7 Jenis Backlink yang Sebaiknya Kamu Harus Hindari

Jenis backlink yang berpengaruh buruk terhadap SEO situs kamu

Di dunia SEO, backlink memiliki peran yang vital. Namun, apa sebenarnya backlink itu? Backlink adalah tautan yang mengarah ke website kamu dari web orang lain. Sederhananya, backlink adalah rekomendasi dari satu situs web ke situs web yang lain.

Backlink menjadi salah satu aspek penting dalam optimasi mesin pencari (SEO) karena dapat meningkatkan otoritas dan kredibilitas website kamu, yang pada akhirnya akan meningkatkan peringkat di mesin pencari.

Tapi tahukah kamu bahwa ada backlink juga yang malah membuat kinerja SEO kamu menjadi menurun, jadi tidak semua backlink bisa diartikan berkualitas. Ada juga beberapa jenis backlink yang sebaiknya kamu hindari.

Ciri Backlink Tidak Berkualitas

Pada saat kamu ingin melakukan optimasi SEO off-page, kamu juga harus memahami beberapa jenis backlink yang kemungkinan bisa merusak citra website kamu, dan sebaiknya kamu tidak menggunakan jenis backlink berikut ini:

Hindari backlink yang berasal dari situs dengan banyak iklan atau yang terlihat mencurigakan.

Situs seperti ini seringkali memiliki tujuan merusak reputasi situs lain.

Adapun konten di situs mereka terkadang hanya berupa copy-paste dari website orang lain.

Atau ada juga yang hasil dari Auto Generated Content (AGC) dari sebuah aplikasi atau software otomatis.

Pada saat dibaca juga seperti “tidak ada nyawanya” karena memang dibuat oleh robot.

Jika kamu memiliki website tentang kesehatan, backlink dari situs game mungkin tidak relevan.

Atau misalnya website kamu membahas tentang teknologi tapi kamu mendapatkan backlink dari situs kuliner.

Ini juga kurang relevan, backlink yang bagus adalah backlink yang berasal dari website dengan topik atau niche yang sama.

Baca juga:  Cara Memasang Favicon Di Situs Wordpress

Semakin banyak situs atau media online kredibel yang memberikan backlink ke situs kamu.

Secara tidak langsung mereka mengakui bahwa konten kamu berkualitas.

Tidak semua backlink berbayar itu buruk, tetapi kamu harus hati-hati dengan situs yang menyediakan jasa backlink berbayar.

Alasannya adalah karena bisa jadi mereka menjual backlink ke semua orang yang bisa membayar jasa mereka.

Sehingga situs mereka menjadi sarang berkumpulnya website spam.

Pada akhirnya backlink yang diberikan pun nilainya berkurang atau bahkan bisa membuat situs kamu ikut terkena hukuman.

Google dapat menghukum situs yang terlibat dalam praktik pembelian backlink ini.

Di sisi lain, Google sendiri tidak melarang praktik backlink berbayar atau pertukaran backlink secara mutlak.

Seperti pada kegiatan sponsorship atau periklanan, selama atribut “nofollow” atau “sponsored” digunakan pada link tersebut.

Kualitas konten situs pemberi backlink sangat penting.

Hindari backlink dari situs dengan konten yang tipis atau tidak berguna.

Salah satu indikator apakah sebuah situs itu bermanfaat atau tidak bisa dilihat dari produksi kontennya.

Situs yang digarap dengan serius, biasanya memiliki konten dengan pembahasan yang mendalam.

Mereka menunjukan bahwa situs mereka berkualitas, terpercaya, dan memang expert di bidangnya.

Konten berkualitas semacam ini yang nantinya menjadi magnet bagi pembacanya.

Saat pengunjung website membuka situs mereka, pembaca website mereka seperti tercerahkan atau mendapat inspirasi.

Nah, pengalaman semacam ini akan sangat sulit didapatkan pada konten yang tipker (tipis kering).

Martabak kali tipker, hehe.

Reputasi situs pemberi backlink penting. Hindari tautan dari situs yang memiliki reputasi buruk di mata Google.

Kita sudah membahas sebagian terkait ciri situs yang tidak terpercaya dari beberapa poin di atas.

Seperti situs dengan konten yang berkualitas rendah, banyak memuat topik sensasional atau berita palsu.

Selain itu juga ciri lainnya adalah situs tersebut menyediakan konten yang melanggar hukum, hak cipta, ilegal, dan konten dewasa.

Baca juga:  Tool SEO Powerful dan Gratis dari Tools.Situstarget.com

Backlink dari situs yang sudah dihukum oleh Google dapat menyeret situs kamu ke dalam masalah yang lebih besar.

Google biasanya memberikan red flag pada situs yang menyebarkan konten malware, phising, dan yang melanggar hukum.

Website kamu bisa juga terkena imbas penalti, jika terdeksi oleh Google membeli backlink dari situs yang bermasalah.

Sangat penting untuk memeriksa kesehatan situs yang akan kamu ajak kerjasama.

Kamu bisa menggunakan tools online dari Google yaitu Status Situs Safe Browsing untuk mengetahui apakah situs yang akan kamu ajak kerjasama memiliki konten yang tidak aman.

Cara menggunakan Status situs Safe Browsing Google

Jika hasilnya tidak ada maka kamu bisa lanjut bekerjasama dengan pemilik situs tersebut.

Backlink yang dibuat secara otomatis melalui perangkat lunak seringkali tidak berkualitas.

Software pembuat backlink sering kali membuat link ke berbagai situs yang tidak relevan dan berkualitas.

Seperti memanfaatkan fitur komentar pada situs yang tidak melakukan filterlasi komentar.

Posting di berbagai di forum online secara random.

Intinya kegiatan yang dilakukan lebih banyak ke spam link.

Hasilnya bagaimana? Hampir tidak ada bahkan bisa berdampak negatif untuk situs kamu.

So, selalu prioritaskan backlink yang diperoleh secara alami.

Cara Mengecek Backlink Pada Website Dengan Menggunakan Google Search Console

Untuk menemukan dan mengindentifikasi backlink yang buruk.

Kamu bisa lebih cepat dan mudah menemukannya menggunakan tools semisal SEMRush atau Ahrefs.

Minimal tiga hal yang harus kamu periksa dari backlink yang dinilai buruk ini.

Pertama adalah relevasi dari pembahasan konten situs yang memberikan backlink.

Kedua adalah anchor link yang digunakan untuk menautkan situs kamu.

Ketiga cek berapa banyak tautan keluar di halaman situs web, yang ada backlink kamu di dalamnya.

Opsi lain juga kamu bisa melihat dari patokan domain rating atau domain authority-nya.

Gambar di atas adalah cara mengecek backlink yang masuk ke situs kita dengan menggunakan Search Console.

Caranya yaitu buka menu Links > External links > dan lihat backlink yang masuk ke setiap halaman website.

Baca juga:  Akun Instagram Diblokir? Ini Cara Mengembalikannya

Setelah kamu melakukan sortir pada backlink yang kurang bermanfaat.

Sekarang saatnya memberitahu Google bahwa kamu mau menolak backlink dari situs tersebut.

Cara yang paling direkomendasikan adalah menghubungi si pemilik situs dan meminta mereka menghapus backlink.

Jika dengan cara ini tidak bisa, kita bisa menolak backlink menggunakan alat seperti Google Search Console.

Cara Menolak Backlink Di Google Search Console Melalui Disavow links to your site

Buka dahulu halaman disavow links di Google Search Console, masukan halaman dan domain yang ingin ditolak.

Contohnya sebagai berikut ini:

# Dua halaman yang akan ditolak
http://spam.example.com/stuff/comments.html
http://spam.example.com/stuff/paid-links.html

# Satu domain yang akan ditolak
domain:shadyseo.com

Jangan lupa menyimpan file tersebut dalam format *.txt dan klik tombol Upload disavow list.

Kesimpulan

Backlink memang penting, namun kualitasnya jauh lebih penting daripada kuantitasnya.

Selalu berhati-hati dengan jenis backlink yang kamu terima.

Ingatlah, dalam dunia SEO, kualitas selalu mengalahkan kuantitas.

Untuk mendapatkan backlink yang berkualitas maka kamu perlu membuat konten yang berkualitas.

Jangan lupa membuat jaringan pertemanan dengan para pemilik situs yang terkait dengan industri kamu.

Lupakan strategi black hat SEO dan bermainlah di strategi jangka panjang dengan mengikuti panduan white hat SEO.

FAQ (Pertanyaan Umum)

Apa itu backlink?

Backlink adalah tautan yang mengarah ke website kamu dari website lain.

Apakah semua backlink baik untuk SEO?

Tidak, hanya backlink berkualitas yang bermanfaat bagi SEO.

Bagaimana cara mendapatkan backlink berkualitas?

Salah satu caranya adalah dengan membuat konten yang bermanfaat dan berkualitas.

Apakah backlink berbayar aman?

Tidak, Google bisa menghukum situs yang membeli backlink atau yang bertukar link tanpa memberikan atribut “nofollow” atau “sponsored”.

Bagaimana saya tahu jika backlink saya buruk?

Kamu bisa menggunakan alat seperti Google Search Console, Ahrefs, atau SEMRush untuk memeriksa dan menganalisis backlink kamu.

Sumber:

https://ahrefs.com/blog/bad-links/

About The Author

Gabung Bersama +30.000 Pembaca Kami!

Daftarkan email anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari Situstarget.com.

Proses pendaftaran hampir selesai, mohon cek email Anda dan Klik tombol konfirmasi.

Pin It on Pinterest

Share This