Blog Situstarget » Inspirasi » Pengalaman Terpapar Covid-19 Dan Isolasi Mandiri, Ternyata Sisi Lain Ini yang Lebih Menyakitkan Dari Terinfeksi Covid!

Pengalaman Terpapar Covid-19 Dan Isolasi Mandiri

Mohon maaf sebelumnya artikel di Blog Situstarget selama beberapa hari belakangan ini belum pernah update lagi.

Pada tanggal 04 Juli 2021, saya melakukan rapid test antigen dan hasilnya menunjukan positif terpapar covid-19.

Sebelum memutuskan untuk antigen, ada beberapa gejala yang saya rasa ini bukan sakit biasa.

Seperti badan terasa sakit semua, demam, batuk yang terasa lebih berat dan nyeri di dada.

Qadarullah wa maa syaa a fa’al, sudah berusaha maksimal menjalankan protokol kesehatan tetapi tetap sakit juga.

Keesokan harinya, anak ternyata batuk-batuk. Batuknya sama seperti saya, lebih berat dan intensitasnya sering.

Selang satu hari, kami sekeluarga melakukan rapid antigen. Hasilnya anak positif dan istri negatif.

Ikhtiar Berobat dan Isolasi Mandiri

Gelaja covid yang saya rasakan, yang paling berat adalah soal batuk.

Setiap kali batuk intensitasnya sering dan terasa nyeri di dada.

Alhamdulillah, tidak sampai kehilangan indera penciuman maupun rasa di lidah.

Beberapa teman menyarankan untuk meminum herbal seperti qusthul hindi, madu, dan habbatussauda.

Di samping itu, ada beberapa vitamin yang saya minum seperti Vitamin C 1000, Zinc, dan Vitamin D.

Obat dari klinik hanya obat demam, nyeri, batuk, dan antibiotik.

Tidak ada obat antivirus, yang seharusnya obat ini menjadi salah satu obat terpenting.

Saya sudah coba mencari obat antivirus menggunakan resep dokter di aplikasi Halodoc, Alodokter, dan K24Klik.

Hasilnya nihil. Beberapa teman dan guru menyarankan herbal qusthul hindi tersebut.

Berbekal pengalaman mereka yang juga penyintas covid-19, bismillah saya coba obat herbal tersebut.

Setelah 2 hari minum, perbedaan yang saya rasakan yaitu setiap kali batuk sudah tidak terasa sesak atau nyeri lagi.

Ikhtiar lain yang juga sudah saya lakukan yaitu mengikuti program vaksinasi pertama di tanggal 23 Juni 2021.

Do you know what the most pain?

Hal yang paling menyakitkan dari penyakit ini adalah kesendirian…

Pengalaman Isolasi Mandiri Karena Terpapar Covid-19

Isolasi mandiri di rumah itu serasa seperti sedang di penjara.

Bayangkan lagi sakit, butuh dukungan dari keluarga tetapi mereka pun tidak bisa dekat dengan kita, lalu semua pekerjaan harus dilakukan sendiri.

Ada kekosongan di hati, terasa hampa, dan putus asa.

Namun sebagai seorang muslim, kita tidak boleh berputus asa begitu saja.

Teringat kisah Nabi Yunus alaihissalam, yang Allah berikan ujian dimakan oleh ikan.

Beliau berada di tiga kegelapan, yaitu kegelapan perut ikan, kegelapan dasar laut, dan di kegelapan malam.

Sungguh kalau bukan pertolongan Allah azza wa jalla, tidak ada satu mahluk pun yang bisa menyelamatkannya.

Setelah mendapatkan hasil test antigen yang menunjukan bahwa saya terpapar covid-19, saya langsung menghubungi beberapa teman, keluarga dan guru yang insyaAllah mereka termasuk orang-orang soleh.

Saya meminta doa dan dukungan dari mereka semua. Hal ini yang mengisi kehampaan hati.

Selain itu, saya pun mengingat kembali hadits dari baginda Rasulullah sallahu alaihi wassalam.

Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah, mereka mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ وَلاَ نَصَبٍ وَلاَ سَقَمٍ وَلاَ حَزَنٍ حَتَّى الْهَمِّ يُهَمُّهُ إِلاَّ كُفِّرَ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِهِ

Tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah berupa rasa sakit (yang tidak kunjung sembuh), rasa capek, rasa sakit, rasa sedih, dan kekhawatiran yang menerpa melainkan dosa-dosanya akan diampuni” (HR. Muslim no. 2573).

Dari Mu’awiyah, ia berkata bahwa ia mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَا مِنْ شَىْءٍ يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ فِى جَسَدِهِ يُؤْذِيهِ إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ عَنْهُ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِه

Tidaklah suatu musibah menimpa jasad seorang mukmin dan itu menyakitinya melainkan akan menghapuskan dosa-dosanya” (HR. Ahmad 4: 98. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata bahwa sanadnya shahih sesuai syarat Muslim).

Dan tentu saja, saya menyakini bahwa musibah ini datang bisa jadi karena dosa dan maksiat yang pernah saya lakukan sebelumnya.

Isolasi mandiri menjadi ajang untuk introspeksi diri.

Alhamdulillah pada tanggal 10 Juli 2021, hasil test Swab yang menggunakan jasa drive thru Halodoc menunjukan hasil negatif.

Semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi buat teman-teman yang sedang isoman maupun dalam kondisi perawatan di rumah sakit.

Ikhtiar Lain Yang Mungkin Suka Terlupa…

Selain meminum obat dari dokter, herbal, dan vitamin.

Ikhtiar lain yang bisa kamu lakukan yaitu dengan berdoa zikir pagi dan petang.

Berjemur di pagi hari dan olahraga kecil.

Olahraga kecil ini paling sering saya lakukan di malam hari.

Ntah karena istirahat di siang hari yang terlalu sering, sehingga saya sulit untuk tidur di malam harinya.

Kondisi sulit tidur tadi saya manfaatkan untuk olahraga kecil.

Oh ya pada saat tubuh tidak sanggup untuk berdiri ketika shalat, cobalah untuk shalat sambil duduk.

Penting untuk menjaga aspek imun dan iman selama proses recovery ini.

Kita tidak boleh menggantungkan kesembuhan hanya pada obat dan dokter.

Ingat bahwa penyakit ini Allah yang menciptakan.

Dan tiada daya dan upaya yang bisa menyembuhkan kecuali pertolongan dari-Nya.

Terakhir, yaitu perbanyakalah istighfar.

Semoga tulisan singkat ini bisa bermanfaat, mohon bantu sebarkan tulisan ini jika kamu rasa bermanfaat ya!

Barakallahufikum.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.