Blog Situstarget » Tips Tekno » Cari Tahu Perbedaan Antara Hosting Dan Domain Di Sini

Cari Tahu Perbedaan Antara Hosting Dan Domain Di Sini

Pada fase awal kamu memiliki sebuah website mungkin terlihat, tidak ada perbedaan antara hosting dan domain.

Orang yang baru memiliki sebuah website, biasanya membeli hosting dan domain di satu perusahaan yang sama.

Jadi seperti satu layanan yang terintegrasi dan tidak bisa terpisahkan. Alah bahasa mu broh! Hehe.

Hosting dan domain adalah dua layanan yang berbeda dan kamu bisa saling menghubungkan keduanya.

Sebagai contoh, saya memiliki hosting di perusahaan A. Lalu, saya membeli domain pada perusahaan B.

Kamu tinggal menghubungkan melalui DNS management pada perusahaan B saja untuk kamu pointing ke nameserver perusahaan A.

Sudah mulai pusing ya? Kita mulai dasarnya aja dulu yuk.

Apa Itu Domain

Pengertian domain secara singkat adalah nama untuk situs web kamu.

Kamu dapat memiliki sebuah domain dengan berlangganan selama minimum kontrak satu tahun.

Setiap jenis domain memiliki harga yang berbeda-beda, rentang harga mulai dari seratus ribuan hingga ratusan juta.

Tergantung dari keunikan dan kependekan nama domain kamu.

Biasanya semakin pendek nama domain, bisa semakin mahal.

Misalnya situs yang memiliki nama dengan dua karakter, harga yang ditawarkan kalau menggunakan domain .id bisa hingga 550juta!

Kalau kamu menggunakan domain dengan ekstensi .com (dot kom), setahun mungkin sekitar Rp. 110.000,- hingga Rp. 150.000,- sudah termasuk PPN.

Saat kamu datang ke situs ini, kamu juga mengakses sebuah domain, yaitu www.SITUSTARGET.com. Benar kan?

Yaiyalah benar, kalau salah kemungkinan besar kamu tidak akan bisa melihat tampilan situs web ini sekarang.

Setiap tanda titik atau dot yang pertama, bisa jadi menghasilkan halaman situs web yang berbeda.

Contohnya www.SITUSTARGET.com akan menampilkan halaman situs web ini, lain hal ketika kamu mengakses tools.SITUSTARGET.com, kamu akan menemukan situs web yang berbeda.

Sebagian pembaca juga mungkin sudah familiar dengan ekstensi domain lain seperti .co.id, .web.id, .net, .org, .go.id, dst.

Setiap nama domain tadi akan mengarahkan ke spesifik situs web tertentu, layaknya sebuah alamat rumah.

Setiap domain memiliki alamat IP Address, yang tentu saja kamu lebih mudah menghafal sebuah nama domain dibandingkan alamat IP Address.

Ada ratusan daftar top-level domain (TLDs) yang ada saat ini.

Fyi, domain yang memiliki asosiasi dengan ccTLD biasanya memiliki persyaratan khusus pada saat kamu mendaftar.

Sebagai contoh, kamu mau mendaftarkan domain dengan ekstensi .co.id maka kamu membutuhkan beberapa persyaratan berikut, seperti:

  • KTP penanggung jawab
  • SIUP/TDP atau Akta Notaris halaman pertama.
  • Scan surat kepemilikan merk jika ada.

Selanjutnya, kita akan membahas mengenai layanan hosting.

Apa Itu Layanan Hosting

Layanan hosting web adalah jasa yang ditawarkan oleh perusahaan hosting untuk menyimpan keseluruhan data situs web kamu.

Untuk dapat membeli sebuah layanan hosting web, penyedia jasa mengharuskan kamu memiliki sebuah domain terlebih dahulu.

Penyedia jasa hosting juga biasanya menawarkan apakah kamu mau membeli domain di mereka atau tidak.

Jika iya, kamu tidak perlu melakukan setup tambahan. Namun jika kamu pilih tidak, kamu masih perlu melakukan sedikit penyesuaian.

Penyesuian yang saya maksud adalah dengan mengubah nameserver atau melakukan pointing A record ke IP server si provider hosting.

Layanan hosting web juga ada beberapa jenis, misalnya shared hosting, WordPress managed, Virtual Private Server, dedicated, dst.

Umumnya pemula hanya membeli layanan shared, managed dan juga VPS. Mengapa dedicated tidak direkomendasikan untuk pemula?

Dua layanan seperti VPS dan dedicated, kamu memerlukan sedikit pengetahuan teknis dibandingkan layanan shared maupun managed.

Yuk kita bahas lebih dalam mengenai layanan-layanan tersebut, kita mulai dari yang paling mudah dan murah. hehe.

Shared Hosting

Pada layanan shared hosting, ada beberapa situs web yang dihost pada server yang sama.

Jenis paket layanan ini cocok untuk website dengan traffic yang masih kecil, blogger pemula, atau pemilik bisnis yang masih early stage.

Setiap website akan mendapatkan resource RAM dan CPU yang sama. Pada saat traffic kunjungan masih relatif rendah.

Server masih sanggup menangani traffic tersebut. Namun jika salah satu website mendapatkan lonjakan traffic yang tinggi.

Kemungkinan seluruh website yang ada pada layanan shared hosting tersebut akan terdampak, seperti down atau lambat saat dibuka.

Virtural Private Server Dan Dedicated

Berbeda dengan layanan seperti shared hosting. Pada layanan dedicated, kamu memiliki jatah resource server sendiri.

Sehingga website kamu dapat menampung traffic yang lebih besar. Kamu pun bisa host banyak file atau file dalam ukuran yang besar.

Dalam layanan ini juga kamu akan diberikan akses pada akun root. Tim IT bisa memanfaatkannya untuk mengelola server melalui SSH.

Selain itu, layanan dedicated ada yang juga yang menawarkan layanan dedicated managed, yang di mana kamu tidak membutuhkan staff IT.

Managed

Layanan managed memudahkan kamu untuk fokus pada konten dan tidak perlu mengetahui hal-hal teknis terkait server.

Kamu bisa lebih fokus mengelola dan membuat konten untuk website dibandingkan pusing mikirin pekerjaan lain.

Pada saat kamu mengelola VPS sendiri atau istilahnya adalah unmanaged kamu harus memikirkan beberapa hal berikut, seperti:

  • Pada tahap awal perlu melakukan instalasi web server.
  • Hardening security untuk server.
  • Mengatur proses backup harian.
  • dst.

Belum lagi kalau kamu salah menghapus file atau salah melakukan pengaturan pada level sistem operasi sehingga layanan tertentu menjadi crash.

Kepala rasanya mau pecah sih saat benerinnya. Paket unmanaged cocok kalau kamu memang sudah memiliki tim yang ahli atau ada bagian tim IT sendiri.

Nah, konsep managed ini cocok buat mereka yang tidak memiliki kemampuan IT atau resource yang terbatas.

Di satu sisi, situsnya mulai memiliki traffic yang besar. Sehingga membutuhkan layanan seperti VPS Managed atau Dedicated Managed.

Alasan Memisahkan Domain Dan Hosting

Praktis memang kalau domain dan hosting berada di perusahaan yang sama.

Namun kalau ditinjau dari segi keamanan lain cerita.

Ada setidaknya dua alasan mengapa kamu harus memisahkan antara layanan hosting dan domain.

Pertama, kasus peretasan perusahaan hosting sudah marak terjadi. Pada saat perusahaan hosting dan domain kamu terkena hack.

Kemungkinan besar, situs kamu akan terkena imbasnya. Si peretas bisa saja mencuri dan melakukan transfer domain.

Jika hal ini terjadi, kamu akan kehilangan kepemilikan domain.

Kedua, menghindari kehilangan domain. Kita ambil contoh seperti di awal. Kamu membeli dua layanan hosting dan domain bersamaan.

Keduanya untuk paket selama satu tahun. Namun di pertengahan tahun. Kamu mengganti layanan hosting ke perusahaan lain.

Kamu pun membeli paket hosting untuk satu tahun lagi. Sehingga domain expired lebih cepat dibandingkan hosting.

Hal ini yang terkadang pemula suka lupa, sudah perpanjang hosting tetapi tidak perpanjang domain.

Kamu bisa saja kehilangan domain selamanya jika domain kamu expired dan tiba-tiba ada orang yang membeli.

Kalau sudah seperti ini, kamu akan kehilangan akses domain selamanya.

Kebayang ga kalau kamu sudah mengeluarkan banyak biaya untuk branding dengan domain tersebut?

Ruginya bertubi-tubi, belum lagi domain juga terhubung dengan nama email kan?

Yuk, diskusi di kolom komentar jika kamu memiliki pertanyaan seputar hal ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Gabung Bersama +30.000 Pembaca Kami!

Daftarkan email anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari Situstarget.com.

Proses pendaftaran hampir selesai, mohon cek email Anda dan Klik tombol konfirmasi.

Pin It on Pinterest

Share This