tinggi bahkan data pemerintah sendiri banyak yang bocor.

Tanpa sistem keamanan yang kuat, investor bisa saja kehilangan aset emas digital.

Mungkin sistemnya aman, tapi kalau kamu kena phising atau social engineering attack.

Aset emas digital kamu, bisa saja pindah ke tangan orang lain tanpa kamu sadari.

Baca juga:  Kenali Satuan Emas dan Karat Emas Di Sini

2. Risiko Teknologi dan Gangguan Sistem

Gangguan teknis pada platform dapat menghambat akses dan transaksi.

Pernah terjadi kasus pembobolan bank syariah plat merah dan server down selama berhari-hari.

Salah satu layanan dari bank tersebut menyediakan investasi emas digital.

Kebayang kalau lagi butuh duit, eh aplikasi tidak bisa diakses karena ada gangguan sistem.

Ya tidak menutup kemungkinan layanan lain yang serupa, bisa mengalami kejadian yang sama.

3. Risiko Investasi Bodong

Hati-hati dengan platform yang menawarkan emas digital namun tidak memiliki izin dan legalitas

Banyaknya platform investasi emas digital membuka peluang bagi penipuan.

Sebelum kamu memutuskan investasi pada emas digital.

Kamu harus memastikan bahwa platform memiliki izin resmi dan diawasi oleh otoritas terkait.

Cek izin perusahaan seperti dari BAPPEBTI, Komdigi, dan sertifikasi mutu internasional seperti ISO.

Jadi jangan berinvestasi di perusahaan yang legalitasnya belum lengkap ya!

4. Potensi Masalah Likuiditas

Poin keempat ini ada hubungannya dengan poin kedua.

Jadi pada kondisi tertentu bisa saja emas digital menjadi sulit dilikuidasi.

Terutama pada saat platform atau aplikasi sedang mengalami gangguan.

Gangguan ini bisa karena maintenance secara terjadwal.

Atau bisa juga gangguan yang berasal dari sesuatu hal yang tidak terduga.

Misalnya saja ada lompatan traffic yang tinggi karena antusiasme pengguna sehingga server overload.

Terasa di kamu mungkin kok aplikasinya lemot, tidak responsif, atau bahkan crash.

5. Biaya Tambahan untuk Penukaran ke Emas Fisik

Waspadai biaya tersembunyi dan pelajari biaya tambahan sebelum berinvestasi di emas digital

Menukar emas digital ke bentuk fisik biasanya dikenakan biaya tambahan.

Penting untuk kamu mempelajari biaya-biaya yang mungkin akan muncul pada saat cetak fisik emas.

Biaya yang sering muncu yaitu biaya cetak emas, pengiriman, jasa penyimpanan, dan biaya platform.

Setiap aplikasi atau platform memiliki rincian biaya yang berbeda-beda.

Baca secara teliti syarat dan ketentuan yang berlaku dan pahami soal biaya yang akan muncul ini.

6. Keterbatasan dalam Warisan dan Gadai

Beberapa aplikasi atau platform ada yang memiliki ketentuan terkait warisan dan ahli waris.

Semisal investornya meninggal dunia ada mekanisme tersendiri soal warisan ini.

Saya baca di TnC beberapa aplikasi atau platform ada yang menjadikan warisan ini hanya opsional saja.

Artinya tidak menjadi kewajiban bagi investor untuk menunjuk siapa ahli warisnya.

Tidak hanya itu, soal gadai pun sepengetahuan saya emas digital belum bisa digadaikan.

Jadi harus ditarik ke emas fisik dahulu baru bisa digadaikan.

7. Ketergantungan Pada Platform Digital

Karena aset emas digital kamu ada di suatu platform maka kamu akan ketergantungan dengan platform tersebut

Jika platform mengalami masalah teknis atau kebangkrutan, akses terhadap investasi bisa terganggu.

Baca juga:  Beberapa Tempat di Indonesia yang Menjadi Pengrajin Cincin Perak Terbaik

Kasus seperti Tamasia beberapa tahun yang lalu menunjukkan pentingnya memilih platform yang terpercaya dan diawasi oleh otoritas seperti Bappebti.

Selain soal cuan, sebagai muslim kita juga wajib mempelajari fiqh muamalah soal harta haram.

Saya sendiri mengikuti pendapat bahwa membeli emas wajib secara tunai atau kontan.

Kesimpulan

Emas digital menawarkan kemudahan dan aksesibilitas, namun tidak lepas dari risiko.

Sebaagai seorang investor, kamu harus melakukan riset mendalam, memilih platform yang terpercaya, dan memahami semua aspek investasi sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam emas digital.

FAQ

Apakah emas digital aman untuk investasi jangka panjang?

Keamanan tergantung pada platform yang digunakan. Pilih platform yang diawasi oleh otoritas resmi dan memiliki reputasi baik.

Lakukan riset yang mendalam seperti legalitas perusahaan, sertifikasi internasional yang dimiliki, dan review pengalaman dari netizen.

Bagaimana cara mencairkan emas digital menjadi emas fisik?

Sebagian besar platform menyediakan opsi penarikan fisik emas, namun biasanya dikenakan biaya tambahan.

Pastikan memahami syarat dan ketentuan sebelum melakukan pencetakan emas fisik. Baca kembali di poin kelima di atas soal biaya tambahan untuk penukaran fisik emas.

Apakah emas digital bisa diwariskan?

Proses pewarisan emas digital bisa lebih kompleks dibandingkan emas fisik. Konsultasikan dengan pengelola platform dan ahli hukum (pengacara atau notaris) untuk prosedur yang tepat.

Apa yang harus diperhatikan sebelum memilih platform emas digital?

Periksa legalitas, reputasi, biaya transaksi, dan fitur keamanan yang ditawarkan oleh platform.

Apakah hukum emas digital halal atau haram menurut pandangan islam?

Terkait dengan hukum emas digital halal atau haram sebaiknya kamu merujuk pada pendapat ulama, berikut beberapa tulisan yang bisa kamu baca:

1. Hukum Menabung Emas Secara Online
2. Jual Beli Emas via Internet
3. Hukum Beli Emas Virtual Antam
4. Hukum Jual Beli Emas Secara Online
5. Menabung Emas di Pegadaian


Disclaimer: Informasi yang disajikan dalam artikel ini disediakan untuk tujuan umum dan bukan merupakan nasihat investasi. Kami menyarankan kamu untuk berkonsultasi dengan ahli keuangan atau perencana keuangan syariah sebelum membuat keputusan investasi apa pun.

SubscribeSekarang!

Dapatkan akses eksklusif untuk tips digital marketing, panduan teknologi, dan masih banyak lagi!

Proses pendaftaran hampir selesai, mohon cek email Anda, dan klik link konfirmasi pendaftaran newsletter Anda.

Berlangganan Newsletter

Berlangganan Newsletter

Dapatkan akses eksklusif untuk tips digital marketing, panduan teknologi, dan masih banyak lagi!

Proses pendaftaran hampir selesai, mohon cek email Anda, dan Klik link konfirmasi berlangganan email.