6 Alasan Kenapa Saya Menghindari VPN Gratis

Kenali 6 Risiko Menggunakan VPN Gratis yang Jarang Orang Ketahui

Banyak orang mengira kalau pakai VPN gratis saat terhubung ke WiFi publik seperti (bandara, kafe, atau hotel) dia kira itu sudah aman.

Faktanya menggunakan VPN gratis dari developer yang tidak terpercaya bisa membuat kamu dalam bahaya. Kamu bisa jadi korban pencurian data. Kok bisa?

Saya beritahu beberapa alasan mengapa VPN gratis itu berisiko, sebaiknya kamu menggunakan VPN dari perusahaan yang jelas dan memiliki reputasi yang bagus saja.

1. Enkripsi Palsu Atau Lemah

VPN yang seharusnya bisa melindungi kamu agar orang lain di WiFi publik tidak bisa mengintip data kamu.

Ternyata di beberapa aplikasi VPN gratis yang beredar luas di Playstore pernah ditemukan masalah VPN tidak mengenkripsi dengan benar dan memakai sistem keamanan yang usang.

Dua masalah ini, yang bikin data kamu bisa diintip bahkan dicuri. Saat login akun internet banking, buka email, atau akses aplikasi tertetu.

Data penting seperti cookie login atau token bisa saja dicuri lewat penyadapan di jaringan WiFi publik.

Banyak VPN gratis menggunakan algoritma enkripsi usang yang sudah bocor, seperti protokol PPTP yang dapat dibobol oleh peretas dalam hitungan menit.

2. Data Kamu Bisa Saja “Dijual” (Data Harvesting)

Menjalankan server VPN itu ada biayanya, setiap bulan minimal kamu harus membayar biaya sewa server, jaringan, listrik, dan sebagainya.

Banyak penyedia VPN gratis yang menghasilkan uang dari mengumpukan dan menjual data pengguna atau data harvesting istilah lainnya.

Baca juga:  7 Cara Meningkatkan Privasi Pengguna WhatsApp

Penyedia VPN mengumpulkan “jejak digital” kamu seperti:

  • Situs apa yang kamu buka (pola/tujuan)
  • Kapan kamu online
  • Perkiraan lokasi dari IP
  • Permintaan DNS (jejak domain yang kamu akses).

Data ini dapat dipakai untuk membuat profil kebiasaan online kamu.

Lalu dijual ke pihak lain seperti pihak pengiklan atau pemasaran.

Tidak hanya itu, bahkan mereka juga menjual ke pihak penipu online atau agen judi online.

3. Iklan & Risiko “Man-in-the-Middle”

Sebagian VPN gratis “memaksa” instalasi izin tingkat tinggi di perangkat smartphone.

Dalam kasus tertentu, mereka berupaya:

  • Menyuntikkan iklan ke halaman web.
  • Memasang sertifikat khusus agar lalu lintas bisa “dibaca lalu dibungkus lagi”.

Kelihatannya saat akses situs HTTPS tidak ada masalah.

Padahal koneksi kamu saat ini bisa saja sedang dimata-matai atau dimodifikasi.

4. Ada Malware Tersembunyi (Trojan, Crypto Mining, Botnet)

Pernah ada aplikasi berbahaya yang di takedown oleh Playstore karena mengandung malware. Mereka menyusupkan trojan untuk mencuri data.

Selain itu, ada juga yang memanfaatkan perangkat kamu untuk kegiatan mining crypto. Bahkan ada yang membuat pasukkan bot (botnet) dari HP atau laptop yang terinfeksi.

Kalau perangkat HP kamu tiba-tiba lemot, cepat panas, boros baterai setelah install VPN gratis, lakukan pemindaian antivirus sesegera mungkin.

5. Sering Kena Blokir & CAPTCHA

Alamat IP yang diberikan oleh VPN gratisan biasanya jumlahnya terbatas. Banyak pengguna memanfaatkan VPN gratis baik untuk tujuan mulia sampai tindak pidana kejahatan.

Akhirnya saat kamu membuka situs yang dilindungi oleh Cloudflare misalnya, kamu jadi sering disuruh verifikasi CAPTCHA atau bahkan diblokir gara-gara pakai VPN.

6. Klaim “No-Logs” Padahal Masih Ada Pencatatan

Banyak VPN gratis mengiklankan “no-logs policy” (tanpa catatan). Namun faktanya mereka masih menyimpan data seperti:

  • Catatan koneksi
  • Waktu penggunaan
  • IP
  • Data diagnostik/telemetri
Baca juga:  Cara Mengetahui Lokasi Anak dengan Menggunakan Aplikasi Smartphone Berikut Ini

Jika ada tuntutan secara hukum, data ini bisa diserahkan karena mereka tidak punya insentif besar untuk “melindungi” pengguna gratisan.

Setelah membaca fakta di atas, kamu masih mau pakai VPN gratis dari sumber tidak terpercaya? Coba pikir ulang lagi.

SubscribeSekarang!

Dapatkan akses eksklusif untuk tips digital marketing, panduan teknologi, dan masih banyak lagi!

Proses pendaftaran hampir selesai, mohon cek email Anda, dan klik link konfirmasi pendaftaran newsletter Anda.

Berlangganan Newsletter

Berlangganan Newsletter

Dapatkan akses eksklusif untuk tips digital marketing, panduan teknologi, dan masih banyak lagi!

Proses pendaftaran hampir selesai, mohon cek email Anda, dan Klik link konfirmasi berlangganan email.