Ini pengalaman kesekian kali cobain provider VPS murahan, yang ujungnya bisa ketebak.
Ya, cuma penyesalan…
Provider hosting yang saya coba ini dari negara tetangga Singapura.
Kalau saat pakai provider hosting lokal penyesalannya uptime yang tidak menentu.
Baru juga beli dan setup VPS, harus nunggu sekian jam karena server down.
Awalnya CS bilang lagi ada maintenance tapi kok tidak ada pemberitahuan sebelumnya.
Setelah komplain kesekian kali baru diinformasikan kalau server terkena serangan DDOS.
Terus yang ini kasusnya seperti apa? Nanti saya ceritain di akhir.
Ini saya share dulu pengalaman buruk dan learning points yang bisa kamu ambil.
Daftar Isi
Harga VPS Belum Tentu Mencerminkan Kualitas
Kata murah di sini sebenarnya relatif ya, tergantung dibandingkan dengan apa dengan apa.
Nah, sebelum kita memilih VPS ada baiknya kamu mengetahui market leaders di industri ini.
Sebut saja ada Alibaba, Amazon Cloud, Microsoft Azure, Google Cloud, dan masih banyak lagi.
Pemain-pemain besar ini juga memiliki produk VPS juga namun soal harga ya mahal. Haha.
Ada pemain berikutnya yang cukup populer seperti Linode, UpCloud, Digital Ocean, Vultr.
Ini pemain cloud VPS yang menawarkan harga yang relatif lebih murah.
Soal kualitas gimana? Performa mereka cukup baik dan stabil sih berdasarkan pengalaman.
Ada uga VPS yang harganya mahal tetapi secara kualitas tidak sebanding dengan performanya.
Performa VPS bisa diketahui setelah kita mencoba langsung produknya.
Atau kamu bisa mengetahuinya dengan melihat laporan uji VPS di situs ini.
Tinggal beri centang provider VPS yang ingin kamu bandingkan dan klik tombol compare.

Ada juga VPS yang lebih murah lagi dibandingkan pemain-pemain tadi.
Murahnya ini pake banget bahkan, terus kualitas mereka gimana?
Ada yang bagus, ada juga yang zonk. Di kasus saya, saya dapat yang zonk.
1. Kinerja Server VPS yang Lambat

Ada beberapa masalah yang saya alami selama menggunakan provider PVS yang berlokasi di Singapura.
Paket yang saya pilih yaitu RAM 6GB, 4 vCPU Cores, dan 400 GB SSD.
Harga juga murah kurang dari $7 USD per bulan dan berlokasi di Singapura.
Kapasitas server dengan RAM besar dan CPU 4 cores seharusnya mumpuni.
Kenyataannya server sering kali lambat dalam merespon permintaan.
Proses backup juga selalu mengalami kegagalan dan sangat lambat.
Akhirnya saya memutuskan menonaktifkan langganan VPS, hanya dipakai 3 hari saja.
Pengalaman buruk berikutnya dengan provider VPS lokal soal downtime.
2. Server Sering Mengalami Down

Pengalaman buruk salah pilih provider VPS, yang berikutnya dari pemain lokal.
Saya sudah melakukan pembayaran dan ingin melakukan setup server, VPS malah mati total.
Mati awal cuma 5 menitan terus berlanjut jadi 30 menit dan semakin lama.
Customer Service ketika saya tanyakan katanya sedang ada maintenance.
Anehnya maintenance biasanya diberitahukan jauh-jauh hari kepada pelanggan, ini dadakan.
Setelah kirim tiket dan terus follow up kapan VPS bisa kembali menyala.
Dari pihak CS baru info kalau server terkena serangan DDOS sehingga VPS sering down.
Saya akhirnya hanya memakai jasa dari penyedia VPS lokal ini hanya tujuh hari.
Terpaksa saya harus kembali mencari penyedia VPS yang berkualitas di luar sana.
3. Dukungan Pelanggan yang Buruk

Saya juga pernah membeli layanan VPS dari Eropa yang harganya juga murah.
Dukungan pelanggan yang saya dapatkan pada saat order VPS cukup mengecewakan.
Pertama, pada saat mendaftar kita perlu memberikan KTP atau Passpor.
Kita tidak bisa langsung membeli dan masih perlu menunggu beberapa hari untuk verifikasi.
Kedua, komunikasi dengan pihak CS juga sangat lambat dan tidak reponsif.
Terus performa server gimana? Ya cuma bisa elus dada dan sabar…
Tips Memilih VPS yang Tepat

Saya juga pernah posting di LinkedIn terkait cara memilih provider VPS berkualitas hanya dengan melihat halaman about us.
Inti dari pembahasan yang saya tulis di LinkedIn tersebut adalah kalau ada penyedia VPS mengatakan bahwa mereka telah melakukan sertifikasi ISO internasional.
Semakin banyak sertifikasi yang mereka ikuti, hal ini menandakan bahwa perusahaan tersebut memang berkomitmen menjaga kualitas produk dan manajemen di dalamnya.
Saya menyarankan agar kamu membeli produk VPS pada perusahaan yang legal dan hindari membeli produk dari yang sekedar reseller atau perorangan.
Jangan lupa selalu melakukan riset seperti yang sudah disinggung di poin sebelumnya. Gunakan situs VPSBencmarks untuk mengetahui performa dari server VPS.
Lihat juga testimoni dan review pelanggan, cari yang rating-nya bagus dan mendapatkan pujian atau review yang positif dari pelanggan mereka.
Kesimpulan
Dari pengalaman ini, saya jadi belajar bahwa murah tidak selamanya itu hemat.
VPS yang murah meriah mungkin cocok untuk media pembelajaran seperti belajar cara mengelola server, belajar mengatur jaringan, aplikasi, dsb.
Jika tujuannya untuk bisnis sebaiknya cari penyedia VPS yang handal, di akhir artikel ini saya akan berikan beberapa rekomendasi penyedia VPS yang berkualitas.
Sebelum membeli layanan VPS ada baiknya kamu riset dahulu terkait performa server, uptime server, dan customer support dari perusahaan tersebut apakah memiliki review yang baik.
Kalau reputasi online-nya banyak yang komplain, rating-nya buruk, terus komentar dari netizen juga pada pedas, sebaiknya segera skip dan cari provider VPS yang lain.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa risiko menggunakan VPS yang asal murah?
Risikonya seperti yang sudah saya jelaskan yaitu performa server yang buruk, downtime yang tinggi, dukungan pelanggan yang mengecewakan, dan bahkan keamanan data mereka minim sehingga mudah untuk diretas.
Adakah rekomendasi penyedia VPS berkualitas?
Bagaimana cara migrasi dari shared hosting ke VPS?
Buat kamu yang ingin meningkatkan pengalaman pengguna dengan melakukan migrasi ke VPS. Kamu bisa melakukan pemesanan jasa migrasi shared hosting ke VPS di Situstarget ini.
Apa saja ciri VPS yang berkualitas?
Ciri-ciri VPS yang berkualitas yaitu uptime yang tinggi, dukungan pelanggan yang baik, dan performa server dan jaringan yang mumpuni.
Apakah VPS murah selalu buruk?
Tidak semua yang murah itu performanya jelek, kamu tetap harus melakukan riset dan memilih penyedia VPS yang sesuai dengan kebutuhan kamu.








