Blog Situstarget » Bisnis » 7 Kekurangan SEO Sebagai Strategi Digital Marketing

7 Kekurangan SEO Sebagai Strategi Digital Marketing

Sebelum kamu memutuskan untuk menjalankan strategi digital marketing, ketahui dahulu kekurangan SEO.

Jangan sampai kamu melakukan kesalahan dan membuang uang banyak namun dengan hasil yang kecil atau lama.

Faktanya tidak semua bisnis atau objektif bisnis kamu cocok menggunakan strategi SEO.

Apa itu SEO? SEO merupakan kepanjangan dari Search Engine Optimization.

Strategi di mana kamu akan melakukan optimasi situs web agar tampil di halaman pertama mesin pencari untuk kata kunci tertentu.

Mengapa hanya kata kunci spesifik atau tertentu saja?

Ada beberapa alasan, pertama jumlah kata kunci itu bisa miliaran kata.

Kedua, tidak semua kata kunci relevan dengan bisnis atau produk kamu.

Ketiga, kamu hanya perlu fokus pada kata kunci yang memiliki dampak atau hubungan pada lini bisnis atau produk yang kamu tawarkan.

Dengan mengoptimasi kata kunci tersebut, harapannya calon atau potential customer bisa menemukan situs web kamu pada halaman teratas di hasil pencarian Google.

Sekarang yang jadi pertanyaan adalah apakah strategi SEO cocok untuk bisnis atau usaha saya?

Jawabannya bisa iya dan bisa juga tidak, tergantung dari ekspektasi kamu terhadap SEO itu bagaimana.

Hal terpenting yang harus kamu ketahui di awal adalah SEO tidak memberikan hasil yang instan.

Selain itu, sebagai strategi digital marketing SEO juga memiliki beberapa kekurangan.

Kekurangan SEO Yang Harus Kamu Ketahui

Pada contoh kasus ada perusahaan event organizer yang mau menjual ribuan tiket untuk pameran kebudayaan.

Pameran tersebut akan berlangsung dalam waktu dekat, sekitar dua hingga empat minggu kedepan.

Lalu, tercetuslah sebuah ide untuk membuat strategi digital marketing.

Cara yang diputuskan adalah menggunakan teknik SEO.

Pertanyaan selanjutnya apakah cara ini adalah cara yang terbaik?

Kata kuncinya ada pada objektif bisnis perusahaan tersebut yaitu menjual ribuan tiket.

Selanjutnya kata kunci kedua yaitu tenggat waktu yang dekat.

Apabila SEO dipilih sebagai strategi digital marketing perusahaan tersebut.

Kemungkinan besar objektif perusahaan tersebut tidak akan tercapai. Mengapa?

Nah ini, kita bahas satu per satu kekurangan SEO agar kamu bisa mengetahuinya.

1. Hasil SEO Tidak Instan

Pada saat kamu berkompetisi untuk memenangkan sebuah kata kunci tertentu di Google.

Hasil optimasi SEO yang telah kamu lakukan baru terlihat hasilnya setelah beberapa minggu atau bulan kemudian.

Jadi tidak mungkin, kamu menjalankan strategi SEO pada pagi ini, sorenya sudah terlihat hasilnya.

Pada kasus di atas, strategi digital marketing yang mungkin cocok untuk perusahaan tersebut adalah Social Media Marketing atau Social Media Advertising.

Cara lainnya melalui Search Engine Marketing atau Display Ad Network.

Jadi perusahaan tersebut bisa memilih channel digital marketing berbayar untuk menjalankan sebuah campaign.

Dengan menggunakan iklan tadi, hasilnya bisa lebih cepat dibandingkan menggunakan SEO.

2. Butuh Budget Besar Di Awal

Kekurangan SEO berikutnya yaitu di awal kamu membutuhkan budget yang besar.

Pada saat kamu memilih strategi pemasaran digital menggunakan SEO.

Beberapa budget baru mungkin akan keluar seperti biaya untuk konten marketing.

Sewa domain dan hosting, biaya pembuatan website.

Dan biaya advertorial atau review dari situs populer untuk mendapatkan backlink.

Di awal memang untuk biaya akuisisi pelanggan dengan strategi SEO sangat mahal.

Seiring berjalannya waktu biaya akuisisi pelanggan dengan SEO bisa menjadi sangat murah.

Biaya akuisisi pelanggan istilah lainnya adalah Cost Acquisition Customer (CAC).

3. Kekurangan SEO Tidak Cocok Untuk Bisnis Jangka Pendek

Seperti di awal yang telah saya utarakan bahwa hasil atau dampak dari SEO baru terasa setelah beberapa minggu atau bulan kemudian.

Sehingga apabila bisnis kamu termasuk kategori bisnis untuk jangka pendek maka strategi SEO tidak cocok untuk kamu.

Misalnya bisnis kamu sangat berkaitan dengan momentum atau tren tertentu, bukan untuk jangka panjang.

Kriteria bisnis jangka panjang yaitu bisnis yang kamu rencanakan bisa sustain tiga sampai lima tahun mendatang.

Contoh bisnis jangka pendek seperti bisnis kue lebaran atau bisnis yang hanya memiliki peluang pada saat musim tertentu, bisa musim hujan, panas, musim panen buah, dan semisalnya.

4. Produk Kamu Terlalu Canggih Atau Baru Di Pasaran

Bagi para pemilik bisnis yang memiliki produk unik atau yang terlalu canggih.

Sehingga tidak ada orang yang mencari produk dengan kata kunci tersebut di mesin pencari.

Kemungkinan strategi SEO tidak akan berdampak signifikan pada bisnis kamu.

Misalnya kamu menawarkan barang-barang seni yang jarang orang ketahui.

Atau kamu memiliki produk dengan teknologi tingkat tinggi yang di mana, baru kamu yang menciptakan teknologi tersebut.

5. Kompetisi Tinggi Investasi SEO Semakin Mahal

Pada beberapa ranah industri seperti e-commerce yang saat ini terdapat pemain besar kelas kakap.

Sebut saja ada Tokopedia, Shopee, Bukalapak, JD, Zalora, Blibli, dan lainnya.

Pada saat kamu kompetisi dengan mereka dan ingin mengungguli mereka di halaman pertama.

Kamu perlu menyiapkan dana yang sangat besar untuk itu.

Karena mereka memiliki tim marketing yang banyak ditunjang budget perusahaan yang besar.

Semakin kompetitif niche maka biaya yang kamu keluarkan untuk optimasi SEO juga akan semakin mahal.

6. Tidak Ada Jaminan Kamu Tampil Di Halaman Pertama

Setelah kamu berjuang dan mengeluarkan effort dan dana yang besar di awal.

Hal tersebut tidak menjamin bahwa situs kamu akan tampil di halaman pertama mesin pencari.

Istilah halaman hasil pencarian disebut dengan SERP (Search Engine Result Pages).

Jadi setelah budget dan effort yang kamu lakukan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Lalu situs web kamu belum juga terlihat di halaman pertama mesin pencari jangan sedih. Mengapa?

Karena semua orang tidak mengetahui secara pasti ranking factors dari situs yang masuk ke halaman satu.

Hanya Google yang mengetahui hal ini. Namun, Google telah banyak memberikan kisi-kisinya.

Ini juga menandakan bahwa konsistensi traffic yang akan kamu dapatkan pun pasti berubah dari waktu ke waktu.

Selain itu, kamu tidak akan bisa menungguli mereka yang menggunakan channel berbayar seperti Google Ads.

Mereka yang menggunakan channel berbayar lebih memiliki peluang untuk berada di halaman pertama.

7. Penalti dan Pembaruan Algoritma Google

Ketika kamu mencari panduan SEO di internet, ada banyak orang yang menyarankan berbagai cara tricky.

Sebuah trik untuk mengelabui algoritma Google, sebagai contoh misalnya keyword stuffing.

Di mana kamu membanjiri banyak keyword pada satu halaman web.

Cara-cara black hat SEO seperti ini, apabila kamu lakukan bisa berdampak negatif pada situs web.

Google sudah semakin cerdas dan bisa membedakan mana situs yang berkualitas mana yang terlihat spam.

Sebaiknya hindari menggunakan cara-cara tricky untuk mengakali Google.

Kamu pun perlu selalu mengikuti perkembangan terbaru mengenai algoritma Google, misalnya saja core web vitals.

Kesimpulan

Tidak semua bisnis atau objektif dari bisnis kamu cocok menggunakan optimasi SEO.

Terdapat kelebihan SEO yang memang berguna bagi bisnis dalam waktu jangka panjang.

Namun untuk hasil yang singat dan cepat.

Kamu bisa mempertimbangkan channel berbayar atau iklan untuk menggantikan SEO.

Contoh channel berbayar seperti Social Media Advertising (Facebook Ads, Instagram Ads, dan semisalnya).

Atau Search Engine Marketing dan juga Display Ad Network seperti Google Ads.

Semoga tulisan ini bisa memberikan wawasan baru untuk kamu.

Mohon bantu sebarkan tulisan di atas jika kamu rasa bermanfaat ya, baik itu di Facebook, Twitter, LinkedIn, dll.

Jazakumullah khair.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Gabung Bersama +30.000 Pembaca Kami!

Daftarkan email anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari Situstarget.com.

Proses pendaftaran hampir selesai, mohon cek email Anda dan Klik tombol konfirmasi.

Pin It on Pinterest

Share This