101 Daftar Istilah Ekspor Impor Internasional

Saat mempelajari dunia ekspor dan impor kamu pasti menemukan istilah asing, berikut ini adalah istilah ekspor impor yang sering digunakan.

Dari daftar istilah ini mungkin ada kata yang memiliki makna ganda seperti pemerintah, dalam arti bisa pemerintah Indonesia atau pemerintah negara lain atau bisa juga pemerintah dalam arti umum.

A

Air Waybill (AWB) adalah dokumen yang digunakan untuk mengirim barang melalui udara. AWB merupakan bukti pengiriman barang melalui penerbangan, dan juga merupakan kontrak antara pengirim dan penerima barang. AWB biasanya diterbitkan oleh perusahaan pengangkutan udara atau agen pengiriman barang, dan mencakup informasi tentang pengirim, penerima, dan deskripsi barang yang dikirim, serta jumlah yang harus dibayar untuk pengiriman barang tersebut. AWB juga dapat dijadikan sebagai alat pembayaran jika barang tersebut dijual kepada pihak ketiga.

Agricultural commodities adalah produk pertanian yang diperdagangkan di pasar internasional, baik melalui ekspor maupun impor. Agricultural commodities termasuk komoditas pertanian seperti gandum, jagung, padi, kedelai, kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran, daging, telur, susu, dan produk olahannya. Agricultural commodities juga termasuk produk hewan seperti ayam, sapi, kambing, dan domba. Ekspor agricultural commodities adalah kegiatan menjual produk pertanian ke negara lain. Impor agricultural commodities adalah kegiatan membeli produk pertanian dari negara lain. Ekspor dan impor agricultural commodities memainkan peran penting dalam perekonomian suatu negara, terutama bagi negara-negara yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki potensi untuk menghasilkan produk pertanian yang bermutu tinggi. Perdagangan agricultural commodities juga merupakan sumber pendapatan bagi petani dan produsen produk pertanian di negara-negara dengan kelebihan produksi.

Air Shipping Weight (SWT) adalah berat total suatu paket yang dikirim melalui penerbangan, termasuk berat paket itu sendiri, kemasan, dan dokumen yang terkait. SWT biasanya digunakan untuk menghitung biaya pengiriman paket melalui penerbangan. Dalam konteks ekspor dan impor, SWT sering digunakan sebagai acuan dalam menentukan biaya pengiriman barang ke luar negeri. Penerima barang di luar negeri biasanya harus membayar biaya pengiriman barang sesuai dengan SWT yang tercantum dalam dokumen pengiriman, seperti Air Waybill (AWB). Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa SWT yang tercantum dalam dokumen pengiriman sesuai dengan berat sebenarnya dari barang yang dikirim, agar tidak terjadi kesalahan dalam pembayaran biaya pengiriman.

Automated Broker Interface (ABI) adalah sistem yang digunakan oleh Kantor Bea dan Cukai Amerika Serikat (US Customs and Border Protection, CBP) untuk memproses dan mengatur kegiatan perdagangan internasional yang terjadi di wilayah Amerika Serikat. ABI memungkinkan para eksportir, importir, dan broker perdagangan untuk mengirim dan menerima informasi tentang kegiatan perdagangan mereka secara elektronik ke dan dari CBP. ABI memudahkan proses pengiriman barang ke Amerika Serikat dengan menyediakan cara yang cepat dan efisien untuk mengirim dan memproses dokumen keberangkatan dan keberadaan barang. ABI juga membantu menjamin keamanan perdagangan internasional dengan memungkinkan CBP untuk memantau dan mengatur kegiatan perdagangan yang terjadi di wilayah Amerika Serikat. ABI merupakan bagian dari sistem elektronik perdagangan internasional yang dikembangkan oleh CBP, yang disebut Automated Commercial System (ACS).

Automated Export System (AES) adalah sistem yang digunakan oleh Kantor Bea dan Cukai Amerika Serikat (US Customs and Border Protection, CBP) untuk mengumpulkan dan mengelola informasi tentang ekspor yang terjadi dari wilayah Amerika Serikat. AES memungkinkan para eksportir untuk mengirimkan informasi tentang barang yang akan diekspor secara elektronik ke CBP, sehingga mempermudah proses pengiriman barang ke luar negeri. Informasi yang dikirimkan melalui AES biasanya termasuk deskripsi barang yang akan diekspor, tujuan pengiriman, dan nilai barang tersebut. AES membantu CBP dalam mengumpulkan data ekspor yang akurat, sehingga dapat digunakan untuk mengelola perdagangan internasional dan memantau kegiatan ekspor yang terjadi di wilayah Amerika Serikat. AES juga membantu para eksportir dengan memberikan cara yang cepat dan efisien untuk mengirimkan informasi yang diperlukan untuk proses ekspor.

AFR (Air Freight Rate) adalah harga yang ditetapkan untuk pengiriman barang melalui udara dari suatu negara ke negara lain. AFR biasanya ditentukan berdasarkan jenis barang yang dikirim, tujuan pengiriman, dan kapasitas pesawat yang digunakan untuk mengangkut barang. AFR juga dapat ditentukan berdasarkan faktor-faktor lain, seperti kebijakan perdagangan internasional yang berlaku, biaya pajak yang terutang, dan biaya lainnya yang terkait dengan pengiriman barang. AFR merupakan faktor penting dalam perdagangan internasional, karena menentukan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk mengangkut barang dari satu negara ke negara lain. AFR biasanya disediakan oleh perusahaan pengiriman barang atau agen perdagangan internasional yang bertanggung jawab mengelola transaksi pengiriman barang tersebut. AFR dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi pasar dan faktor-faktor lain yang terkait dengan pengiriman barang melalui udara.

Angka Pengenal Importir (API) adalah nomor yang dikeluarkan oleh lembaga bea cukai untuk mengidentifikasi perusahaan atau individu yang melakukan impor barang ke dalam suatu negara. API biasanya dikeluarkan setelah perusahaan atau individu tersebut melengkapi semua persyaratan yang ditetapkan oleh lembaga bea cukai, dan biasanya diperlukan untuk melakukan transaksi impor barang ke dalam negara tersebut. API merupakan dokumen yang penting dalam kegiatan impor barang, karena memastikan bahwa perusahaan atau individu yang melakukan impor barang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh lembaga bea cukai, seperti persyaratan dokumen, persyaratan pajak, dan persyaratan keamanan. API juga dapat digunakan sebagai bukti keanggotaan perusahaan atau individu tersebut dalam organisasi perdagangan internasional yang relevan.

Advance Telegraphic Transfer (Advance T/T) adalah metode pembayaran yang mengharuskan pembeli untuk membayar sejumlah uang kepada penjual sebelum barang yang dibeli dikirim. Pembayaran Advance T/T biasanya dilakukan dengan menggunakan transfer telegrafis, yaitu dengan menggunakan jasa pengiriman uang melalui wire transfer atau telegrafis. Pembayaran Advance T/T biasanya digunakan dalam transaksi internasional, terutama jika pembeli dan penjual tidak saling mengenal atau tidak memiliki hubungan yang dekat. Dengan cara ini, pembeli dapat memastikan bahwa barang yang dibeli akan dikirimkan setelah pembayaran dilakukan, sementara penjual dapat terjamin bahwa pembeli telah membayar sebelum barang dikirimkan. Selain itu, pembayaran Advance T/T juga bisa digunakan untuk meminimalisir risiko penipuan atau kegagalan pembayaran yang mungkin terjadi dalam transaksi internasional.

Atase Perdagangan (ATDAG) adalah seorang diplomatik atau pejabat perdagangan yang ditunjuk oleh pemerintah untuk bekerja di kedutaan atau konsulat di negara lain. Atase Perdagangan bertugas menjalin hubungan perdagangan antara negara asal dengan negara tujuan, serta memberikan informasi dan bantuan kepada perusahaan dan individu yang ingin melakukan bisnis di negara tersebut. Atase Perdagangan juga bertanggung jawab untuk mempromosikan produk dan jasa dari negara asal ke negara tujuan, serta menjadi jembatan antara kedua negara dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perdagangan.

Advising bank adalah bank yang menerima surat kredit dari bank penerbit dan memberikan pernyataan kepada penerima bahwa surat kredit tersebut sah dan dapat dipercayai. Bank pemberi saran biasanya tidak memegang uang atau barang yang diperdagangkan, tetapi hanya bertindak sebagai perantara yang menghubungkan penerbit dengan penerima surat kredit. Bank pemberi saran seringkali juga bertindak sebagai bank penerbit dalam beberapa kasus.

B

Bill of Lading (B/L) adalah dokumen yang menyatakan bahwa suatu perusahaan telah menerima barang-barang yang dikirim oleh pengirim dan akan mengirimkan barang-barang tersebut kepada penerima yang tercantum di dokumen tersebut. Bill of Lading biasanya digunakan dalam pengiriman barang melalui laut atau udara. Dokumen ini mencakup informasi tentang pengirim, penerima, dan deskripsi barang yang dikirim, serta jumlah yang harus dibayar untuk pengiriman barang tersebut. B/L juga merupakan bukti pemilikan atas barang yang dikirim dan dapat dijadikan sebagai alat pembayaran jika barang tersebut dijual kepada pihak ketiga.

Bill of Materials (BOM) adalah daftar yang mencantumkan semua komponen yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu produk. BOM biasanya digunakan oleh perusahaan manufaktur untuk mengelola proses produksi dan memastikan bahwa semua komponen yang dibutuhkan tersedia saat dibutuhkan. BOM juga dapat digunakan sebagai panduan untuk memperkirakan biaya produksi suatu produk dan membantu dalam perencanaan persediaan. Setiap entri pada BOM biasanya terdiri dari nama komponen, jumlah yang dibutuhkan, dan spesifikasi komponen tersebut. BOM juga dapat mencakup informasi tentang sumber komponen, harga komponen, dan tanggal pengiriman yang diharapkan. BOM dapat disusun dalam berbagai bentuk, seperti tabel atau diagram, tergantung pada kebutuhan perusahaan dan proses produksi yang digunakan.

Balance of Payments (BOP) adalah laporan yang mencatat semua transaksi ekonomi yang terjadi antara suatu negara dengan negara lain. BOP terdiri dari dua bagian utama: neraca current account dan neraca capital account. Neraca current account mencatat semua transaksi yang terkait dengan barang-barang, jasa-jasa, dan transfer yang terjadi antara suatu negara dengan negara lain. Neraca capital account mencatat semua transaksi yang terkait dengan modal dan investasi yang terjadi antara suatu negara dengan negara lain. BOP menunjukkan seberapa banyak suatu negara membelanjakan uangnya ke luar negeri dan seberapa banyak uang yang masuk ke negara tersebut dari luar negeri. BOP merupakan indikator penting dari kondisi ekonomi suatu negara, dan dapat digunakan untuk mengukur kemampuan suatu negara dalam memenuhi kebutuhan ekonominya dengan menggunakan sumber-sumber yang tersedia. BOP juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi perdagangan suatu negara, termasuk ekspor dan impor yang terjadi dengan negara lain.

Bonded warehouse adalah gudang yang dikelola oleh pemerintah atau perusahaan yang telah terdaftar di Kantor Bea dan Cukai, dimana barang-barang yang disimpan di gudang tersebut dapat diangkut, diproses, atau diperbaiki tanpa harus membayar bea masuk atau pajak penjualan sampai barang-barang tersebut dikeluarkan dari gudang tersebut. Bonded warehouse biasanya digunakan untuk menyimpan barang-barang yang akan diangkut ke luar negeri atau yang akan diimpor ke negara tersebut. Gudang tersebut merupakan tempat transisi bagi barang-barang tersebut sebelum barang-barang tersebut dikirim ke tujuan akhir atau dijual di pasar domestik. Bonded warehouse juga sering digunakan oleh perusahaan ekspor dan importir sebagai tempat penyimpanan sementara untuk barang-barang yang akan dikirim atau yang baru saja diterima dari luar negeri. Bonded warehouse merupakan cara yang efektif untuk mengelola perdagangan internasional dan meminimalkan biaya pengiriman barang ke luar negeri atau ke negara tersebut. Namun, untuk menggunakan gudang tersebut, perusahaan harus memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh pemerintah dan harus membayar jaminan kepada pemerintah sebagai bukti bahwa perusahaan akan membayar bea masuk atau pajak penjualan yang terkait jika barang-barang tersebut dikeluarkan dari gudang tersebut.

Bureau of Economic Analysis (BEA) adalah lembaga pemerintah Amerika Serikat yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyediakan informasi tentang perekonomian Amerika Serikat. BEA mengelola database yang menyimpan informasi tentang produk domestik bruto (PDB), pendapatan nasional, dan sejumlah indikator ekonomi lainnya yang berguna untuk memahami kondisi perekonomian suatu negara. BEA juga bertanggung jawab untuk mengelola dan menyediakan informasi tentang perdagangan internasional Amerika Serikat, termasuk data ekspor dan impor, serta balance of payments. Informasi yang disediakan oleh BEA berguna bagi pemerintah, bisnis, dan masyarakat umum yang ingin memahami kondisi perekonomian Amerika Serikat dan memprediksi arah perekonomian di masa depan.

Bureau of Industry and Security (BIS) adalah lembaga pemerintah Amerika Serikat yang bertanggung jawab untuk mengelola dan mengatur perdagangan internasional yang terkait dengan teknologi, produk industri, dan material yang memiliki potensi untuk digunakan untuk tujuan militer atau mengancam keamanan nasional. BIS juga bertanggung jawab untuk mengelola dan mengatur ekspor dan impor produk-produk tersebut. BIS mengelola daftar produk yang dianggap strategis atau memiliki potensi untuk digunakan untuk tujuan militer, yang disebut “Commerce Control List (CCL)”. Ekspor dan impor produk yang tercantum dalam CCL harus mendapat persetujuan dari BIS sebelum dapat dilakukan. BIS juga bertanggung jawab untuk mengelola sanksi ekonomi yang diberlakukan terhadap negara-negara yang dianggap mengancam keamanan nasional Amerika Serikat.

Buyer adalah perusahaan atau individu yang membeli barang dari perusahaan atau individu lainnya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dalam konteks ekspor dan impor, buyer adalah perusahaan atau individu di luar negeri yang membeli barang dari perusahaan atau individu di dalam negeri. Buyer biasanya terlibat dalam proses ekspor dan impor melalui perantaraan perusahaan pengiriman barang atau agen perdagangan internasional, yang bertugas mengelola transaksi perdagangan antara buyer dan penjual. Dalam proses ekspor, buyer harus membayar harga yang tercantum dalam kontrak kepada penjual, serta memenuhi kewajiban lain yang terkait dengan pengiriman barang, seperti biaya pengiriman dan pajak. Dalam proses impor, buyer harus memenuhi kewajiban yang terkait dengan pengiriman barang, seperti biaya pengiriman dan pajak, serta membayar harga yang tercantum dalam kontrak kepada penjual.

Bank guarantee adalah jaminan yang diberikan oleh bank kepada pihak lain, yang menjamin bahwa bank tersebut akan membayar jumlah tertentu jika pihak yang memberikan jaminan tersebut gagal memenuhi kewajiban yang telah disepakati. Bank guarantee biasanya digunakan dalam kegiatan perdagangan internasional, terutama dalam pengiriman barang yang menggunakan metode pembayaran dengan Letter of Credit (LC). Bank guarantee biasanya diberikan oleh bank kepada pihak yang memberikan jaminan tersebut sebagai tanda jaminan atas kewajiban yang harus dipenuhi. Bank guarantee biasanya dikeluarkan dalam bentuk surat atau dokumen lain yang menjelaskan kondisi-kondisi yang harus dipenuhi untuk mengaktifkan jaminan tersebut. Bank guarantee merupakan alat yang penting dalam kegiatan perdagangan internasional, karena dapat digunakan sebagai jaminan pembayaran bagi pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut. Bank guarantee juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengurangi resiko bagi pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut, karena menjamin bahwa pembayaran akan dilakukan sesuai dengan yang telah disepakati. Namun, bank guarantee juga dapat menimbulkan biaya-biaya tambahan bagi perusahaan atau individu yang terlibat dalam pengiriman barang tersebut, karena harus membayar biaya-biaya yang terkait dengan pembuatan bank guarantee tersebut.

Balance of Trade adalah perbedaan antara nilai ekspor dan nilai impor suatu negara dalam periode waktu tertentu. Balance of Trade biasanya dihitung dalam mata uang negara tersebut, dan dapat menjadi indikator yang penting mengenai kondisi ekonomi suatu negara. Jika nilai ekspor suatu negara lebih besar daripada nilai impor, maka negara tersebut memiliki surplus perdagangan atau surplus Balance of Trade. Sebaliknya, jika nilai impor suatu negara lebih besar daripada nilai ekspor, maka negara tersebut memiliki defisit perdagangan atau defisit Balance of Trade. Balance of Trade merupakan indikator yang penting dalam kegiatan perdagangan internasional, karena dapat menjadi indikator mengenai kondisi ekonomi suatu negara. Balance of Trade juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi kebijakan-kebijakan perdagangan yang diterapkan oleh suatu negara, serta untuk menentukan strategi-strategi perdagangan yang akan diterapkan di masa yang akan datang. Namun, Balance of Trade juga dapat menimbulkan resiko bagi suatu negara, terutama jika negara tersebut memiliki defisit perdagangan yang terus-menerus, karena dapat mengganggu keseimbangan keuangan negara tersebut.

Banned and restricted goods adalah barang-barang yang dilarang atau dibatasi oleh pemerintah atau otoritas setempat untuk diimpor atau diekspor. Banned and restricted goods biasanya terdiri dari barang-barang yang dianggap berbahaya atau merusak bagi keamanan, kesehatan, atau lingkungan, atau yang dianggap merugikan kepentingan nasional atau ekonomi suatu negara. Banned and restricted goods dapat berupa barang-barang yang terlarang secara total, atau hanya terbatas pada jumlah atau kondisi tertentu. Banned and restricted goods biasanya ditentukan dalam peraturan-peraturan perdagangan internasional atau peraturan-peraturan setempat yang mengatur kegiatan perdagangan suatu negara. Banned and restricted goods merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan perdagangan internasional, karena dapat mempengaruhi keputusan perusahaan atau individu yang terlibat dalam perdagangan tersebut. Banned and restricted goods juga dapat menjadi perhatian khusus bagi perusahaan atau individu yang terlibat dalam pengiriman barang tersebut, karena harus memenuhi peraturan-peraturan yang berlaku. Namun, banned and restricted goods juga dapat menimbulkan biaya-biaya tambahan bagi perusahaan atau individu yang terlibat dalam pengiriman barang tersebut, karena harus memenuhi peraturan-peraturan yang berlaku.

Beneficiary adalah pihak yang menerima manfaat dari suatu kegiatan atau transaksi. Dalam kegiatan perdagangan internasional, beneficiary biasanya merujuk pada perusahaan atau individu yang menerima pembayaran atau manfaat lain dari suatu transaksi perdagangan. Beneficiary dapat terdiri dari perusahaan atau individu yang terlibat langsung dalam transaksi perdagangan, atau dari pihak-pihak yang terkait dengan transaksi tersebut, seperti perusahaan pengiriman atau perusahaan asuransi. Beneficiary merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan perdagangan internasional, karena menentukan siapa yang akan menerima manfaat dari transaksi tersebut. Beneficiary juga dapat menjadi perhatian khusus bagi perusahaan atau individu yang terlibat dalam transaksi tersebut, karena harus memastikan bahwa manfaat yang diharapkan dapat terwujud sesuai dengan yang telah disepakati. Namun, beneficiary juga dapat menimbulkan resiko bagi perusahaan atau individu yang terlibat dalam transaksi tersebut, terutama jika terdapat kesalahan dalam pengelolaan manfaat yang diharapkan.

Bilateral Trade Agreement adalah perjanjian perdagangan antara dua negara. Bilateral Trade Agreement biasanya mencakup beberapa aspek, seperti tarif pajak, barang-barang yang dapat diekspor atau diimpor, dan kebijakan-kebijakan lain yang terkait dengan kegiatan perdagangan antara kedua negara tersebut. Bilateral Trade Agreement dapat dibuat untuk jangka waktu yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan dan kepentingan kedua negara yang terlibat. Bilateral Trade Agreement juga dapat mencakup beberapa sektor atau industri, seperti pertanian, industri manufaktur, atau layanan keuangan. Bilateral Trade Agreement merupakan salah satu cara yang digunakan oleh negara-negara untuk meningkatkan kegiatan perdagangan antara kedua negara tersebut, serta untuk mengurangi resiko-resiko yang terkait dengan kegiatan perdagangan tersebut. Namun, Bilateral Trade Agreement juga dapat menimbulkan kontroversi, terutama jika dianggap merugikan salah satu pihak yang terlibat dalam perjanjian tersebut.

Bill of Exchange (B/E) adalah dokumen yang berisi perintah yang diberikan oleh pemegang dokumen kepada pihak lain untuk membayar sejumlah uang kepada pemegang dokumen atau kepada pihak yang ditunjuk. Bill of Exchange biasanya digunakan sebagai alat pembayaran dalam kegiatan perdagangan internasional. Bill of Exchange terdiri dari tiga pihak, yaitu pemegang dokumen (drawer), pihak yang diberi perintah untuk membayar (drawee), dan pihak yang akan menerima pembayaran (payee). Pemegang dokumen menandatangani Bill of Exchange, dan menyerahkan dokumen tersebut kepada pihak yang diberi perintah untuk membayar. Pihak yang diberi perintah untuk membayar kemudian akan melakukan pembayaran kepada pihak yang akan menerima pembayaran sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan dalam Bill of Exchange. Bill of Exchange merupakan salah satu alat pembayaran yang umum digunakan dalam kegiatan perdagangan internasional, karena memiliki keunggulan-keunggulan seperti mudah dipertukarkan, mudah dicari pembelinya, dan tidak memerlukan jaminan atau agunan. Namun, Bill of Exchange juga dapat menimbulkan resiko bagi perusahaan atau individu yang terlibat dalam transaksi tersebut, terutama jika terdapat kesalahan dalam pengelolaan dokumen tersebut.

Border Inspection Post (BIP) adalah tempat yang digunakan oleh otoritas setempat untuk melakukan inspeksi terhadap barang-barang yang masuk atau keluar dari suatu negara. BIP biasanya terletak di perbatasan suatu negara, dan digunakan untuk memastikan bahwa barang-barang yang masuk atau keluar suatu negara memenuhi persyaratan yang berlaku, seperti persyaratan keamanan, kesehatan, atau lingkungan. BIP biasanya dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan untuk melakukan inspeksi terhadap barang-barang yang masuk atau keluar suatu negara, seperti laboratorium, peralatan deteksi, atau peralatan lain yang diperlukan. BIP juga dapat menyediakan fasilitas-fasilitas lain yang diperlukan untuk kegiatan perdagangan, seperti tempat penyimpanan atau pelayanan-pelayanan lain yang diperlukan. BIP merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan perdagangan internasional, karena memastikan bahwa barang-barang yang masuk atau keluar suatu negara memenuhi persyaratan yang berlaku. BIP juga dapat menjadi perhatian khusus bagi perusahaan atau individu yang terlibat dalam kegiatan perdagangan tersebut, karena harus memenuhi persyaratan yang berlaku di BIP. Namun, BIP juga dapat menimbulkan biaya-biaya tambahan bagi perusahaan atau individu yang terlibat dalam kegiatan perdagangan tersebut, terutama jika terdapat kesalahan dalam pengelolaan barang-barang yang masuk atau keluar suatu negara.

C

Central American Free Trade Agreement-Dominican Republic Free Trade Agreement (CAFTA-DR) adalah sebuah perjanjian perdagangan bebas antara Amerika Serikat dan sejumlah negara di Amerika Tengah serta Republik Dominika. Perjanjian ini mencakup sejumlah isu terkait dengan perdagangan barang dan jasa, seperti pajak, subsidi, barier-barier perdagangan, dan hak kekayaan intelektual. Tujuan utama dari CAFTA-DR adalah untuk meningkatkan akses pasar bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat ke pasar negara-negara di Amerika Tengah dan Republik Dominika, serta untuk meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Perjanjian ini telah menjadi salah satu dari beberapa perjanjian perdagangan bebas yang ditandatangani oleh Amerika Serikat dengan negara-negara di wilayah Amerika Tengah dan Karibia.

Cargo adalah barang-barang yang diangkut melalui jalur udara, laut, atau darat, baik untuk keperluan ekspor maupun impor. Cargo dapat berupa barang-barang konsumsi seperti makanan, pakaian, elektronik, atau barang-barang industri seperti bahan baku, mesin, dan peralatan. Cargo dapat diangkut menggunakan berbagai jenis kendaraan, seperti pesawat, kapal, truk, atau kereta api. Pemilihan jenis kendaraan yang digunakan untuk mengangkut cargo biasanya tergantung pada berat, ukuran, dan jenis barang yang akan diangkut, serta tujuan pengiriman. Beberapa faktor lain yang mempengaruhi pemilihan jenis kendaraan untuk mengangkut cargo adalah kecepatan pengiriman, biaya pengiriman, dan keamanan pengiriman.

CIF (Cost, Insurance, Freight) adalah metode penentuan harga yang biasa digunakan dalam perdagangan internasional, terutama dalam pengiriman barang melalui laut. Dengan metode CIF, harga yang ditetapkan untuk barang tersebut tidak hanya mencakup harga barang itu sendiri, tetapi juga biaya asuransi dan biaya pengiriman barang dari negara asal ke tujuan akhir. Dengan menggunakan metode CIF, pembeli dari negara lain tidak perlu khawatir tentang biaya pengiriman barang dan asuransi, karena biaya-biaya tersebut telah termasuk dalam harga yang ditetapkan. Metode CIF sering digunakan dalam perdagangan internasional karena memberikan kemudahan bagi pembeli dari negara lain dalam memahami biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli barang tersebut. Namun, pembeli harus memperhatikan bahwa biaya asuransi yang termasuk dalam harga CIF mungkin tidak selalu sesuai dengan kebutuhan asuransi yang sebenarnya dari barang yang dibeli, sehingga perlu dilakukan evaluasi terlebih dahulu.

Carrier adalah perusahaan atau individu yang menangani pengiriman barang melalui jalur udara, laut, atau darat. Carrier bertanggung jawab untuk mengatur pengiriman barang dari satu tempat ke tempat lainnya, sesuai dengan permintaan konsumen atau perusahaan. Carrier biasanya bekerja sama dengan perusahaan pengiriman barang atau agen perdagangan internasional untuk mengelola transaksi pengiriman barang. Carrier dapat menangani pengiriman barang secara langsung atau melalui jasa pengiriman barang yang disewa. Carrier harus memiliki lisensi atau izin yang diperlukan untuk menangani pengiriman barang, tergantung pada jalur yang digunakan untuk mengangkut barang. Carrier juga harus memenuhi persyaratan keamanan dan regulasi yang berlaku, serta menjaga kualitas layanan yang tinggi untuk memuaskan konsumen.

Commerce Control List (CCL) adalah daftar barang yang dikontrol oleh otoritas perdagangan Amerika Serikat untuk tujuan keamanan nasional dan pertahanan. Daftar ini diterbitkan oleh Departemen Perdagangan Amerika Serikat dan mencakup barang-barang yang dapat digunakan untuk tujuan militer atau yang memiliki aplikasi yang dapat membahayakan keamanan nasional. Barang-barang yang tercantum dalam CCL memerlukan izin ekspor khusus dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat sebelum dapat diekspor ke negara lain. CCL juga mencakup barang-barang yang dapat digunakan untuk tujuan terorisme atau yang berkaitan dengan kegiatan ilegal lainnya. CCL merupakan bagian dari Export Administration Regulations (EAR) Amerika Serikat yang mengatur ekspor barang-barang dari Amerika Serikat ke negara lain.

Commercial Loading Document (CLD) adalah dokumen yang diterbitkan oleh perusahaan ekspedisi atau forwarder yang menyatakan bahwa barang-barang telah dimuat ke dalam kontainer atau pesawat pengangkut yang akan diangkut ke tujuan akhir. CLD biasanya merupakan bagian dari dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk melakukan ekspor barang-barang dari satu negara ke negara lain. CLD mencantumkan informasi tentang jenis dan jumlah barang yang dikirim, serta informasi tentang kontainer atau pesawat pengangkut yang digunakan. CLD juga biasanya menyatakan bahwa barang-barang tersebut telah dipacking dengan aman dan sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk pengiriman internasional. CLD sangat penting bagi perusahaan pengirim barang karena merupakan bukti bahwa barang-barang telah dikirim ke tujuan akhir dan dapat digunakan sebagai dasar dalam mengajukan klaim asuransi jika terjadi kerusakan atau kehilangan barang selama pengiriman.

Consignee adalah perusahaan atau individu yang menerima barang dari perusahaan atau individu lainnya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dalam konteks ekspor dan impor, consignee adalah perusahaan atau individu di negara tujuan yang menerima barang dari perusahaan atau individu di negara asal. Consignee biasanya terlibat dalam proses ekspor dan impor melalui perantaraan perusahaan pengiriman barang atau agen perdagangan internasional, yang bertugas mengelola transaksi perdagangan antara consignee dan consignor (pengirim barang). Dalam proses ekspor, consignee harus menerima barang yang dikirim dari consignor dan membayar harga yang tercantum dalam kontrak. Dalam proses impor, consignee harus menerima barang yang dikirim dari consignor dan memenuhi kewajiban yang terkait dengan pengiriman barang, seperti biaya pengiriman dan pajak.

Consignment adalah proses pengiriman barang dari pengirim (consignor) ke penerima (consignee), dengan syarat bahwa pengirim tetap merupakan pemilik barang tersebut sampai barang tersebut diterima oleh penerima. Dalam proses consignment, pengirim menyerahkan barang kepada perusahaan pengiriman barang atau agen perdagangan internasional untuk dikirim ke penerima, dengan syarat bahwa pengirim tidak akan menerima pembayaran harga barang tersebut sampai barang tersebut diterima oleh penerima. Consignment biasanya digunakan dalam perdagangan internasional untuk mengurangi risiko bagi pengirim, karena pengirim tidak perlu membayar biaya pengiriman barang atau biaya lain yang terkait dengan pengiriman barang sampai barang tersebut diterima oleh penerima. Consignment juga dapat digunakan untuk mengurangi risiko bagi penerima, karena penerima tidak perlu membayar harga barang sampai barang tersebut benar-benar telah diterima dan dinyatakan dalam kondisi yang sesuai dengan kontrak.

Customs value adalah nilai suatu barang yang ditentukan oleh lembaga bea cukai saat barang tersebut diekspor atau diimpor ke atau dari suatu negara. Customs value biasanya digunakan untuk menentukan berapa banyak pajak yang harus dibayarkan atas barang tersebut saat diekspor atau diimpor. Customs value ditentukan berdasarkan harga jual yang tercantum dalam kontrak perdagangan internasional antara pengirim dan penerima barang. Namun, dalam beberapa kasus, harga jual yang tercantum dalam kontrak tidak selalu mencerminkan nilai sebenarnya dari barang tersebut, sehingga diperlukan metode lain untuk menentukan customs value. Metode-metode yang biasa digunakan untuk menentukan customs value antara lain adalah harga transaksi terdekat, harga pokok produksi, dan harga yang telah ditentukan oleh lembaga bea cukai. Customs value merupakan faktor penting dalam perdagangan internasional, karena menentukan berapa banyak pajak yang harus dibayarkan atas barang tersebut saat diekspor atau diimpor. Oleh karenanya, customs value harus dihitung dengan tepat agar tidak terjadi kesalahan dalam pembayaran pajak.

Custom clearance adalah proses verifikasi dan persetujuan yang dilakukan oleh lembaga bea cukai saat barang diekspor atau diimpor ke atau dari suatu negara. Custom clearance dilakukan untuk memastikan bahwa barang yang akan diekspor atau diimpor memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh lembaga bea cukai, seperti persyaratan dokumen, persyaratan pajak, dan persyaratan keamanan. Custom clearance biasanya dilakukan oleh perusahaan pengiriman barang atau agen perdagangan internasional yang bertugas mengelola transaksi ekspor atau impor. Proses custom clearance biasanya melibatkan verifikasi dokumen yang terkait dengan pengiriman barang, pembayaran pajak yang terutang, dan pemeriksaan fisik barang yang akan diekspor atau diimpor. Custom clearance merupakan proses yang penting dalam perdagangan internasional, karena memastikan bahwa barang yang diekspor atau diimpor memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh lembaga bea cukai. Proses custom clearance yang tidak dilakukan dengan tepat dapat menyebabkan masalah bagi perusahaan atau individu yang terlibat dalam ekspor atau impor tersebut.

CNF (Cost and Freight) adalah salah satu metode penentuan harga yang biasa digunakan dalam perdagangan internasional, terutama dalam pengiriman barang melalui laut. Dengan metode CNF, harga yang ditetapkan untuk barang tersebut tidak hanya mencakup harga barang itu sendiri, tetapi juga biaya pengiriman barang dari negara asal ke tujuan akhir. Namun, metode CNF tidak mencakup biaya asuransi. Dengan menggunakan metode CNF, pembeli dari negara lain harus membayar biaya asuransi secara terpisah dari harga barang yang ditetapkan. Metode CNF sering digunakan dalam perdagangan internasional karena memberikan kemudahan bagi pembeli dari negara lain dalam memahami biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli barang tersebut. Namun, pembeli harus memperhatikan bahwa biaya asuransi yang harus dibayar secara terpisah dari harga CNF mungkin lebih tinggi dibandingkan dengan metode lain, seperti CIF (Cost, Insurance, Freight), yang mencakup biaya pengiriman, biaya asuransi, dan biaya lainnya dalam harga.

Commercial Invoice adalah dokumen yang digunakan dalam kegiatan perdagangan internasional untuk mencatat transaksi jual beli antara perusahaan atau individu di negara yang berbeda. Commercial Invoice biasanya berisi informasi tentang jenis barang yang dijual, jumlah barang yang dijual, harga barang yang dijual, dan biaya-biaya lain yang terkait dengan transaksi tersebut. Commercial Invoice juga biasanya berisi informasi tentang pembeli dan penjual, serta informasi tentang perusahaan atau individu yang bertanggung jawab atas transaksi tersebut. Commercial Invoice biasanya dibuat oleh perusahaan atau individu yang mengelola transaksi tersebut, dan dikirim kepada pembeli atau penjual untuk mengonfirmasi transaksi tersebut. Commercial Invoice merupakan dokumen yang penting dalam kegiatan perdagangan internasional, karena mencatat transaksi jual beli antara perusahaan atau individu di negara yang berbeda secara resmi. Commercial Invoice juga dapat digunakan sebagai bukti pembayaran atau sebagai dokumen yang diperlukan dalam proses pengiriman barang.

Consolidasi Container adalah kegiatan penggabungan beberapa jenis barang dari berbagai pengirim yang berbeda ke dalam satu container untuk dikirim ke luar negeri. Kegiatan consolidasi container biasanya dilakukan untuk menghemat biaya pengiriman, karena dengan cara ini perusahaan atau individu yang ingin mengirim barang dapat membayar hanya untuk ruang yang digunakan, bukan untuk seluruh kapasitas container. Consolidasi container juga dapat memudahkan proses pengiriman barang, karena barang-barang tersebut sudah dikombinasikan ke dalam satu container sebelum dikirim, sehingga tidak perlu melakukan proses pengemasan ulang barang-barang tersebut di tujuan. Namun, kegiatan consolidasi container biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pengiriman FCL (Full Container Loaded), karena barang-barang tersebut harus dikombinasikan dan diuruskan terlebih dahulu sebelum dikirim.

Certificate of Origin (CO) adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh pemerintah atau asosiasi perdagangan yang menyatakan bahwa suatu barang diimpor atau diekspor dari negara tertentu. CO biasanya diperlukan dalam kegiatan perdagangan internasional, terutama dalam pengiriman barang yang menggunakan metode pembayaran dengan Letter of Credit (LC). CO biasanya dikeluarkan oleh pemerintah atau asosiasi perdagangan setempat, dan harus disertai oleh dokumen-dokumen lain yang diperlukan untuk pengiriman barang tersebut, seperti Commercial Invoice, Packing List, dan dokumen-dokumen lain yang diperlukan. CO merupakan dokumen yang penting dalam kegiatan perdagangan internasional, karena dapat digunakan sebagai bukti asal barang yang diimpor atau diekspor. CO juga dapat digunakan untuk menentukan tarif bea masuk yang harus dibayarkan untuk barang yang diimpor, serta untuk menentukan apakah barang tersebut memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh negara tujuan. Namun, CO juga dapat menimbulkan biaya-biaya tambahan bagi perusahaan atau individu yang terlibat dalam pengiriman barang tersebut, karena harus membayar biaya-biaya yang terkait dengan pembuatan CO tersebut.

Certificate of Conformity (CofC) adalah dokumen yang menyatakan bahwa barang-barang yang tercantum dalam dokumen tersebut memenuhi persyaratan atau standar-standar yang berlaku di suatu negara atau wilayah. CofC biasanya dikeluarkan oleh lembaga atau instansi yang diakui di suatu negara, dan dapat berlaku untuk barang-barang yang diimpor atau yang diproduksi di suatu negara. CofC biasanya diperlukan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh otoritas setempat, seperti otoritas kepabeanan atau otoritas lain yang terkait dengan kegiatan perdagangan. CofC juga dapat diperlukan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pembeli atau konsumen akhir, seperti untuk memastikan bahwa barang-barang yang dibeli memenuhi persyaratan yang diinginkan. CofC merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan perdagangan internasional, karena memastikan bahwa barang-barang yang diimpor atau diproduksi di suatu negara memenuhi persyaratan yang berlaku di negara tersebut. Namun, CofC juga dapat menimbulkan beban tambahan bagi perusahaan atau individu yang terlibat dalam kegiatan perdagangan tersebut, terutama jika terdapat kesalahan dalam pengelolaan dokumen tersebut.

Certificate of Inspection (COI) adalah dokumen yang menyatakan bahwa suatu barang telah diinspeksi oleh lembaga atau instansi yang diakui di suatu negara, dan memenuhi persyaratan atau standar-standar yang berlaku di negara tersebut. COI biasanya dikeluarkan oleh lembaga atau instansi yang memiliki kewenangan untuk melakukan inspeksi terhadap barang-barang yang akan diimpor atau diproduksi di suatu negara. COI biasanya diperlukan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh otoritas setempat, seperti otoritas kepabeanan atau otoritas lain yang terkait dengan kegiatan perdagangan. COI juga dapat diperlukan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pembeli atau konsumen akhir, seperti untuk memastikan bahwa barang-barang yang dibeli memenuhi persyaratan yang diinginkan. COI merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan perdagangan internasional, karena memastikan bahwa barang-barang yang diimpor atau diproduksi di suatu negara memenuhi persyaratan yang berlaku di negara tersebut. Namun, COI juga dapat menimbulkan beban tambahan bagi perusahaan atau individu yang terlibat dalam kegiatan perdagangan tersebut, terutama jika terdapat kesalahan dalam pengelolaan dokumen tersebut.

Convention Relative au Contrat de Transport International de Marchandises par la Route (CMR) adalah sebuah konvensi internasional yang mengatur hak dan kewajiban para pihak yang terlibat dalam kegiatan transportasi internasional barang-barang melalui jalan. CMR merupakan salah satu konvensi yang paling banyak digunakan di dunia dalam mengatur kegiatan transportasi internasional barang-barang, dan telah diadopsi oleh lebih dari 50 negara di seluruh dunia. CMR mencakup berbagai aspek yang terkait dengan kegiatan transportasi internasional barang-barang, seperti hak dan kewajiban para pihak yang terlibat, tanggung jawab pengangkut, dan prosedur yang harus dilakukan dalam hal terjadi kerusakan atau kehilangan barang selama proses transportasi. CMR juga mengatur hak dan kewajiban para pihak yang terlibat dalam kegiatan transportasi internasional barang-barang terkait dengan asuransi dan pembayaran. CMR merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan perdagangan internasional, karena memastikan bahwa para pihak yang terlibat dalam kegiatan transportasi internasional barang-barang memahami hak dan kewajiban mereka serta prosedur yang harus dilakukan dalam hal terjadi kerusakan atau kehilangan barang selama proses transportasi. CMR juga memuat sejumlah formulir yang harus diisi oleh pengangkut sebagai bukti pengiriman barang-barang, yaitu CMR Waybill. CMR Waybill merupakan dokumen yang mencatat informasi terkait dengan pengiriman barang-barang, seperti nama dan alamat pengirim dan penerima, jenis dan jumlah barang-barang yang dikirim, dan informasi terkait dengan pengangkutan barang-barang tersebut. CMR merupakan salah satu sumber hukum yang penting bagi para pihak yang terlibat dalam kegiatan transportasi internasional barang-barang, karena mengatur hak dan kewajiban mereka serta prosedur yang harus dilakukan dalam hal terjadi kerusakan atau kehilangan barang selama proses transportasi. CMR juga membantu para pihak yang terlibat dalam kegiatan transportasi internasional barang-barang untuk memahami hak dan kewajiban mereka serta mengelola risiko yang terkait dengan kegiatan tersebut.

Commodity code adalah kode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengategorikan jenis barang-barang yang diperdagangkan di suatu negara atau wilayah. Commodity code biasanya dikeluarkan oleh otoritas setempat yang bertanggung jawab terhadap kegiatan perdagangan di suatu negara, seperti otoritas kepabeanan atau otoritas lain yang terkait dengan kegiatan perdagangan. Commodity code biasanya merupakan bagian dari sistem klasifikasi barang yang digunakan di suatu negara, yang dapat berupa sistem klasifikasi nasional atau sistem klasifikasi internasional seperti Harmonized System (HS). Commodity code biasanya terdiri dari sejumlah kode angka atau huruf yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis barang-barang yang diperdagangkan. Commodity code merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan perdagangan internasional, karena membantu para pihak yang terlibat dalam kegiatan perdagangan untuk mengidentifikasi dan mengategorikan jenis barang-barang yang diperdagangkan, serta membantu otoritas setempat dalam mengelola dan mengontrol kegiatan perdagangan yang terjadi di negara tersebut. Commodity code juga dapat digunakan untuk menentukan tarif pajak yang dikenakan pada barang-barang yang diperdagangkan di suatu negara.

Consignor adalah orang atau perusahaan yang mengirimkan barang-barang kepada consignee melalui kegiatan perdagangan atau pengiriman barang. Consignor biasanya merupakan pemilik barang-barang tersebut atau merupakan agen yang mewakili pemilik barang-barang tersebut dalam kegiatan perdagangan atau pengiriman barang. Consignor biasanya akan menandatangani surat perjanjian atau kontrak dengan pihak pengangkut atau perusahaan forwarder yang akan menangani kegiatan pengiriman barang-barang tersebut kepada consignee. Consignor juga akan menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk kegiatan pengiriman barang-barang tersebut, seperti invoice, packing list, dan dokumen-dokumen lain yang diperlukan oleh otoritas setempat. Consignor merupakan salah satu pihak yang terlibat dalam kegiatan perdagangan atau pengiriman barang, dan bertanggung jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut, serta membayar biaya-biaya yang terkait dengan kegiatan pengiriman barang-barang tersebut.

Customs Comprehensive Guarantee (CCG) adalah jaminan yang diberikan oleh perusahaan atau individu kepada otoritas kepabeanan untuk menjamin pelaksanaan kewajiban-kewajiban yang terkait dengan kegiatan perdagangan atau pengiriman barang-barang yang dilakukan di suatu negara. CCG biasanya diberikan dalam bentuk uang atau surat berharga yang diakui oleh otoritas kepabeanan, seperti obligasi atau surat berharga lainnya. CCG biasanya diperlukan dalam kegiatan perdagangan atau pengiriman barang-barang yang dilakukan di suatu negara, terutama jika terdapat risiko terjadinya pelanggaran terhadap peraturan-peraturan yang berlaku di negara tersebut. CCG biasanya dikeluarkan oleh otoritas kepabeanan atau otoritas lain yang terkait dengan kegiatan perdagangan, dan harus dipenuhi oleh perusahaan atau individu yang terlibat dalam kegiatan tersebut. CCG merupakan salah satu mekanisme yang digunakan oleh otoritas kepabeanan untuk mengelola risiko yang terkait dengan kegiatan perdagangan atau pengiriman barang-barang yang dilakukan di suatu negara. CCG juga membantu otoritas kepabeanan dalam mengelola dan mengontrol kegiatan perdagangan yang terjadi di negara tersebut, serta memastikan bahwa peraturan-peraturan yang berlaku di negara tersebut terpenuhi.

Customs declaration adalah dokumen yang dibuat dan diserahkan kepada otoritas kepabeanan yang bertugas di suatu negara, yang berisi informasi terkait dengan barang-barang yang akan diimpor atau diekspor melalui negara tersebut. Customs declaration biasanya harus diserahkan oleh perusahaan atau individu yang terlibat dalam kegiatan perdagangan atau pengiriman barang-barang tersebut sebelum barang-barang tersebut dapat melalui batas negara tersebut. Customs declaration biasanya harus diserahkan bersama dengan dokumen-dokumen lain yang diperlukan oleh otoritas kepabeanan, seperti invoice, packing list, dan dokumen-dokumen lain yang diperlukan untuk kegiatan perdagangan atau pengiriman barang-barang tersebut. Customs declaration biasanya harus diisi dengan informasi yang benar dan lengkap, seperti jenis barang-barang yang akan diimpor atau diekspor, jumlah barang-barang tersebut, dan informasi terkait dengan pemilik barang-barang tersebut. Customs declaration merupakan salah satu mekanisme yang digunakan oleh otoritas kepabeanan untuk mengelola dan mengontrol kegiatan perdagangan atau pengiriman barang-barang yang dilakukan di suatu negara. Customs declaration juga membantu otoritas kepabeanan dalam menentukan tarif pajak yang dikenakan pada barang-barang yang diimpor atau diekspor melalui negara tersebut, serta memastikan bahwa peraturan-peraturan yang berlaku di negara tersebut terpenuhi.

Customs Freight Simplified Procedures (CFSP) adalah seperangkat prosedur yang dikembangkan oleh otoritas kepabeanan untuk mempermudah kegiatan perdagangan atau pengiriman barang-barang yang dilakukan di suatu negara. CFSP biasanya merupakan seperangkat prosedur yang diakui oleh otoritas kepabeanan di berbagai negara, yang bertujuan untuk mempermudah kegiatan perdagangan atau pengiriman barang-barang yang dilakukan oleh perusahaan atau individu yang terdaftar di CFSP. CFSP biasanya merupakan program yang ditujukan bagi perusahaan atau individu yang memiliki track record yang baik dalam kegiatan perdagangan atau pengiriman barang-barang di suatu negara, serta memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh otoritas kepabeanan. Perusahaan atau individu yang terdaftar di CFSP biasanya akan memperoleh kemudahan-kemudahan dalam kegiatan perdagangan atau pengiriman barang-barang yang dilakukan di suatu negara, seperti kemudahan dalam pengajuan dokumen-dokumen yang diperlukan, serta kemudahan dalam proses pemeriksaan barang-barang tersebut oleh otoritas kepabeanan. CFSP merupakan salah satu mekanisme yang digunakan oleh otoritas kepabeanan untuk mempermudah kegiatan perdagangan atau pengiriman barang-barang yang dilakukan di suatu negara, serta membantu perusahaan atau individu yang terdaftar di CFSP dalam mengelola dan mengontrol kegiatan perdagangan atau pengiriman barang-barang yang dilakukan di negara tersebut.

Customs Supervised Exports (CSE) adalah sebuah sistem yang diterapkan oleh pemerintah atau otoritas bea cukai negara tujuan untuk memonitor dan mengawasi kegiatan ekspor yang dilakukan oleh perusahaan atau individu. Sistem ini biasanya digunakan untuk memastikan bahwa barang-barang yang diekspor telah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah atau otoritas bea cukai negara tujuan, seperti persyaratan dokumen, persyaratan kualitas, dan lain-lain. Dalam sistem CSE, perusahaan atau individu yang akan melakukan kegiatan ekspor harus mendaftarkan diri terlebih dahulu kepada pemerintah atau otoritas bea cukai negara tujuan, dan harus menyediakan semua dokumen yang diperlukan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Selain itu, perusahaan atau individu tersebut juga harus mengikuti semua prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah atau otoritas bea cukai negara tujuan, seperti mengirimkan barang-barang yang diekspor ke tempat penimbunan bea cukai, menyelesaikan dokumen-dokumen yang diperlukan, dan lain-lain. Setelah semua prosedur tersebut selesai, barang-barang yang diekspor akan dapat dikeluarkan dari tempat penimbunan bea cukai dan dikirim ke negara tujuan.

Countervailing Duty (CVD) adalah sejenis pajak yang dikenakan oleh pemerintah atau otoritas bea cukai suatu negara terhadap barang-barang yang diimpor dari negara lain dengan tujuan untuk menyeimbangkan keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan-perusahaan asing yang mengekspor barang-barang tersebut. CVD biasanya dikenakan terhadap barang-barang yang dianggap merugikan industri domestik negara yang menerapkan CVD tersebut, atau terhadap barang-barang yang dianggap menerima subsidi dari pemerintah negara asalnya. CVD biasanya dikenakan secara tambahan terhadap harga barang-barang yang diimpor, dan besarannya biasanya dihitung berdasarkan subsidi yang diterima oleh perusahaan-perusahaan yang mengekspor barang-barang tersebut, serta marjin keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan-perusahaan tersebut. CVD biasanya ditetapkan oleh pemerintah atau otoritas bea cukai negara yang menerapkan CVD tersebut setelah melakukan investigasi terhadap subsidi yang diterima oleh perusahaan-perusahaan yang mengekspor barang-barang tersebut, serta marjin keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan-perusahaan tersebut. CVD biasanya dikenakan secara terbatas terhadap barang-barang yang dianggap merugikan industri domestik negara yang menerapkan CVD tersebut, dan biasanya tidak dikenakan terhadap semua barang-barang yang diimpor.

Central American Free Trade Agreement-Dominican Republic Free Trade Agreement (CAFTA-DR) adalah sebuah perjanjian perdagangan bebas antara Amerika Serikat dan sejumlah negara di Amerika Tengah serta Republik Dominika. Perjanjian ini mencakup sejumlah isu terkait dengan perdagangan barang dan jasa, seperti pajak, subsidi, barier-barier perdagangan, dan hak kekayaan intelektual. Tujuan utama dari CAFTA-DR adalah untuk meningkatkan akses pasar bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat ke pasar negara-negara di Amerika Tengah dan Republik Dominika, serta untuk meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Perjanjian ini telah menjadi salah satu dari beberapa perjanjian perdagangan bebas yang ditandatangani oleh Amerika Serikat dengan negara-negara di wilayah Amerika Tengah dan Karibia.

Customs adalah sebuah lembaga pemerintah yang bertanggung jawab terhadap pengawasan dan pengaturan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan impor, ekspor, dan transit barang-barang di sebuah negara. Customs bertugas melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang yang akan diimpor atau diekspor, serta memungut bea masuk (customs duty) atau bea keluar (excise duty) yang harus dibayarkan oleh pemilik barang atas barang-barang tersebut. Customs juga bertugas memberikan izin-izin yang diperlukan untuk kegiatan-kegiatan impor atau ekspor barang-barang, serta mengatur pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Customs juga bertugas melakukan pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kepabeanan (customs clearance), seperti penyelesaian dokumen-dokumen yang diperlukan, pemeriksaan barang-barang, dan pemungutan bea masuk atau bea keluar yang harus dibayarkan. Customs juga dapat bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain, seperti kepolisian, untuk melakukan pencegahan dan penanganan kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku.

Certificate of Analysis (COA) adalah sebuah dokumen yang menyatakan hasil analisa suatu produk atau bahan. COA biasanya dibuat oleh laboratorium yang telah menjalani sertifikasi dan dapat dipercaya. COA menyatakan komposisi suatu produk atau bahan, serta informasi-informasi lain yang dianggap penting untuk menjamin keamanan dan kualitas produk atau bahan tersebut. COA biasanya dibuat setelah sebuah produk atau bahan telah diuji dan dianalisis dengan menggunakan metode-metode yang telah ditentukan sebelumnya. COA sering diperlukan dalam kegiatan ekspor-impor, khususnya untuk memenuhi persyaratan standar kualitas yang berlaku di negara tujuan. COA juga sering dibutuhkan dalam kegiatan produksi, untuk memastikan bahwa produk atau bahan yang diproduksi memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan.

Container Free Station adalah sebuah terminal dimana kontainer dapat dibongkar, diisi, atau dikirim kembali dengan kapal tanpa harus dipindahkan ke terminal lain. Container Free Station biasanya digunakan untuk mengoptimalkan aliran kontainer di pelabuhan dan mengurangi kemacetan.

Container yard atau container terminal adalah tempat penyimpanan sementara container. Container yard biasanya terletak di pelabuhan, dan digunakan untuk menyimpan container yang akan diisi atau yang telah dikosongkan dari muatan. Container yard juga digunakan sebagai tempat transshipment bagi container yang akan diteruskan ke pelabuhan lain. Container yard biasanya dilengkapi dengan fasilitas gudang, alat angkut container seperti forklift dan crane, serta sistem keamanan yang ketat.

Clean collection adalah proses pengumpulan uang dari pembeli kepada penjual dengan menggunakan cara pembayaran seperti cek, transfer atau kliring bank. Dalam proses ini, pembeli mengirimkan uang kepada penjual sebelum barang yang dipesan dikirimkan, dan penjual akan memproses dan mengirimkan barang setelah uang diterima. Proses clean collection bertujuan untuk memberikan keamanan kepada kedua belah pihak dalam transaksi jual beli.

D

Dwelling time adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan lamanya suatu barang atau kontainer tertahan di suatu tempat sebelum dikirim ke tempat tujuan yang ditentukan. Dwelling time biasanya diukur dalam hari, dan merupakan waktu yang dihabiskan oleh barang atau kontainer di tempat tertahan tersebut sebelum dikirim ke tempat tujuan yang ditentukan. Dwelling time biasanya terjadi dalam kegiatan perdagangan internasional, terutama dalam pengiriman barang melalui laut atau udara. Dwelling time dapat terjadi di pelabuhan atau bandara, atau di tempat-tempat penyimpanan lainnya yang digunakan untuk menyimpan barang atau kontainer sebelum dikirim ke tempat tujuan yang ditentukan. Dwelling time merupakan faktor yang penting dalam kegiatan perdagangan internasional, karena dapat mempengaruhi kecepatan pengiriman barang dan menimbulkan biaya-biaya tambahan bagi perusahaan atau individu yang terlibat dalam pengiriman barang tersebut. Namun, dwelling time juga dapat dioptimalkan dengan mengelola proses pengiriman barang dengan baik, sehingga dapat mengurangi biaya-biaya yang terkait dengan pengiriman barang tersebut.

Delivered Duty Paid (DDP) atau DDP Shipment adalah salah satu cara pembayaran dalam kegiatan perdagangan internasional, yang mengindikasikan bahwa penjual harus menanggung semua biaya dan resiko yang terkait dengan pengiriman barang dari tempat asal ke tempat tujuan yang ditentukan. DDP Shipment mencakup biaya-biaya seperti biaya pengemasan, biaya pengiriman, biaya dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pengiriman barang, dan biaya-biaya bea masuk dan pajak yang terkait dengan pengiriman barang. Penjual harus menanggung semua biaya dan resiko tersebut, dan harus memastikan bahwa barang tersebut sampai ke tempat tujuan yang ditentukan dengan selamat. DDP Shipment biasanya digunakan dalam kegiatan perdagangan internasional, terutama dalam pengiriman barang melalui laut atau udara. DDP Shipment biasanya ditetapkan sebagai cara pembayaran dalam Sales Contract atau Proforma Invoice yang mencatat transaksi jual beli tersebut. DDP Shipment merupakan salah satu cara pembayaran yang umum digunakan dalam kegiatan perdagangan internasional, karena memungkinkan pembeli untuk mengontrol proses pengiriman barang dan memastikan bahwa barang tersebut sampai ke tempat tujuan yang ditentukan dengan selamat. Namun, DDP Shipment juga dapat menimbulkan resiko bagi penjual, karena penjual harus menanggung semua biaya dan resiko yang terkait dengan pengiriman barang tersebut.

Delivered Duty Unpaid (DDU) atau DDU Shipment adalah salah satu cara pembayaran dalam kegiatan perdagangan internasional, yang mengindikasikan bahwa pembeli harus menanggung semua biaya dan resiko yang terkait dengan pengiriman barang dari tempat asal ke tempat tujuan yang ditentukan. DDU Shipment mencakup biaya-biaya seperti biaya pengemasan, biaya pengiriman, dan biaya-biaya lain yang terkait dengan pengiriman barang. Pembeli harus menanggung semua biaya dan resiko tersebut, dan harus memastikan bahwa barang tersebut sampai ke tempat tujuan yang ditentukan dengan selamat. Pembeli juga harus membayar bea masuk dan pajak yang terkait dengan pengiriman barang tersebut. DDU Shipment biasanya digunakan dalam kegiatan perdagangan internasional, terutama dalam pengiriman barang melalui laut atau udara. DDU Shipment biasanya ditetapkan sebagai cara pembayaran dalam Sales Contract atau Proforma Invoice yang mencatat transaksi jual beli tersebut. DDU Shipment merupakan salah satu cara pembayaran yang umum digunakan dalam kegiatan perdagangan internasional, karena memungkinkan pembeli untuk memastikan bahwa barang yang dikirim sampai ke tempat tujuan yang ditentukan dengan selamat. Namun, DDU Shipment juga dapat menimbulkan resiko bagi pembeli, karena pembeli harus menanggung semua biaya dan resiko yang terkait dengan pengiriman barang tersebut, serta harus membayar bea masuk dan pajak yang terkait dengan pengiriman barang tersebut.

Demurrage adalah biaya yang dikenakan kepada pelanggan yang menyimpan kontainer di pelabuhan atau tempat penyimpanan lainnya lebih lama dari waktu yang telah ditentukan. Demurrage biasanya dikenakan untuk mengimbangi biaya-biaya yang terkait dengan penyimpanan kontainer tersebut, serta untuk mendorong pelanggan untuk segera mengambil kontainer tersebut setelah sampai di tempat penyimpanan. Demurrage biasanya dikenakan dalam kegiatan perdagangan internasional, terutama dalam pengiriman barang melalui laut. Demurrage dapat dikenakan di pelabuhan atau tempat penyimpanan lainnya yang digunakan untuk menyimpan kontainer sebelum dikirim ke tempat tujuan yang ditentukan. Demurrage merupakan biaya yang penting dalam kegiatan perdagangan internasional, karena dapat mempengaruhi biaya-biaya yang terkait dengan pengiriman barang. Demurrage dapat dioptimalkan dengan mengelola proses pengiriman barang dengan baik, sehingga dapat mengurangi biaya-biaya yang terkait dengan pengiriman barang tersebut. Namun, demurrage juga dapat menimbulkan resiko bagi perusahaan atau individu yang terlibat dalam pengiriman barang tersebut, jika kontainer tersebut tertahan di tempat penyimpanan lebih lama dari yang diperkirakan.

Deferment Approval Number (DAN) adalah sebuah nomor yang dikeluarkan oleh pemerintah atau otoritas bea cukai negara tujuan kepada perusahaan atau individu yang melakukan kegiatan ekspor atau impor. Nomor ini biasanya digunakan untuk memberikan persetujuan atau izin kepada perusahaan atau individu tersebut untuk menangguhkan pembayaran bea cukai atau pajak lainnya yang berlaku untuk barang-barang yang diimpor atau diekspor. Dengan adanya nomor DAN, perusahaan atau individu tersebut dapat menangguhkan pembayaran bea cukai atau pajak lainnya sampai barang-barang tersebut akan dikeluarkan dari tempat penimbunan bea cukai atau sampai kegiatan ekspor atau impor tersebut selesai. Nomor DAN biasanya harus dicantumkan pada dokumen-dokumen ekspor atau impor, seperti faktur, surat pengiriman, dan lain-lain, untuk memudahkan pemerintah atau otoritas bea cukai negara tujuan dalam memonitor dan mengawasi kegiatan ekspor atau impor yang dilakukan oleh perusahaan atau individu tersebut.

Document Against Payment (DAP) adalah metode pembayaran di mana pembeli harus membayar sejumlah uang kepada pengirim dokumen sebelum dokumen tersebut diberikan kepada pembeli. Dokumen-dokumen tersebut biasanya merupakan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mengambil alih barang, seperti dokumen-dokumen pengiriman, dokumen-dokumen kepabeanan, dan lainnya. Metode pembayaran DAP biasanya digunakan di pasar internasional, di mana pembeli dan penjual berada di negara yang berbeda, dan menggunakan mata uang yang berbeda. Salah satu keuntungan menggunakan metode pembayaran DAP adalah bahwa pembeli bisa memastikan bahwa barang yang dipesan sudah sampai di tempat tujuan sebelum membayar, sehingga bisa menghindari risiko penipuan atau kegagalan pengiriman. Namun, metode pembayaran DAP juga memiliki beberapa risiko, seperti biaya yang lebih tinggi dan waktu yang lebih lama dibanding metode pembayaran lainnya.

Dry Container adalah jenis container yang digunakan untuk mengangkut barang-barang yang tidak memerlukan cuaca yang khusus dan tidak mudah rusak atau mengalami perubahan ketika disimpan dalam container yang tidak terlindungi dari cuaca. Dry Container biasanya digunakan untuk mengangkut barang-barang yang tidak membutuhkan temperatur yang khusus, seperti pakaian, peralatan kantor, atau mesin-mesin. Dry Container umumnya terbuat dari besi atau baja, dan tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 20 kaki (6 meter) hingga 53 kaki (16 meter). Dry Container juga biasa disebut sebagai “general purpose container” atau “dry van container”.

Delivery Order adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh terminal atau pelabuhan pengapalan yang menyatakan bahwa kapal telah diizinkan untuk memuat atau membongkar muatan. Delivery Order juga dapat digunakan sebagai bukti pemilikan atas suatu muatan yang disimpan di terminal atau pelabuhan pengapalan. Delivery Order biasanya digunakan dalam proses pengapalan internasional, di mana dokumen ini dibutuhkan untuk mengkonfirmasi bahwa muatan yang akan diangkut telah diizinkan untuk dibawa ke luar negeri.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Directorate General of Customs and Excise) adalah sebuah lembaga pemerintah Indonesia yang bertanggung jawab untuk mengelola pemungutan bea cukai, mengawasi perdagangan internasional, dan mencegah penyelundupan barang. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai juga bertugas untuk mengelola dan mengatur kebijakan bea cukai di Indonesia, serta memastikan bahwa peraturan bea cukai diikuti oleh semua pihak yang terlibat dalam perdagangan internasional.

E

Export Administration Regulations (EAR) adalah regulasi yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan Amerika Serikat yang mengatur ekspor barang-barang dari Amerika Serikat ke negara lain. Tujuan utama dari EAR adalah mengontrol ekspor barang-barang yang dapat membahayakan keamanan nasional atau pertahanan Amerika Serikat, serta untuk mencegah penyalahgunaan teknologi yang dapat digunakan untuk kejahatan, terorisme, atau kegiatan ilegal lainnya. EAR juga bertujuan untuk mengontrol ekspor barang-barang ke negara-negara yang terlibat dalam perang atau konflik, atau yang memiliki rekam jejak buruk dalam hal hak asasi manusia. EAR mencakup beberapa daftar barang yang dikontrol, seperti Commerce Control List (CCL), yang mencakup barang-barang yang dapat digunakan untuk tujuan militer atau yang memiliki aplikasi yang dapat membahayakan keamanan nasional. Ekspor barang-barang yang tercantum dalam CCL memerlukan izin khusus dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat.

Exworks adalah salah satu cara pembayaran dalam kegiatan perdagangan internasional, yang mengindikasikan bahwa pembeli harus menanggung semua biaya dan resiko yang terkait dengan pengiriman barang dari perusahaan penjual ke tempat tujuan yang ditentukan. Exworks biasanya mencakup biaya-biaya seperti biaya pengemasan, biaya pengiriman, dan biaya-biaya lain yang terkait dengan pengiriman barang. Pembeli harus menanggung semua biaya dan resiko tersebut, dan harus memastikan bahwa barang tersebut dikirim ke tempat tujuan yang ditentukan dengan selamat. Exworks biasanya digunakan dalam kegiatan perdagangan internasional, terutama dalam pengiriman barang melalui laut atau udara. Exworks biasanya ditetapkan sebagai cara pembayaran dalam Sales Contract atau Proforma Invoice yang mencatat transaksi jual beli tersebut. Exworks merupakan salah satu cara pembayaran yang umum digunakan dalam kegiatan perdagangan internasional, karena memungkinkan pembeli untuk mengontrol proses pengiriman barang dan memastikan bahwa barang tersebut sampai ke tempat tujuan yang ditentukan dengan selamat. Namun, exworks juga dapat menimbulkan resiko bagi pembeli, karena pembeli harus menanggung semua biaya dan resiko yang terkait dengan pengiriman barang tersebut.

The Export Control Joint Unit (ECJU) adalah sebuah unit yang terdiri dari beberapa pegawai yang bertugas untuk mengawasi dan mengatur kegiatan ekspor barang-barang yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan atau individu-individu di Inggris. ECJU merupakan sebuah unit yang dibentuk oleh pemerintah Inggris untuk mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor barang-barang yang dilakukan di Inggris, serta memastikan bahwa peraturan-peraturan yang berlaku di Inggris terkait dengan ekspor barang-barang terpenuhi. ECJU bertugas untuk memberikan petunjuk dan bantuan kepada perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor barang-barang di Inggris, serta memberikan informasi terkait dengan peraturan-peraturan yang berlaku di Inggris terkait dengan ekspor barang-barang. ECJU juga bertugas untuk mengawasi dan mengatur kegiatan ekspor barang-barang yang dilakukan di Inggris, serta menangani masalah-masalah yang mungkin timbul selama kegiatan ekspor tersebut berlangsung. ECJU merupakan salah satu mekanisme yang digunakan oleh pemerintah Inggris untuk mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor barang-barang yang dilakukan di Inggris, serta memastikan bahwa peraturan-peraturan yang berlaku di Inggris terkait dengan ekspor barang-barang terpenuhi. ECJU juga membantu pemerintah Inggris dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor barang-barang yang dilakukan di Inggris, serta membantu perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor tersebut dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor yang dilakukan di Inggris.

Export Control System (ECS) adalah sebuah sistem yang digunakan oleh pemerintah-pemerintah negara untuk mengatur dan memonitor kegiatan ekspor barang-barang yang mungkin memiliki implikasi keamanan nasional atau yang terkait dengan masalah lainnya, seperti perdagangan ilegal atau pertukaran teknologi yang tidak diinginkan. Sistem ini biasanya terdiri dari sejumlah peraturan dan regulasi yang mengatur tentang apa saja barang-barang yang boleh diekspor, ke mana barang-barang tersebut boleh diekspor, dan siapa saja yang diizinkan untuk melakukan ekspor. Sistem ini juga biasanya mencakup tentang mekanisme untuk memonitor dan mengawasi kegiatan ekspor, seperti pemberian lisensi ekspor dan pengawasan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk proses ekspor. Sistem ini bertujuan untuk melindungi keamanan nasional dan memastikan bahwa barang-barang yang diekspor tidak digunakan untuk kegiatan ilegal atau tidak diinginkan. Sistem ini juga bertujuan untuk membantu menjaga perdagangan yang adil dan sehat antar negara, serta memastikan bahwa kegiatan ekspor tidak merugikan negara penerima barang.

Exit Summary Declaration (EXS) adalah sebuah dokumen yang digunakan untuk mengajukan dan mengkonfirmasikan kepada pemerintah negara pengirim bahwa barang-barang yang diekspor telah terkirim ke negara tujuan dengan benar dan sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Dokumen ini biasanya diisi oleh eksportir atau oleh perwakilan dari perusahaan eksportir, dan harus dikirimkan ke pemerintah negara pengirim sebelum barang-barang tersebut dikirim ke negara tujuan. Dokumen ini biasanya harus dilampiri dengan dokumen-dokumen lain yang diperlukan, seperti faktur, surat jalan, dan lain-lain, sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku di negara pengirim. Exit Summary Declaration (EXS) biasanya digunakan sebagai bagian dari sistem ekspor yang diterapkan oleh pemerintah negara pengirim, yang bertujuan untuk memonitor dan mengawasi kegiatan ekspor barang-barang yang mungkin memiliki implikasi keamanan nasional atau yang terkait dengan masalah lainnya. Dokumen ini juga berguna sebagai bukti bahwa barang-barang yang diekspor telah terkirim dengan benar dan sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku.

Entry Summary Declaration (ENS) adalah sebuah dokumen yang digunakan untuk mengajukan dan mengkonfirmasikan kepada pemerintah negara tujuan bahwa barang-barang yang diimpor telah tiba di negara tujuan dengan benar dan sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Dokumen ini biasanya diisi oleh importir atau oleh perwakilan dari perusahaan importir, dan harus dikirimkan ke pemerintah negara tujuan sebelum barang-barang tersebut diunggah atau ditimbang di tempat penimbunan bea cukai. Dokumen ini biasanya harus dilampiri dengan dokumen-dokumen lain yang diperlukan, seperti surat pengiriman, faktur, dan lain-lain, sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku di negara tujuan. Entry Summary Declaration (ENS) biasanya digunakan sebagai bagian dari sistem impor yang diterapkan oleh pemerintah negara tujuan, yang bertujuan untuk memonitor dan mengawasi kegiatan impor barang-barang yang mungkin memiliki implikasi keamanan nasional atau yang terkait dengan masalah lainnya. Dokumen ini juga berguna sebagai bukti bahwa barang-barang yang diimpor telah tiba di negara tujuan dengan benar dan sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku.

Entry into Declarant’s Records (EIDR) adalah sebuah proses yang dilakukan oleh importir atau perwakilan dari perusahaan importir untuk mengajukan kepada pemerintah negara tujuan bahwa barang-barang yang diimpor telah tiba di negara tujuan dan siap untuk diunggah atau ditimbang di tempat penimbunan bea cukai. Proses ini biasanya dilakukan dengan mengisi dan menyerahkan dokumen yang disebut Entry Summary Declaration (ENS) kepada pemerintah negara tujuan. Setelah proses EIDR selesai, barang-barang yang diimpor tersebut dapat diunggah atau ditimbang di tempat penimbunan bea cukai, dan bea cukai serta pajak lainnya yang berlaku harus dibayarkan sebelum barang-barang tersebut dapat dikeluarkan dari tempat penimbunan dan didistribusikan kepada konsumen. Proses EIDR ini biasanya harus dilakukan sebelum barang-barang tersebut dapat dipasarkan atau dijual di negara tujuan.

Economic Operator Identification Registration (EORI) Number adalah sebuah nomor identifikasi yang dikeluarkan oleh pemerintah atau otoritas bea cukai negara tujuan kepada perusahaan atau individu yang melakukan kegiatan ekspor atau impor. Nomor ini biasanya digunakan sebagai alat untuk memonitor dan mengawasi kegiatan ekspor atau impor yang dilakukan oleh perusahaan atau individu tersebut. Nomor EORI biasanya terdiri dari kombinasi kode negara, kode perusahaan atau individu, dan nomor seri unik yang dikeluarkan oleh pemerintah atau otoritas bea cukai negara tujuan. Nomor ini biasanya harus dicantumkan pada dokumen-dokumen ekspor atau impor, seperti faktur, surat pengiriman, dan lain-lain, untuk memudahkan pemerintah atau otoritas bea cukai negara tujuan dalam memonitor dan mengawasi kegiatan ekspor atau impor yang dilakukan oleh perusahaan atau individu tersebut.

Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) adalah perusahaan yang menangani pengiriman barang dari satu negara ke negara lain dengan menggunakan jasa pelayaran. Perusahaan EMKL bertanggung jawab untuk mengirim barang ke pelabuhan tujuan, serta mengatur pemuatan barang ke atas kapal dengan memperhatikan berat dan ukuran barang, serta memastikan bahwa barang tersebut dapat terkirim dengan selamat ke tempat tujuan. EMKL juga bertanggung jawab untuk menyediakan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk proses pemuatan barang ke atas kapal, serta mengelola proses pembayaran biaya-biaya yang terkait dengan pengiriman barang. Sebagai perusahaan yang menangani pengiriman barang internasional, EMKL harus memiliki lisensi dan sertifikasi yang diperlukan sesuai dengan regulasi yang berlaku di negara-negara tempat perusahaan tersebut beroperasi.

Ekspedisi Muatan Kapal Udara (EMKU) adalah perusahaan yang menangani pengiriman barang dari satu negara ke negara lain dengan menggunakan jasa penerbangan. Perusahaan EMKU bertanggung jawab untuk mengirim barang ke bandara tujuan, serta mengatur pemuatan barang ke dalam pesawat dengan memperhatikan berat dan ukuran barang, serta memastikan bahwa barang tersebut dapat terkirim dengan selamat ke tempat tujuan. EMKU juga bertanggung jawab untuk menyediakan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk proses pemuatan barang ke dalam pesawat, serta mengelola proses pembayaran biaya-biaya yang terkait dengan pengiriman barang. Sebagai perusahaan yang menangani pengiriman barang internasional, EMKU harus memiliki lisensi dan sertifikasi yang diperlukan sesuai dengan regulasi yang berlaku di negara-negara tempat perusahaan tersebut beroperasi.

Embargo adalah sebuah kebijakan yang dikeluarkan oleh suatu negara atau organisasi internasional yang membatasi atau menghentikan sepenuhnya kegiatan ekspor, impor, atau transit barang atau jasa ke atau dari suatu negara atau wilayah tertentu. Embargo biasanya diberlakukan untuk tujuan politik, militer, atau ekonomi, atau untuk memberikan tekanan kepada suatu negara agar memenuhi kewajiban atau standar tertentu. Embargo dapat juga diterapkan secara selektif terhadap barang atau jasa tertentu, atau diterapkan secara umum terhadap semua barang dan jasa yang ditransaksikan dengan negara atau wilayah tersebut.

Estimated Time of Arrival (ETA) adalah perkiraan waktu kedatangan suatu kapal atau pesawat terbang di tujuan akhirnya. Ini biasanya merujuk pada waktu yang diestimasikan oleh pemilik atau operator kapal atau pesawat terbang, atau oleh pihak yang memantau lalu lintas udara atau laut. ETA biasanya digunakan sebagai acuan dalam mengatur kegiatan operasi logistik atau perencanaan pelabuhan atau bandara.

Estimated Time of Departure (ETD) adalah perkiraan waktu keberangkatan suatu kapal atau pesawat terbang dari tempat asalnya. Ini biasanya merujuk pada waktu yang diestimasikan oleh pemilik atau operator kapal atau pesawat terbang, atau oleh pihak yang memantau lalu lintas udara atau laut. ETD biasanya digunakan sebagai acuan dalam mengatur kegiatan operasi logistik atau perencanaan pelabuhan atau bandara.

F

FOB (Free On Board) adalah salah satu metode penentuan harga yang biasa digunakan dalam perdagangan internasional, terutama dalam pengiriman barang melalui laut. Dengan metode FOB, harga yang ditetapkan untuk barang tersebut hanya mencakup harga barang itu sendiri, dan tidak mencakup biaya pengiriman barang dari negara asal ke tujuan akhir. Dengan menggunakan metode FOB, pembeli dari negara lain harus membayar biaya pengiriman barang dan asuransi secara terpisah dari harga barang yang ditetapkan. Metode FOB sering digunakan dalam perdagangan internasional karena memberikan kemudahan bagi pembeli dari negara lain dalam memahami biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli barang tersebut. Namun, pembeli harus memperhatikan bahwa biaya pengiriman barang yang harus dibayar secara terpisah dari harga FOB mungkin lebih tinggi dibandingkan dengan metode lain, seperti CIF (Cost, Insurance, Freight), yang mencakup biaya pengiriman dan asuransi dalam harga.

Full Container Loaded (FCR) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pengiriman barang dalam sebuah container (kontainer) penuh, yang dimaksudkan untuk diangkut dari satu negara ke negara lain. Dalam proses FCL, container tersebut diisi penuh dengan barang yang dikirim oleh satu perusahaan atau individu, sehingga tidak terdapat barang lain dari perusahaan atau individu lain yang dikirim bersama dalam container yang sama. FCL sering digunakan dalam perdagangan internasional karena memberikan kemudahan bagi perusahaan atau individu yang mengirim barang dalam mengelola pengiriman barangnya. Dengan FCL, perusahaan atau individu tersebut dapat mengirim barangnya dengan lebih efisien dan cepat, karena container tersebut hanya perlu diisi dengan barang yang akan dikirim. Selain itu, FCL juga dapat mengurangi risiko kerusakan atau hilangnya barang yang dikirim, karena container tersebut hanya diisi dengan barang dari satu perusahaan atau individu.

Front End Credibility checks (FECs) adalah sebuah proses yang digunakan oleh pemerintah untuk memverifikasi keabsahan dan kebenaran informasi yang diberikan oleh eksportir atau importir. FECs biasanya dilakukan sebelum ekspor atau impor barang-barang dilakukan, dan biasanya dilakukan untuk memastikan bahwa barang-barang yang akan diekspor atau diimpor sesuai dengan regulasi yang berlaku. FECs biasanya dilakukan dengan menggunakan informasi yang diberikan oleh eksportir atau importir, seperti dokumen ekspor atau impor, daftar barang yang akan dikirim, dan sebagainya. FECs juga biasanya dilakukan dengan menggunakan informasi yang diberikan oleh pihak lain, seperti perusahaan pengangkut, perusahaan asuransi, dan sebagainya. FECs biasanya dilakukan untuk memastikan bahwa barang-barang yang akan diekspor atau diimpor sesuai dengan regulasi yang berlaku, dan juga untuk memastikan bahwa eksportir atau importir memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk melakukan kegiatan ekspor atau impor. FECs juga biasanya dilakukan untuk membantu pemerintah dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor atau impor yang dilakukan di negara tersebut, dan juga untuk membantu pemerintah dalam mencegah penyelundupan barang-barang ilegal atau terlarang.

Freight forwarder adalah perusahaan yang bertindak sebagai agen atau perantara dalam mengatur pengiriman barang-barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Freight forwarder biasanya mengelola seluruh proses pengiriman barang-barang, mulai dari pemilihan moda transportasi yang tepat, pembuatan dokumen-dokumen yang diperlukan, sampai dengan pengurusan keperluan-keperluan lain yang diperlukan untuk mengirim barang-barang tersebut. Freight forwarder juga biasanya bertindak sebagai perantara antara eksportir atau importir dengan perusahaan-perusahaan pengangkut yang akan mengirim barang-barang tersebut. Freight forwarder biasanya menawarkan berbagai macam jenis layanan, seperti layanan pengiriman dengan kontainer, layanan pengiriman dengan pesawat, dan layanan pengiriman lainnya yang sesuai dengan kebutuhan eksportir atau importir. Freight forwarder biasanya juga menyediakan layanan-layanan lain, seperti pengurusan dokumen-dokumen ekspor atau impor, asuransi barang, dan sebagainya. Freight forwarder merupakan salah satu bagian yang penting dalam kegiatan ekspor dan impor, karena freight forwarder membantu eksportir atau importir dalam mengelola proses pengiriman barang-barang secara efektif dan efisien.

Free Trade Agreement (FTA) adalah sebuah perjanjian perdagangan bebas antara dua atau lebih negara yang bertujuan untuk menghilangkan atau mengurangi hambatan-hambatan perdagangan, seperti tarif, kuota, dan kebijakan proteksionisme lainnya. Tujuan dari FTA adalah untuk meningkatkan volume perdagangan antar negara dan memperkuat hubungan ekonomi antar negara. FTA biasanya mengatur tentang berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan perdagangan, seperti barang yang dapat dipertukarkan, harga barang, jenis-jenis dokumen yang diperlukan, dan sebagainya. FTA juga biasanya mengatur tentang bagaimana perdagangan antar negara harus dilakukan, seperti sistem pembayaran yang digunakan, cara mengurus dokumen-dokumen yang diperlukan, dan sebagainya. FTA biasanya juga mencakup tentang isu-isu lain yang berkaitan dengan kegiatan perdagangan, seperti standar kualitas barang, kepatuhan terhadap hukum yang berlaku, dan sebagainya. FTA biasanya diimplementasikan oleh pemerintah-pemerintah negara yang terlibat, dan biasanya mengikat para pelaku perdagangan dari negara-negara tersebut untuk mematuhi ketentuan-ketentuan yang telah disepakati dalam FTA.

Flexible Accounting Scheme (FAS) adalah sebuah skema akuntansi yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang mengimpor barang-barang ke Uni Eropa (UE). Skema akuntansi ini memungkinkan perusahaan-perusahaan yang mengimpor barang-barang ke UE untuk menyesuaikan tarif bea masuk yang harus dibayar sesuai dengan nilai nyata barang-barang yang diimpor. Skema akuntansi ini berguna untuk membantu perusahaan-perusahaan yang mengimpor barang-barang ke UE dalam mengatur keuangan mereka, karena perusahaan-perusahaan tersebut tidak perlu membayar tarif bea masuk yang lebih tinggi dari nilai nyata barang-barang yang diimpor. Skema akuntansi ini juga membantu meminimalkan resiko perusahaan-perusahaan yang mengimpor barang-barang ke UE, karena perusahaan-perusahaan tersebut tidak perlu membayar tarif bea masuk yang tidak sesuai dengan nilai nyata barang-barang yang diimpor. Untuk dapat menggunakan skema akuntansi ini, perusahaan-perusahaan yang mengimpor barang-barang ke UE harus terlebih dahulu terdaftar di skema akuntansi ini dan harus memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh UE. Skema akuntansi ini hanya dapat digunakan untuk barang-barang yang diimpor ke UE, dan tidak dapat digunakan untuk barang-barang yang diekspor dari UE.

Flat Rack Container adalah jenis kontainer yang tidak memiliki dinding samping dan atap, sehingga mudah untuk memuat barang-barang yang lebih besar atau yang tidak bisa dimuat ke dalam kontainer standar. Flat Rack Container biasanya terdiri dari dua atau tiga buah rak yang terbuat dari baja, yang diikat dengan tali atau kawat baja di sepanjang tepinya. Flat Rack Container biasanya digunakan untuk memuat barang-barang yang terlalu panjang, terlalu lebar, atau terlalu tinggi untuk dimuat ke dalam kontainer standar, seperti mesin-mesin besar, kapal kecil, truk, atau mobil. Flat Rack Container juga sering digunakan untuk memuat barang-barang yang memerlukan perlindungan khusus terhadap cuaca atau perubahan temperatur, seperti barang-barang yang mudah rusak, kimia, atau makanan.

Feeder Vessel adalah kapal yang digunakan untuk mengangkut muatan dari pelabuhan kecil ke pelabuhan besar yang lebih dekat dengan jalur laut utama. Kapal ini biasanya digunakan untuk mengangkut muatan yang tidak dapat diangkut oleh kapal utama karena kapasitas atau ukurannya yang terlalu besar atau terlalu kecil. Kapal ini juga dapat digunakan untuk mengangkut muatan dari pelabuhan ke pelabuhan yang tidak memiliki fasilitas untuk menangani kapal utama.

Freight Collect adalah pembayaran biaya pengiriman atau ongkos kirim yang dibayarkan oleh penerima barang kepada pengirim atau ekspedisi pengiriman. Jadi, pengirim barang tidak perlu membayar ongkos kirim secara upfront, tetapi akan ditagih setelah barang sampai ke tujuan dan diterima oleh penerima.

Freight Prepaid adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan bahwa biaya pengiriman sudah dibayarkan oleh pengirim barang sebelum barang tersebut dikirim. Jadi, penerima barang tidak perlu membayar biaya pengiriman lagi. Hal ini biasanya terjadi dalam situasi di mana pengirim barang memiliki kesepakatan dengan penerima barang mengenai bagaimana biaya pengiriman akan ditanggung.

Fumigation certificate adalah sebuah dokumen yang menyatakan bahwa suatu komoditas atau barang telah melalui proses fumigasi yang dilakukan oleh perusahaan atau instansi yang berwenang. Fumigasi adalah proses pengasingan atau penyemprotan zat kimia pada suatu barang atau komoditas untuk menghilangkan atau membunuh hama atau serangga yang ada di dalamnya. Fumigation certificate biasanya dikeluarkan oleh perusahaan fumigasi atau instansi pemerintah yang bertanggung jawab terhadap keamanan dan kesehatan produk yang masuk ke suatu negara. Fumigation certificate diperlukan jika barang yang dikirim ke negara lain harus melalui proses fumigasi agar dapat masuk ke negara tersebut sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Dokumen ini biasanya diberikan kepada pemilik barang atau komoditas yang telah di-fumigasi dan diperlukan untuk mengikuti prosedur impor atau ekspor barang.

G

Good Received Note (GRN) adalah sebuah dokumen yang digunakan untuk mencatat penerimaan barang-barang yang dikirimkan oleh suatu perusahaan kepada perusahaan lain atau kepada pelanggan. GRN biasanya berisi informasi tentang jumlah, jenis, dan kondisi barang-barang yang diterima, serta tanggal penerimaan dan nama pengirim dan penerima barang-barang tersebut. GRN biasanya dibuat oleh perusahaan penerima barang-barang, dan dokumen tersebut digunakan untuk mencatat penerimaan barang-barang yang dikirimkan oleh perusahaan lain atau pelanggan. GRN biasanya juga dijadikan sebagai bukti penerimaan barang-barang yang dikirimkan oleh perusahaan lain atau pelanggan. GRN merupakan salah satu dokumen yang digunakan dalam kegiatan ekspor dan impor barang-barang, dan dokumen tersebut biasanya dibutuhkan oleh perusahaan penerima barang-barang untuk mengelola dan mengontrol penerimaan barang-barang yang dikirimkan oleh perusahaan lain atau pelanggan.

Goods Departure Message (GDM) adalah sebuah dokumen yang menyatakan bahwa suatu kiriman barang telah dikirim dari suatu tempat ke tempat lain. GDM biasanya digunakan dalam kegiatan ekspor barang-barang, dan GDM biasanya merupakan salah satu dokumen yang diperlukan dalam proses ekspor barang-barang. GDM biasanya dibuat oleh perusahaan eksportir, dan biasanya berisi informasi tentang kiriman barang yang dikirim, termasuk jenis barang yang dikirim, jumlah barang yang dikirim, tujuan pengiriman barang, dan sebagainya. GDM biasanya ditujukan kepada perusahaan penerima barang di negara tujuan, dan biasanya diperlukan sebagai salah satu dokumen yang harus dilengkapi oleh perusahaan penerima barang tersebut sebelum barang tersebut dapat diterima. GDM biasanya merupakan salah satu dokumen yang diperlukan dalam proses ekspor barang-barang, dan biasanya diperlukan untuk membantu perusahaan eksportir dan perusahaan penerima barang dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor barang-barang yang dilakukan. GDM juga biasanya diperlukan sebagai salah satu dokumen yang harus dilengkapi oleh perusahaan penerima barang sebelum barang tersebut dapat diterima, dan biasanya diperlukan untuk membantu perusahaan penerima barang dalam mengelola dan mengontrol kegiatan impor barang-barang yang dilakukan.

Generalised System of Preferences (GSP) adalah sebuah program yang dibuat oleh World Trade Organization (WTO) yang memberikan preferensi tarif dan bea masuk kepada negara-negara berkembang. Tujuan dari GSP adalah untuk membantu negara-negara berkembang meningkatkan ekspor mereka ke negara-negara maju, dengan mengurangi hambatan-hambatan perdagangan yang mereka hadapi. GSP memberikan preferensi tarif yang lebih rendah kepada negara-negara berkembang untuk produk-produk yang diekspor ke negara-negara maju. Negara-negara berkembang yang mengikuti GSP biasanya dapat mengekspor produk-produk mereka ke negara-negara maju dengan bea masuk yang lebih rendah dibandingkan dengan bea masuk yang dikenakan kepada negara-negara lain. Negara-negara yang mengikuti GSP juga biasanya dapat mengikuti program ekspor yang lebih baik dan mengekspor produk-produk yang lebih banyak ke negara-negara maju. GSP merupakan salah satu cara yang digunakan oleh WTO untuk membantu negara-negara berkembang meningkatkan ekspor mereka ke negara-negara maju. GSP juga merupakan salah satu cara yang digunakan oleh negara-negara maju untuk membantu negara-negara berkembang meningkatkan ekspor mereka dan mengurangi hambatan-hambatan perdagangan yang mereka hadapi. Dengan demikian, GSP merupakan salah satu program yang penting bagi kegiatan ekspor dan impor yang dilakukan oleh negara-negara di seluruh dunia.

H

Harmonized System Code (HS Code) adalah kode tarif yang digunakan secara internasional untuk mengidentifikasi jenis barang yang diimpor atau diekspor. HS Code dikembangkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai bagian dari Sistem Tarif Harmonis (HS), yang merupakan sistem pencatatan tarif yang digunakan secara luas oleh negara-negara di seluruh dunia. HS Code terdiri dari kode tarif yang terdiri dari enam digit, yang mewakili kategori barang yang diekspor atau diimpor. Setiap digit dalam kode tarif tersebut mewakili kategori barang yang lebih spesifik, sehingga dengan menggunakan HS Code, dapat dengan mudah ditentukan tarif yang harus dibayarkan atas barang yang diekspor atau diimpor. HS Code merupakan faktor penting dalam perdagangan internasional, karena menentukan tarif yang harus dibayarkan atas barang yang diekspor atau diimpor. HS Code juga digunakan untuk menghitung statistik perdagangan internasional, serta untuk mengelola kebijakan perdagangan yang diterapkan oleh negara-negara di seluruh dunia.

Hazardous goods adalah barang-barang yang dapat menimbulkan bahaya bagi keamanan orang, barang, dan lingkungan sekitar. Hazardous goods biasanya terdiri dari bahan-bahan kimia yang berbahaya, barang-barang yang memiliki bahan-bahan radioaktif, barang-barang yang dapat terbakar dengan mudah, dan sebagainya. Hazardous goods biasanya dianggap sebagai barang-barang yang memiliki risiko tinggi bagi keamanan dan kesehatan orang-orang yang berada di sekitar barang-barang tersebut. Hazardous goods biasanya harus diakui dan diidentifikasi dengan benar sebelum diangkut atau diimpor ke suatu negara. Untuk mengatur dan mengkontrol kegiatan angkut dan impor hazardous goods, masing-masing negara biasanya memiliki regulasi dan peraturan yang berbeda-beda. Hazardous goods biasanya harus diakui dan diidentifikasi dengan benar sebelum diangkut atau diimpor ke suatu negara, dan biasanya harus dilengkapi dengan dokumen-dokumen yang diperlukan sesuai dengan regulasi dan peraturan yang berlaku di negara tersebut. Biasanya, hazardous goods juga harus dikemas dengan benar dan dilengkapi dengan tanda-tanda yang diperlukan sesuai dengan regulasi dan peraturan yang berlaku di negara tersebut. Hazardous goods merupakan salah satu jenis barang-barang yang harus diakui dan diidentifikasi dengan benar sebelum diangkut atau diimpor ke suatu negara, dan kegiatan angkut dan impor hazardous goods biasanya harus dilakukan dengan hati-hati dan mengikuti regulasi dan peraturan yang berlaku di negara tersebut untuk menghindari risiko-risiko yang terkait dengan kegiatan tersebut.

Health certificate adalah sebuah dokumen yang menyatakan bahwa seseorang atau hewan telah lulus dalam pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga medis atau instansi pemerintah yang berwenang. Health certificate biasanya dikeluarkan oleh dokter atau instansi pemerintah setelah seseorang atau hewan menjalani pemeriksaan kesehatan yang diperlukan sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Health certificate sering dibutuhkan untuk keperluan perjalanan, seperti saat bepergian ke luar negeri atau saat mengirim hewan ke luar negeri. Health certificate juga diperlukan dalam beberapa kasus seperti saat melakukan aktivitas olahraga, mengikuti kegiatan resmi, atau saat membawa hewan ke suatu tempat yang membutuhkan persyaratan kesehatan tertentu. Health certificate biasanya mencakup informasi mengenai hasil pemeriksaan kesehatan seseorang atau hewan, seperti apakah seseorang atau hewan tersebut sehat atau mengalami penyakit tertentu.

I

ISO country codes adalah sebuah kode yang dikeluarkan oleh International Organization for Standardization (ISO) untuk mengidentifikasi setiap negara di dunia. ISO country codes biasanya terdiri dari dua huruf yang merupakan singkatan dari nama negara tersebut, misalnya Indonesia ditandai dengan kode ID, Amerika Serikat ditandai dengan kode US, dan sebagainya. ISO country codes biasanya digunakan dalam berbagai aplikasi dan sistem informasi yang membutuhkan informasi tentang negara-negara di dunia, seperti sistem logistik, sistem perdagangan, dan sebagainya. ISO country codes juga sering digunakan dalam dokumen-dokumen ekspor dan impor untuk menandai negara-negara yang terlibat dalam kegiatan tersebut. ISO country codes merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan negara-negara di dunia, dan kode-kode tersebut biasanya digunakan oleh berbagai perusahaan, organisasi, dan instansi yang membutuhkan informasi tentang negara-negara di dunia.

International Commercial Terms (Incoterms) adalah sekumpulan aturan yang dikeluarkan oleh International Chamber of Commerce (ICC) untuk mengatur dan mengklarifikasi tanggung jawab dan hak-hak yang dimiliki oleh pembeli dan penjual dalam transaksi ekspor dan impor barang-barang. Incoterms merupakan standar internasional yang diterima secara luas dalam kegiatan ekspor dan impor barang-barang, dan Incoterms digunakan oleh perusahaan-perusahaan di seluruh dunia untuk mengatur dan mengklarifikasi tanggung jawab dan hak-hak yang dimiliki oleh pembeli dan penjual dalam transaksi ekspor dan impor barang-barang. Incoterms terdiri dari 11 klausul yang masing-masing mengatur dan mengklarifikasi tanggung jawab dan hak-hak yang dimiliki oleh pembeli dan penjual dalam transaksi ekspor dan impor barang-barang. Klausul-klausul tersebut terbagi menjadi dua kategori, yaitu klausul yang mengatur tanggung jawab pengiriman barang-barang (klausul yang berlaku di tengah perjalanan), dan klausul yang mengatur tanggung jawab pembebanan bea cukai (klausul yang berlaku di destinasi). Incoterms merupakan salah satu cara yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk mengatur dan mengklarifikasi tanggung jawab dan hak-hak yang dimiliki oleh pembeli dan penjual dalam transaksi ekspor dan impor barang-barang. Incoterms juga membantu perusahaan-perusahaan untuk mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor dan impor barang-barang yang dilakukan, serta membantu perusahaan-perusahaan tersebut dalam mengelola dan mengontrol risiko yang terkait dengan kegiatan ekspor dan impor barang-barang yang dilakukan.

INATRADE adalah singkatan dari Indonesian Trade Promotion Centre (Pusat Promosi Perdagangan Indonesia). INATRADE merupakan lembaga yang dibentuk oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk-produk Indonesia ke pasar-pasar internasional. INATRADE bertugas menyediakan informasi-informasi tentang produk-produk Indonesia yang siap di ekspor ke pasar-pasar internasional, serta menyediakan layanan-layanan untuk membantu perusahaan-perusahaan Indonesia dalam menemukan peluang-peluang ekspor baru. INATRADE juga bertugas menyediakan berbagai fasilitas dan jasa-jasa yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi mereka dalam mengikuti persaingan di pasar-pasar internasional. INATRADE merupakan lembaga yang sangat penting bagi perkembangan ekspor Indonesia karena dapat membantu meningkatkan pangsa pasar produk-produk Indonesia di pasar-pasar internasional dan membantu meningkatkan devisa negara melalui ekspor.

Issuing bank adalah bank yang mengeluarkan atau menandatangani sebuah dokumen bank, seperti letter of credit atau surat berharga lainnya. Issuing bank bertanggung jawab untuk membayar atau mengeluarkan dana sesuai dengan isi dari dokumen tersebut, jika syarat-syarat yang tercantum di dalamnya terpenuhi. Issuing bank biasanya merupakan bank yang dipilih oleh pembeli dalam transaksi internasional untuk memastikan bahwa pembayaran akan dilakukan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.

International Chamber of Commerce (ICC) adalah sebuah organisasi bisnis global yang didirikan pada tahun 1919 dan berpusat di Paris, Perancis. ICC merupakan organisasi swasta yang menyediakan fasilitas bagi perusahaan-perusahaan di seluruh dunia untuk mengembangkan bisnisnya di tingkat internasional. ICC juga berperan sebagai forum untuk menyelesaikan sengketa bisnis antar perusahaan dan mempromosikan prinsip-prinsip etis dalam bisnis internasional. ICC memiliki sekitar 6.500 anggota dari seluruh dunia, termasuk perusahaan, kamar dagang, asosiasi industri, dan organisasi profesi. ICC juga bekerja sama dengan pemerintah, lembaga keuangan, dan organisasi internasional lainnya untuk meningkatkan perdagangan dan investasi global. ICC memiliki beberapa divisi yang menangani berbagai bidang, seperti perbankan, e-commerce, perdagangan, dan kepatuhan sosial. ICC juga mengeluarkan berbagai dokumen standar yang digunakan dalam bisnis internasional, seperti Incoterms, yang merupakan standar internasional untuk penyebutan kondisi penjualan internasional.

International Organization for Standardization (ISO) adalah organisasi internasional yang bertujuan mengembangkan standar teknis yang diterima secara internasional untuk berbagai macam produk, proses, dan layanan. ISO didirikan pada tahun 1947 dan berpusat di Geneva, Swiss. ISO merupakan lembaga swasta yang terdiri dari sekitar 162 negara anggota yang mewakili perusahaan, pemerintah, dan organisasi lainnya. ISO mengeluarkan standar-standar yang berguna bagi perusahaan-perusahaan, pemerintah, dan organisasi lainnya untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan meningkatkan kualitas produk dan layanan. ISO juga mempromosikan penggunaan standar-standar yang dikeluarkannya di tingkat internasional. ISO mengeluarkan standar-standar untuk berbagai macam bidang, seperti keamanan, kualitas, lingkungan, teknologi informasi, sertifikasi, dan lain-lain. Standar-standar ISO sering digunakan sebagai patokan dalam perdagangan internasional dan sering diakui secara internasional sebagai standar teknis yang terbaik. ISO juga bekerja sama dengan organisasi-organisasi internasional lainnya untuk mengembangkan standar teknis yang diterima secara luas.

J

Japanese Industrial Standards (JIS) adalah standar teknis yang dikeluarkan oleh Badan Standarisasi Industri Jepang (Japanese Industrial Standards Committee, JISC) untuk menetapkan spesifikasi teknis dan kriteria yang harus dipenuhi oleh produk-produk yang diproduksi di Jepang. JIS dikeluarkan untuk berbagai macam produk, termasuk elektronik, otomotif, alat-alat mesin, konstruksi, dan lain-lain. JIS merupakan standar teknis yang diakui secara internasional dan sering digunakan sebagai patokan dalam perdagangan internasional. JIS juga sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan di Jepang sebagai acuan dalam proses produksi dan pengendalian kualitas produk. JISC merupakan organisasi swasta yang terdiri dari perwakilan dari perusahaan-perusahaan, kamar dagang, asosiasi industri, dan organisasi profesi di Jepang. JISC bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga-lembaga internasional lainnya untuk mengeluarkan JIS dan mempromosikan penggunaan JIS di tingkat internasional.

K

KBLI adalah singkatan dari Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (Indonesian Standard Classification of Business Fields). KBLI adalah sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengelompokkan berbagai jenis usaha dan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. KBLI merupakan standar nasional yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia dan digunakan sebagai acuan dalam pengklasifikasian usaha-usaha di Indonesia. KBLI terdiri dari kode-kode yang mewakili berbagai kelompok lapangan usaha dan kegiatan ekonomi yang berbeda. KBLI biasanya digunakan dalam berbagai keperluan statistik, seperti untuk mengumpulkan data-data tentang struktur ekonomi Indonesia, serta untuk menyusun laporan-laporan tentang kinerja ekonomi Indonesia. KBLI juga sering digunakan sebagai acuan dalam menentukan tarif-tarif pajak yang berlaku bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia, serta dalam menentukan berbagai kebijakan ekonomi yang berlaku di Indonesia.

Kapal feeder adalah kapal yang digunakan untuk mengangkut kontainer dari pelabuhan kecil ke pelabuhan besar, atau sebaliknya. Kapal feeder biasanya lebih kecil dibandingkan dengan kapal utama yang mengangkut kontainer, dan memiliki kapasitas muatan yang lebih sedikit. Kapal feeder sering digunakan dalam sistem pengangkutan kontainer intermodal, di mana kontainer dapat diangkut melalui berbagai moda transportasi seperti darat, laut, dan udara.

L

Less Container Loaded (LCL) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kegiatan pengiriman barang di mana barang tersebut tidak memenuhi kapasitas penuh container pengiriman. Dalam kegiatan pengiriman LCL, beberapa jenis barang dari berbagai pengirim yang berbeda dikombinasikan dalam satu container, sehingga barang tersebut tidak memenuhi kapasitas container secara penuh. Kegiatan pengiriman LCL biasanya dilakukan untuk menghemat biaya pengiriman, karena dengan cara ini perusahaan atau individu yang ingin mengirim barang dapat membayar hanya untuk ruang yang digunakan, bukan untuk seluruh kapasitas container. Namun, kegiatan pengiriman LCL biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pengiriman FCL (Full Container Loaded), karena barang-barang tersebut harus dikombinasikan dan diuruskan terlebih dahulu sebelum dikirim.

Letter of Credit Payment (LC) atau LC Payment adalah salah satu cara pembayaran dalam kegiatan perdagangan internasional, yang menggunakan surat kredit sebagai jaminan pembayaran. Surat kredit adalah dokumen yang dikeluarkan oleh bank yang menjamin bahwa bank tersebut akan membayar jumlah tertentu kepada pihak lain jika pihak tersebut memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam surat kredit tersebut. LC Payment biasanya digunakan dalam kegiatan perdagangan internasional, terutama dalam pengiriman barang yang menggunakan metode pembayaran dengan cara tersebut. LC Payment biasanya ditetapkan sebagai cara pembayaran dalam Sales Contract atau Proforma Invoice yang mencatat transaksi jual beli tersebut. LC Payment merupakan salah satu cara pembayaran yang umum digunakan dalam kegiatan perdagangan internasional, karena memungkinkan pembeli untuk memastikan bahwa pembayaran akan dilakukan sesuai dengan yang telah disepakati, serta meminimalkan resiko bagi penjual jika pembeli tidak membayar sesuai dengan yang telah disepakati. Namun, LC Payment juga dapat menimbulkan biaya-biaya tambahan bagi pembeli, karena pembeli harus membayar biaya-biaya yang terkait dengan pembuatan surat kredit tersebut.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) adalah sebuah laporan yang dibuat oleh pihak bea dan cukai yang menjelaskan hasil dari pemeriksaan barang yang dilakukan oleh petugas bea dan cukai. Laporan ini biasanya dibuat setelah pemeriksaan fisik terhadap barang yang akan diimpor atau diekspor melalui pelabuhan atau bandar udara. LHP biasanya mencakup informasi mengenai jumlah, jenis, dan kondisi barang yang diperiksa, serta menyatakan apakah barang tersebut memenuhi persyaratan yang berlaku untuk masuk atau keluar dari negara tersebut.

Letter of Inquiry (LOI) adalah surat yang digunakan oleh pembeli untuk menanyakan kepada penjual tentang ketersediaan barang, harga, dan kondisi pembayaran. Surat ini biasanya dikirim sebelum pembeli membuat pesanan resmi kepada penjual. LOI dapat digunakan dalam berbagai jenis transaksi, termasuk ekspor dan impor.

M

Movement Reference Number (MRN) adalah sebuah nomor yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengidentifikasi dan melacak kegiatan ekspor atau impor barang-barang yang dilakukan di negara tersebut. MRN merupakan nomor yang diberikan kepada setiap kegiatan ekspor atau impor barang-barang yang dilakukan di negara tersebut, dan nomor tersebut biasanya tercantum dalam dokumen-dokumen ekspor atau impor yang berkaitan dengan kegiatan tersebut. MRN biasanya juga terkait dengan berbagai peraturan dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah untuk mengatur dan mengontrol kegiatan ekspor atau impor barang-barang. MRN biasanya juga digunakan oleh pemerintah untuk mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor atau impor barang-barang yang dilakukan di negara tersebut. MRN merupakan salah satu cara yang digunakan oleh pemerintah untuk mengidentifikasi dan melacak kegiatan ekspor atau impor barang-barang yang dilakukan di negara tersebut. MRN juga membantu pemerintah dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor atau impor barang-barang yang dilakukan di negara tersebut, serta membantu perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor atau impor tersebut dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor atau impor yang dilakukan di negara tersebut.

Master Unique Consignment Reference (MUCR) adalah sebuah nomor yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengidentifikasi dan melacak kegiatan ekspor atau impor barang-barang yang dilakukan di negara tersebut. MUCR merupakan nomor yang diberikan kepada setiap kegiatan ekspor atau impor barang-barang yang dilakukan di negara tersebut, dan nomor tersebut biasanya tercantum dalam dokumen-dokumen ekspor atau impor yang berkaitan dengan kegiatan tersebut. MUCR biasanya juga terkait dengan berbagai peraturan dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah untuk mengatur dan mengontrol kegiatan ekspor atau impor barang-barang. MUCR biasanya juga digunakan oleh pemerintah untuk mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor atau impor barang-barang yang dilakukan di negara tersebut. MUCR merupakan salah satu cara yang digunakan oleh pemerintah untuk mengidentifikasi dan melacak kegiatan ekspor atau impor barang-barang yang dilakukan di negara tersebut. MUCR juga membantu pemerintah dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor atau impor barang-barang yang dilakukan di negara tersebut, serta membantu perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor atau impor tersebut dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor atau impor yang dilakukan di negara tersebut.

Mother vessel adalah kapal yang digunakan untuk membawa kontainer dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Mother vessel sering digunakan untuk mengangkut kontainer dari pelabuhan yang lebih kecil ke pelabuhan yang lebih besar, di mana kontainer kemudian ditransfer ke kapal feeder untuk diangkut ke pelabuhan tujuan akhir. Mother vessel juga dapat mengangkut kontainer secara langsung ke pelabuhan tujuan akhir.

Minimum Order Quantity (MOQ) adalah jumlah minimal pesanan yang harus dibeli oleh seorang pembeli dari seorang penjual. MOQ biasanya ditetapkan oleh penjual untuk setiap produk yang dijualnya. MOQ ditetapkan dengan tujuan untuk mengoptimalkan biaya produksi dan pengiriman serta untuk menjaga agar pembeli tidak membeli jumlah yang terlalu kecil yang mungkin tidak efisien bagi penjual. MOQ bisa berbeda-beda tergantung pada jenis produk yang dijual, tingkat produksi yang tersedia, dan kebijakan penjual. MOQ juga bisa berubah-ubah tergantung pada kebijakan penjual atau kondisi pasar yang berlaku. Pembeli harus memperhatikan MOQ yang ditetapkan oleh penjual saat membuat pesanan agar tidak terjadi kesalahpahaman atau masalah dikemudian hari.

N

National Export System (NES) adalah sebuah sistem yang dikembangkan oleh pemerintah untuk mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor barang-barang dari suatu negara. Sistem NES biasanya digunakan oleh pemerintah untuk mengatur dan mengontrol kegiatan ekspor barang-barang yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor tersebut. Sistem NES biasanya terdiri dari beberapa elemen, seperti lisensi ekspor, dokumen-dokumen ekspor, dan lain-lain. Sistem NES biasanya juga terkait dengan berbagai peraturan dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah untuk mengatur dan mengontrol kegiatan ekspor barang-barang. Sistem NES merupakan salah satu cara yang digunakan oleh pemerintah untuk mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor barang-barang yang dilakukan di negara tersebut. Sistem NES juga membantu pemerintah dalam mengatur dan mengontrol kegiatan ekspor barang-barang yang dilakukan di negara tersebut, serta membantu perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor tersebut dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor yang dilakukan di negara tersebut.

National Clearance Hub (NCH) adalah sebuah pusat yang dikembangkan oleh pemerintah untuk mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor dan impor barang-barang yang dilakukan di negara tersebut. NCH biasanya terdiri dari beberapa elemen, seperti dokumen-dokumen ekspor atau impor, lisensi ekspor atau impor, dan lain-lain. NCH merupakan salah satu cara yang digunakan oleh pemerintah untuk mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor dan impor barang-barang yang dilakukan di negara tersebut. NCH juga membantu pemerintah dalam mengatur dan mengontrol kegiatan ekspor dan impor barang-barang yang dilakukan di negara tersebut, serta membantu perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor atau impor tersebut dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor atau impor yang dilakukan di negara tersebut. NCH biasanya juga terkait dengan berbagai peraturan dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah untuk mengatur dan mengontrol kegiatan ekspor dan impor barang-barang. NCH juga bertindak sebagai mediator antara pemerintah dan perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor atau impor tersebut.

Negara Tujuan Ekspor (NTE) adalah negara yang menjadi tujuan pengiriman barang-barang yang di ekspor oleh perusahaan atau individu dari suatu negara. NTE merupakan negara yang menjadi tujuan akhir dari perjalanan barang-barang yang di ekspor, sebelum barang-barang tersebut akhirnya tiba di tempat tujuan yang sebenarnya. Dalam kegiatan ekspor, NTE merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan oleh perusahaan atau individu yang melakukan ekspor, karena NTE dapat mempengaruhi berbagai aspek dari kegiatan ekspor, seperti biaya-biaya yang harus dikeluarkan, regulasi yang harus dipenuhi, dan lain-lain. NTE juga sering digunakan sebagai acuan dalam menentukan jalur pengiriman barang-barang yang di ekspor, serta dalam menentukan biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk mengirim barang-barang tersebut ke NTE.

Notify party adalah pihak yang diberi tahu tentang pengiriman barang yang dilakukan oleh pihak eksportir. Notify party biasanya merupakan perusahaan penerima barang di negara tujuan ekspor atau perusahaan ekspedisi yang akan menangani pengiriman barang tersebut dari pelabuhan ke tempat tujuan akhir. Pihak eksportir biasanya akan mencantumkan informasi tentang notify party di dokumen-dokumen ekspor seperti Air Waybill (AWB) atau Bill of Lading (B/L).

Nomor Induk Berusaha (NIB) atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Business Identification Number (BIN) adalah sebuah nomor yang diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan atau bisnis yang terdaftar di suatu negara. NIB biasanya digunakan untuk mengidentifikasi perusahaan secara unik dan membantu dalam pelacakan kegiatan bisnis. NIB juga sering digunakan sebagai nomor referensi dalam transaksi keuangan, pajak, dan administrasi perusahaan.

O

Ocean Freight Rate (OFR) adalah tarif yang dikenakan untuk mengirim barang-barang melalui laut dari satu negara ke negara lain. OFR biasanya dinyatakan dalam satuan mata uang per satuan ukuran barang (misalnya USD per metrik ton) atau per satuan ukuran volume (misalnya USD per kubik meter). OFR biasanya ditentukan oleh perusahaan pengangkutan laut atau perusahaan ekspedisi yang mengatur pengiriman barang-barang melalui laut. OFR biasanya ditentukan berdasarkan jarak yang harus ditempuh, jenis barang yang dikirim, serta faktor-faktor lain seperti kondisi cuaca, kepadatan lalu lintas laut, dan biaya operasional perusahaan pengangkut. OFR juga biasanya mencakup biaya pengiriman barang-barang melalui terminal-terminal pelabuhan di negara tujuan, serta biaya-biaya lain yang terkait dengan pengiriman barang-barang melalui laut, seperti biaya dokumen dan biaya asuransi.

Over Brengen (OB) adalah istilah yang digunakan dalam kegiatan perdagangan internasional, yang merujuk pada kewajiban pengirim barang untuk menyediakan barang yang dikirim di tempat tujuan yang ditentukan. OB biasanya mencakup kewajiban pengirim barang untuk memastikan bahwa barang tersebut sampai ke tempat tujuan yang ditentukan dengan selamat, serta untuk menyediakan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk memproses pengiriman barang tersebut. OB biasanya digunakan dalam kegiatan perdagangan internasional, terutama dalam pengiriman barang melalui laut atau udara. OB biasanya ditetapkan sebagai cara pembayaran dalam Sales Contract atau Proforma Invoice yang mencatat transaksi jual beli tersebut. OB merupakan salah satu cara pembayaran yang umum digunakan dalam kegiatan perdagangan internasional, karena memungkinkan pembeli untuk memastikan bahwa barang yang dikirim sampai ke tempat tujuan yang ditentukan dengan selamat. Namun, OB juga dapat menimbulkan resiko bagi pengirim barang, karena pengirim barang harus memastikan bahwa barang tersebut sampai ke tempat tujuan yang ditentukan dengan selamat.

Outward Processing (OP) adalah sebuah sistem yang digunakan oleh pemerintah untuk mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor barang-barang yang dikirim ke negara lain untuk diproses atau diperbaiki, kemudian dikembalikan ke negara asal untuk dijual. Sistem OP biasanya diterapkan untuk membantu perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor barang-barang ke negara-negara lain dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor tersebut. Untuk memanfaatkan sistem OP, perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor barang-barang ke negara-negara lain harus memenuhi beberapa persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah. Persyaratan-persyaratan tersebut biasanya berhubungan dengan dokumen-dokumen yang harus diserahkan, prosedur-prosedur yang harus diikuti, dan lain-lain. Sistem OP merupakan salah satu cara yang digunakan oleh pemerintah untuk membantu perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor barang-barang ke negara-negara lain dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor tersebut. Sistem OP juga membantu pemerintah dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor barang-barang yang dilakukan di negara tersebut, serta membantu perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor tersebut dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor yang dilakukan di negara tersebut.

Open General Export Licence (OGEL) adalah sebuah lisensi ekspor yang dikeluarkan oleh pemerintah yang mengizinkan perusahaan-perusahaan atau individu-individu untuk mengekspor barang-barang tertentu ke negara-negara tertentu tanpa harus meminta izin atau lisensi ekspor terlebih dahulu. OGEL merupakan salah satu cara yang digunakan oleh pemerintah untuk mempermudah kegiatan ekspor barang-barang tertentu ke negara-negara tertentu. OGEL biasanya dikeluarkan untuk barang-barang yang tidak memiliki risiko keamanan atau risiko strategis yang tinggi. OGEL biasanya juga hanya berlaku untuk barang-barang yang tidak terdaftar dalam daftar barang-barang yang dilarang atau terbatas untuk diekspor. OGEL merupakan salah satu cara yang digunakan oleh pemerintah untuk mempermudah kegiatan ekspor barang-barang tertentu ke negara-negara tertentu. Namun, OGEL tidak berlaku untuk semua barang-barang yang diekspor, dan perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor harus memenuhi beberapa persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Open Top Container adalah jenis kontainer yang tidak memiliki atap, sehingga mudah untuk memuat barang-barang yang terlalu tinggi untuk dimuat ke dalam kontainer standar. Open Top Container biasanya terdiri dari dinding samping yang terbuat dari baja dan rak-rak yang terbuat dari kayu, yang diikat dengan tali atau kawat baja di sepanjang tepinya. Open Top Container biasanya digunakan untuk memuat barang-barang yang terlalu tinggi untuk dimuat ke dalam kontainer standar, seperti mesin-mesin besar, kapal kecil, truk, atau mobil. Open Top Container juga sering digunakan untuk memuat barang-barang yang memerlukan perlindungan khusus terhadap cuaca atau perubahan temperatur, seperti barang-barang yang mudah rusak, kimia, atau makanan. Open Top Container juga dapat digunakan untuk memuat barang-barang yang harus dibongkar melalui atap, seperti barang-barang yang dikirim dengan helikopter atau pesawat terbang.

Open account adalah cara pembayaran di mana pembeli membeli barang dari penjual dengan membayar setelah barang tersebut telah diterima. Penjual mempercayai pembeli untuk membayar setelah barang tersebut diterima, tanpa adanya jaminan pembayaran yang ditetapkan. Ini berbeda dengan cara pembayaran lainnya, seperti cash in advance, atau dengan menggunakan dokumen Letter of Credit, di mana pembayaran harus dilakukan sebelum barang tersebut dikirim.

P

Pemberitahuan Impor Barang (PIB) adalah dokumen yang harus diisi dan diserahkan ke lembaga bea cukai saat seseorang atau perusahaan melakukan impor barang ke dalam suatu negara. PIB merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi sebelum barang tersebut dapat diterima oleh pembeli atau pengguna di negara tujuan. PIB biasanya berisi informasi tentang jenis barang yang diimpor, jumlah barang yang diimpor, harga barang yang diimpor, dan tujuan impor barang tersebut. PIB juga biasanya berisi informasi tentang pembeli atau pengguna barang yang diimpor, serta informasi tentang perusahaan atau individu yang bertanggung jawab atas transaksi impor tersebut. PIB merupakan dokumen yang penting dalam kegiatan impor barang, karena memastikan bahwa barang yang diimpor memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh lembaga bea cukai, seperti persyaratan dokumen, persyaratan pajak, dan persyaratan keamanan. Proses pengisian PIB biasanya dilakukan oleh perusahaan pengiriman barang atau agen perdagangan internasional.

Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) adalah dokumen yang harus diisi dan diserahkan ke lembaga bea cukai saat seseorang atau perusahaan melakukan ekspor barang ke luar negeri. PEB merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi sebelum barang tersebut dapat dikirim ke negara tujuan. PEB biasanya berisi informasi tentang jenis barang yang diekspor, jumlah barang yang diekspor, harga barang yang diekspor, dan tujuan ekspor barang tersebut. PEB juga biasanya berisi informasi tentang pembeli atau pengguna barang yang diekspor, serta informasi tentang perusahaan atau individu yang bertanggung jawab atas transaksi ekspor tersebut. PEB merupakan dokumen yang penting dalam kegiatan ekspor barang, karena memastikan bahwa barang yang diekspor memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh lembaga bea cukai, seperti persyaratan dokumen, persyaratan pajak, dan persyaratan keamanan. Proses pengisian PEB biasanya dilakukan oleh perusahaan pengiriman barang atau agen perdagangan internasional yang bertanggung jawab mengelola transaksi ekspor tersebut.

Proforma Invoice adalah dokumen yang digunakan dalam kegiatan perdagangan internasional untuk menawarkan barang kepada calon pembeli. Proforma Invoice biasanya berisi informasi tentang jenis barang yang dijual, jumlah barang yang dijual, harga barang yang dijual, dan biaya-biaya lain yang terkait dengan transaksi tersebut. Proforma Invoice juga biasanya berisi informasi tentang pembeli dan penjual, serta informasi tentang perusahaan atau individu yang bertanggung jawab atas transaksi tersebut. Proforma Invoice biasanya dibuat oleh perusahaan atau individu yang mengelola transaksi tersebut, dan dikirim kepada calon pembeli untuk menawarkan barang yang akan dijual. Proforma Invoice merupakan dokumen yang penting dalam kegiatan perdagangan internasional, karena mencatat transaksi jual beli antara perusahaan atau individu di negara yang berbeda secara resmi, serta dapat digunakan sebagai bukti pembayaran atau sebagai dokumen yang diperlukan dalam proses pengiriman barang. Namun, proforma invoice bukan merupakan dokumen yang mengikat, karena hanya merupakan tawaran penjual kepada calon pembeli, bukan komitmen untuk melakukan transaksi.

Packing List adalah dokumen yang mencatat daftar barang-barang yang dikemas dan dikirim dalam suatu pengiriman. Packing List biasanya berisi informasi tentang jenis barang yang dikirim, jumlah barang yang dikirim, dan berat barang yang dikirim. Packing List juga biasanya berisi informasi tentang pengirim dan penerima barang, serta informasi tentang perusahaan atau individu yang bertanggung jawab atas pengiriman tersebut. Packing List merupakan dokumen yang penting dalam kegiatan pengiriman barang, karena mencatat secara resmi daftar barang-barang yang dikirim dan membantu dalam proses pemeriksaan dan pengawasan pengiriman barang. Packing List juga dapat digunakan sebagai bukti pengiriman barang atau sebagai dokumen yang diperlukan dalam proses pembayaran atau pengembalian barang. Packing List biasanya dibuat oleh perusahaan atau individu yang mengelola pengiriman tersebut, dan dikirim kepada penerima barang sebagai tanda terima barang yang dikirim.

Payment terms adalah kondisi-kondisi yang mengatur cara pembayaran yang harus dilakukan dalam suatu transaksi jual beli. Payment terms biasanya mencakup informasi tentang jumlah uang yang harus dibayarkan, waktu pembayaran yang ditentukan, dan cara pembayaran yang diizinkan. Payment terms biasanya ditetapkan oleh penjual dan dikomunikasikan kepada pembeli sebelum transaksi jual beli dilakukan. Payment terms biasanya merupakan bagian dari Sales Contract atau Proforma Invoice yang mencatat transaksi jual beli tersebut. Payment terms merupakan faktor yang penting dalam kegiatan perdagangan, karena mempengaruhi keuangan perusahaan atau individu yang terlibat dalam transaksi tersebut. Payment terms yang baik dapat menjamin keberlangsungan keuangan perusahaan atau individu yang terlibat dalam transaksi tersebut, sedangkan payment terms yang buruk dapat menimbulkan masalah keuangan bagi perusahaan atau individu yang terlibat dalam transaksi tersebut.

Perusahaan Forwarder adalah perusahaan yang mengelola pengiriman barang dari satu tempat ke tempat lain, biasanya melalui jalur laut, udara, atau darat. Perusahaan Forwarder biasanya bertindak sebagai perantara antara pengirim barang dan penerima barang, dan menyediakan layanan-layanan seperti pemilihan moda transportasi, perencanaan rute pengiriman, pembuatan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pengiriman barang, dan pembayaran biaya-biaya yang terkait dengan pengiriman barang. Perusahaan Forwarder biasanya bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan transportasi, seperti perusahaan pelayaran, perusahaan penerbangan, dan perusahaan trucking, untuk menyediakan layanan pengiriman barang kepada pelanggannya. Perusahaan Forwarder juga biasanya bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan logistik, yang menyediakan layanan-layanan seperti penyimpanan, pengemasan, dan distribusi barang. Perusahaan Forwarder merupakan salah satu pemain penting dalam kegiatan perdagangan internasional, karena membantu mengelola proses pengiriman barang dari satu negara ke negara lain, serta membantu perusahaan atau individu yang ingin mengirim barang dengan menyediakan layanan-layanan yang diperlukan untuk pengiriman barang tersebut.

Preferential trade adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sebuah sistem perdagangan yang memberikan keuntungan atau preferensi kepada negara-negara tertentu dalam hal tarif bea masuk atau pajak lainnya. Preferential trade bertujuan untuk mendorong perdagangan antar negara dan menciptakan keuntungan bagi negara-negara yang terlibat. Preferential trade biasanya diterapkan melalui perjanjian-perjanjian perdagangan yang dibuat antara negara-negara yang terlibat. Perjanjian-perjanjian tersebut biasanya menetapkan tarif bea masuk yang lebih rendah atau tidak ada sama sekali bagi produk-produk yang diimpor dari negara-negara yang terlibat dalam perjanjian tersebut. Dengan demikian, negara-negara yang terlibat dalam perjanjian tersebut akan memiliki akses yang lebih mudah ke pasar negara lain, serta akan lebih mudah untuk mengekspor produk-produk mereka ke negara lain. Preferential trade merupakan salah satu cara yang digunakan oleh negara-negara untuk mendorong perdagangan antar negara dan menciptakan keuntungan bagi negara-negara yang terlibat. Namun, preferential trade juga dapat menimbulkan masalah bagi negara-negara yang tidak terlibat dalam perjanjian-perjanjian tersebut, karena negara-negara tersebut mungkin akan mengalami kesulitan dalam mengekspor produk-produk mereka ke negara-negara yang terlibat dalam perjanjian tersebut. Oleh karena itu, preferential trade sering dianggap sebagai salah satu sumber masalah dalam perdagangan internasional.

Phytosanitary Certificate adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh lembaga resmi (misalnya, Departemen Pertanian atau lembaga serupa) yang memberikan jaminan bahwa suatu produk pertanian (misalnya, biji-bijian, buah-buahan, atau tanaman) telah ditanam, dikirim, dan diterima dengan memenuhi standar-standar sanitasi yang telah ditetapkan. Phytosanitary Certificate biasanya diberikan untuk produk pertanian yang dianggap memiliki potensi menyebarluaskan hama atau penyakit ke tanaman lain, sehingga harus dikontrol secara ketat. Phytosanitary Certificate biasanya dibutuhkan dalam kegiatan ekspor-impor produk pertanian, untuk memenuhi persyaratan sanitasi yang berlaku di negara tujuan. Phytosanitary Certificate juga sering dibutuhkan untuk membuktikan bahwa produk pertanian yang diangkut tidak mengandung hama atau penyakit yang dapat merugikan industri pertanian di negara tujuan.

Place of delivery adalah tempat di mana barang akan diserahkan kepada pembeli atau penerima barang yang telah ditentukan dalam kontrak jual beli. Tempat ini bisa berupa sebuah gudang, pelabuhan, atau tempat lain yang telah disepakati oleh pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi.

Place of receipt adalah tempat di mana barang diterima oleh pengangkut atau perusahaan logistik dari pihak yang mengirimkan barang tersebut. Place of receipt biasanya merujuk pada tempat di mana barang diangkut dari gudang atau tempat penyimpanan ke kendaraan atau kapal yang akan membawanya ke tujuan akhir. Place of receipt bisa juga merujuk pada tempat di mana barang diterima oleh importir atau eksportir dari pihak yang mengirimkannya.

Port of Loading adalah pelabuhan atau tempat di mana kontainer atau barang dikirim atau dimuat ke dalam kapal. Ini sering merujuk pada tempat di mana kontainer atau barang dikemas atau dimuat ke dalam kapal untuk diangkut ke tempat tujuan. Pelabuhan muat dapat berupa pelabuhan laut atau pelabuhan udara, tergantung pada cara barang tersebut dikirim.

Port of Discharge adalah pelabuhan di mana kapal akan mengosongkan muatannya. Ini merupakan salah satu elemen penting dalam kontrak pengangkutan karena menentukan di mana pembeli harus mengambil barang yang telah dibeli. Port of Discharge juga dapat menjadi faktor penting dalam perhitungan biaya pengiriman, karena biaya transportasi dari pelabuhan ke tujuan akhir dapat bervariasi tergantung pada lokasi pelabuhan tersebut.

Purchase order (PO) adalah dokumen yang dikeluarkan oleh pembeli yang berisi perintah untuk membeli barang atau jasa dari pihak penjual. Purchase order biasanya berisi informasi mengenai jumlah barang yang dibeli, harga, waktu pengiriman, dan kondisi pembayaran. Purchase order sering digunakan dalam transaksi bisnis untuk memastikan bahwa pembeli dan penjual memahami kondisi-kondisi yang terkait dengan pembelian tersebut.

Q

Quarantine letter adalah surat yang dikeluarkan oleh badan pemerintah yang bertanggung jawab atas pengawasan kesehatan hewan, tumbuhan, dan produk lainnya yang masuk atau akan dikirim ke negara tersebut. Surat ini memberi tahu pihak yang terkait bahwa barang tersebut harus diisolasi atau ditahan sementara sampai memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh pemerintah. Quarantine letter biasanya digunakan dalam konteks impor untuk memastikan bahwa barang yang masuk ke negara tidak membawa penyakit atau hama yang dapat merugikan ekosistem negara tersebut.

R

Returned Goods Relief (RGR) adalah sebuah kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Inggris yang memberikan kelonggaran pajak atau bea masuk bagi barang-barang yang dikembalikan ke Inggris setelah sebelumnya telah dikexpor ke negara lain. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor barang-barang ke negara lain, serta untuk mendorong kegiatan ekspor di Inggris. Untuk mendapatkan RGR, perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor barang-barang ke negara lain harus memenuhi beberapa persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah Inggris. Misalnya, barang-barang yang dikembalikan ke Inggris harus telah dikexpor dari Inggris dalam jangka waktu tidak lebih dari 3 tahun, dan barang-barang tersebut harus telah dibayar bea masuk ketika masuk ke Inggris pertama kali. RGR merupakan salah satu cara yang digunakan oleh pemerintah Inggris untuk mendorong kegiatan ekspor di Inggris, serta memberikan kemudahan bagi perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor barang-barang ke negara lain. RGR juga membantu pemerintah Inggris dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor barang-barang yang dilakukan di Inggris, serta membantu perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor tersebut dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor yang dilakukan di Inggris.

Registered Exporter Scheme (REX) adalah sebuah program yang diterapkan oleh pemerintah Inggris yang memberikan kelonggaran pajak atau bea masuk bagi barang-barang yang diekspor ke negara-negara di Uni Eropa. Program ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor barang-barang ke negara-negara di Uni Eropa, serta untuk mendorong kegiatan ekspor di Inggris. Untuk mendapatkan kelonggaran pajak atau bea masuk melalui REX, perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor barang-barang ke negara-negara di Uni Eropa harus terdaftar sebagai exporter terdaftar (Registered Exporter) di program REX. Terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang ingin terdaftar sebagai exporter terdaftar di program REX, termasuk persyaratan mengenai dokumen-dokumen yang harus diserahkan dan prosedur-prosedur yang harus diikuti. REX merupakan salah satu cara yang digunakan oleh pemerintah Inggris untuk mendorong kegiatan ekspor di Inggris, serta memberikan kemudahan bagi perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor barang-barang ke negara-negara di Uni Eropa. REX juga membantu pemerintah Inggris dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor barang-barang yang dilakukan di Inggris, serta membantu perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor tersebut dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor yang dilakukan di Inggris.

Reefer Container adalah jenis container yang digunakan untuk mengangkut barang-barang yang membutuhkan temperatur yang terkontrol selama pengangkutan, seperti buah-buahan, sayuran, daging, atau produk-produk farmasi. Reefer Container terbuat dari besi atau baja, dan dilengkapi dengan sistem pendingin yang memungkinkan untuk mengatur suhu di dalam container. Ukuran Reefer Container biasanya sama dengan Dry Container, yaitu 20 kaki (6 meter) hingga 53 kaki (16 meter). Reefer Container juga dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis berdasarkan temperatur yang diinginkan, seperti container pendingin, container es, atau container beku.

S

Surat Registrasi Pabean (SRP) adalah dokumen yang dikeluarkan oleh lembaga bea cukai untuk mengidentifikasi barang yang diimpor atau diekspor ke atau dari suatu negara. SRP biasanya diperlukan untuk melakukan transaksi ekspor atau impor barang ke atau dari negara tersebut, dan merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi sebelum barang tersebut dapat dikirim atau diterima. SRP biasanya berisi informasi tentang jenis barang yang diimpor atau diekspor, jumlah barang yang diimpor atau diekspor, harga barang yang diimpor atau diekspor, dan biaya-biaya lain yang terkait dengan transaksi tersebut. SRP juga biasanya berisi informasi tentang pembeli atau penjual barang yang diimpor atau diekspor, serta informasi tentang perusahaan atau individu yang bertanggung jawab atas transaksi tersebut. SRP merupakan dokumen yang penting dalam kegiatan ekspor dan impor barang, karena memastikan bahwa barang yang diimpor atau diekspor memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh lembaga bea cukai, seperti persyaratan dokumen, persyaratan pajak, dan persyaratan keamanan. SRP juga dapat digunakan sebagai bukti keberlangsungan transaksi ekspor atau impor tersebut.

Sales Contract adalah dokumen yang mencatat kesepakatan jual beli antara penjual dan pembeli. Sales Contract biasanya berisi informasi tentang jenis barang yang dijual, jumlah barang yang dijual, harga barang yang dijual, dan biaya-biaya lain yang terkait dengan transaksi tersebut. Sales Contract juga biasanya berisi informasi tentang pembeli dan penjual, serta informasi tentang perusahaan atau individu yang bertanggung jawab atas transaksi tersebut. Sales Contract merupakan dokumen yang penting dalam kegiatan perdagangan, karena mencatat secara resmi kesepakatan jual beli antara penjual dan pembeli. Sales Contract juga dapat digunakan sebagai bukti pembayaran atau sebagai dokumen yang diperlukan dalam proses pengiriman barang. Sales Contract biasanya dibuat oleh perusahaan atau individu yang mengelola transaksi tersebut, dan ditandatangani oleh kedua belah pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut sebagai tanda penerimaan dan pengakuan atas kesepakatan jual beli yang telah dibuat.

Strategic Export Control List (Daftar Pengendalian Ekspor Strategis) adalah sebuah daftar yang diterbitkan oleh pemerintah Inggris yang mencakup barang-barang yang terkait dengan keamanan nasional, keamanan internasional, atau kepentingan lainnya yang dianggap penting oleh pemerintah Inggris. Daftar ini biasanya mencakup barang-barang yang memiliki nilai strategis tinggi, seperti senjata api, senjata kimia, senjata biologis, sistem pertahanan, dan barang-barang lain yang memiliki kemampuan untuk mengancam keamanan nasional atau keamanan internasional. Strategic Export Control List biasanya diperbaharui secara berkala oleh pemerintah Inggris untuk memperhatikan perubahan-perubahan dalam kebijakan pengendalian ekspor yang diterapkan oleh pemerintah Inggris, serta untuk menyesuaikan dengan perubahan-perubahan dalam kebijakan pengendalian ekspor yang diterapkan oleh negara-negara lain. Daftar ini biasanya diakses secara publik melalui situs web resmi pemerintah Inggris, dan dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor di Inggris sebagai acuan dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor yang dilakukan di Inggris. Strategic Export Control List merupakan salah satu mekanisme yang digunakan oleh pemerintah Inggris untuk mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor barang-barang yang dilakukan di Inggris, serta memastikan bahwa peraturan-peraturan yang berlaku di Inggris terkait dengan ekspor barang-barang terpenuhi. Daftar ini juga membantu pemerintah Inggris dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor barang-barang yang dilakukan di Inggris, serta membantu perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor tersebut dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor yang dilakukan di Inggris.

Standard Individual Export Licence (SIEL) adalah sebuah izin ekspor yang diterbitkan oleh pemerintah Inggris kepada perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang ingin mengekspor barang-barang tertentu ke luar negeri. Izin ini biasanya diberikan oleh pemerintah Inggris kepada perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang telah terdaftar dan memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah Inggris terkait dengan kegiatan ekspor. Standard Individual Export Licence biasanya diberikan oleh pemerintah Inggris untuk jangka waktu tertentu, dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau individu yang bersangkutan. Izin ini biasanya hanya diberikan untuk barang-barang yang tidak tercantum dalam daftar pengendalian ekspor strategis yang diterbitkan oleh pemerintah Inggris, atau untuk barang-barang yang tidak dianggap memiliki nilai strategis tinggi. Standard Individual Export Licence merupakan salah satu mekanisme yang digunakan oleh pemerintah Inggris untuk mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor barang-barang yang dilakukan di Inggris, serta memastikan bahwa peraturan-peraturan yang berlaku di Inggris terkait dengan ekspor barang-barang terpenuhi. Izin ini juga membantu pemerintah Inggris dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor barang-barang yang dilakukan di Inggris, serta membantu perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor tersebut dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor yang dilakukan di Inggris.

Standard rate VAT (Value Added Tax atau Pajak Pertambahan Nilai) adalah sebuah pajak yang dikenakan oleh pemerintah atas barang-barang dan jasa-jasa yang dijual di dalam negeri. Standard rate VAT biasanya dikenakan dengan tarif sebesar 20% dari harga jual barang atau jasa yang bersangkutan. Standard rate VAT merupakan salah satu sumber pendapatan utama bagi pemerintah, dan biasanya dikenakan secara universal pada seluruh barang dan jasa yang dijual di dalam negeri, kecuali untuk barang dan jasa yang tercantum dalam daftar barang dan jasa yang dikecualikan atau dikenakan tarif rendah. Standard rate VAT diterapkan secara luas di banyak negara di dunia, termasuk di Inggris. Standard rate VAT diterapkan dengan sistem self-assessment, dimana perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang menjual barang atau jasa diwajibkan untuk menghitung dan membayar pajak sesuai dengan tarif yang ditetapkan secara resmi oleh pemerintah. Pemerintah biasanya mengeluarkan panduan dan petunjuk yang membantu perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa dalam menghitung dan membayar pajak yang terutang.

Simplified Declarations Procedure (SDP) adalah sebuah prosedur yang diterapkan oleh pemerintah Inggris untuk mempermudah proses pengajuan dan pengesahan dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam kegiatan ekspor atau impor barang-barang ke dan dari Inggris. Prosedur ini biasanya diterapkan untuk ekspor atau impor barang-barang yang tidak tercantum dalam daftar pengendalian ekspor strategis yang diterbitkan oleh pemerintah Inggris, atau untuk barang-barang yang tidak dianggap memiliki nilai strategis tinggi. Simplified Declarations Procedure biasanya memungkinkan perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor atau impor barang-barang ke atau dari Inggris untuk mengajukan dokumen-dokumen yang dibutuhkan secara online, serta mempercepat proses pengesahan dokumen-dokumen tersebut oleh pemerintah Inggris. Prosedur ini biasanya membantu perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor atau impor barang-barang ke atau dari Inggris dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor atau impor yang dilakukan di Inggris. Simplified Declarations Procedure merupakan salah satu mekanisme yang digunakan oleh pemerintah Inggris untuk mempermudah dan mempercepat proses pengajuan dan pengesahan dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam kegiatan ekspor atau impor barang-barang ke atau dari Inggris, serta membantu perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor atau impor tersebut dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor atau impor yang dilakukan di Inggris.

Single Administrative Document (SAD), juga dikenal sebagai C88, adalah sebuah dokumen yang digunakan oleh pemerintah Inggris untuk mencatat dan mengontrol kegiatan ekspor atau impor barang-barang ke atau dari Inggris. SAD biasanya digunakan untuk mencatat informasi-informasi yang diperlukan oleh pemerintah Inggris terkait dengan kegiatan ekspor atau impor barang-barang ke atau dari Inggris, termasuk informasi mengenai barang-barang yang dikexpor atau diimpor, pengiriman barang, dan pembayaran pajak. SAD biasanya diisi oleh perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor atau impor barang-barang ke atau dari Inggris, dan kemudian dikirim kepada pemerintah Inggris untuk diverifikasi dan disetujui. Setelah SAD disetujui oleh pemerintah Inggris, dokumen tersebut biasanya digunakan sebagai bukti kepemilikan atas barang-barang yang dikexpor atau diimpor, serta sebagai dasar untuk pembayaran pajak yang terutang. SAD merupakan salah satu mekanisme yang digunakan oleh pemerintah Inggris untuk mencatat dan mengontrol kegiatan ekspor atau impor barang-barang ke atau dari Inggris, serta memastikan bahwa peraturan-peraturan yang berlaku di Inggris terkait dengan ekspor atau impor barang-barang terpenuhi. SAD juga membantu pemerintah Inggris dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor atau impor barang-barang yang dilakukan di Inggris, serta membantu perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor atau impor tersebut dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor atau impor yang dilakukan di Inggris.

Safety and security declaration (deklarasi keamanan dan keselamatan) adalah sebuah dokumen yang biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor atau impor barang-barang ke atau dari Inggris untuk menyatakan bahwa barang-barang yang dikexpor atau diimpor tidak memiliki potensi bahaya bagi keselamatan atau keamanan di Inggris. Safety and security declaration biasanya mencakup informasi-informasi mengenai barang-barang yang dikexpor atau diimpor, termasuk informasi mengenai komposisi barang, kegunaan barang, dan cara penanganan barang. Dokumen ini biasanya diisi oleh perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor atau impor barang-barang ke atau dari Inggris, dan kemudian dikirim kepada pemerintah Inggris untuk diverifikasi dan disetujui. Safety and security declaration merupakan salah satu mekanisme yang digunakan oleh pemerintah Inggris untuk memastikan bahwa barang-barang yang dikexpor atau diimpor ke atau dari Inggris tidak memiliki potensi bahaya bagi keselamatan atau keamanan di Inggris. Safety and security declaration juga membantu pemerintah Inggris dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor atau impor barang-barang yang dilakukan di Inggris, serta membantu perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang terlibat dalam kegiatan ekspor atau impor tersebut dalam mengelola dan mengontrol kegiatan ekspor atau impor yang dilakukan di Inggris.

Surveyor adalah seseorang yang bertugas melakukan pengukuran, pemetaan, dan penilaian terhadap suatu wilayah, bangunan, atau objek lainnya. Surveyor juga sering disebut sebagai orang yang melakukan survei. Surveyor biasanya memiliki keahlian dan pengetahuan yang mendalam tentang cara-cara melakukan pengukuran dan pemetaan yang akurat, serta dapat memberikan penilaian yang tepat terhadap suatu objek atau wilayah yang diukur atau dipetakan. Surveyor juga harus memahami dan dapat mengaplikasikan berbagai prinsip-prinsip matematika dan geometri dalam melakukan pekerjaannya. Surveyor dapat bekerja di berbagai bidang, seperti bidang kehutanan, pertambangan, konstruksi, dan lain-lain. Surveyor juga dapat bekerja sebagai konsultan, memberikan jasa survey dan pemetaan kepada perusahaan-perusahaan atau individu yang membutuhkannya.

Shipping company adalah perusahaan yang bertanggung jawab terhadap kegiatan-kegiatan pengiriman barang-barang melalui jalur laut atau udara. Shipping company biasanya menyediakan jasa pengiriman barang-barang dengan menggunakan kapal-kapal yang dimilikinya, atau dengan menyewa kapal-kapal milik perusahaan lain. Shipping company juga sering menyediakan jasa-jasa lain yang terkait dengan kegiatan pengiriman barang-barang, seperti penyediaan tempat penyimpanan barang (warehouse), pengurusan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pengiriman barang (seperti surat jalan, surat kuasa, dan lain-lain), serta pengurusan kepabeanan (customs). Shipping company juga sering memberikan jasa-jasa pengiriman barang dengan menggunakan kendaraan-kendaraan lain, seperti truk, kereta api, atau pesawat terbang, tergantung pada kebutuhan dan keinginan klien. Shipping company biasanya memiliki jaringan pengiriman yang luas, yang tersebar di berbagai negara dan wilayah, sehingga dapat membantu klien dalam mengirim barang-barang ke berbagai tempat tujuan.

Shipping Instruction (SI) adalah sebuah dokumen yang dibuat oleh pengirim atau eksportir yang memberikan instruksi kepada pihak pengangkut (misalnya, perusahaan pelayaran atau maskapai penerbangan) tentang bagaimana barang yang akan diangkut harus diperlakukan. SI biasanya mencakup informasi seperti jenis barang yang akan diangkut, jumlah barang, berat barang, nilai barang, tanggal pengiriman, tujuan pengiriman, dan informasi-informasi lain yang dianggap penting untuk memastikan kelancaran proses pengangkutan. SI juga biasanya mencakup instruksi tentang bagaimana barang tersebut harus diakui dan diperlakukan di negara tujuan (misalnya, apakah barang tersebut harus diberikan kepada konsignee, atau harus disimpan di gudang yang ditunjuk oleh pengirim). SI merupakan dokumen yang penting dalam kegiatan ekspor-impor, karena mengatur proses pengangkutan barang dari satu tempat ke tempat lain, serta memberikan informasi yang diperlukan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam proses tersebut.

Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah standar teknis yang dikeluarkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) yang merupakan lembaga pemerintah Indonesia yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan standar teknis di Indonesia. SNI dikeluarkan untuk menetapkan spesifikasi teknis dan kriteria yang harus dipenuhi oleh produk-produk yang diproduksi di Indonesia. SNI merupakan standar teknis yang diakui secara nasional dan sering digunakan sebagai patokan dalam perdagangan di dalam negeri. SNI juga sering digunakan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia sebagai acuan dalam proses produksi dan pengendalian kualitas produk. BSN merupakan lembaga pemerintah yang terdiri dari perwakilan dari pemerintah, perusahaan, kamar dagang, asosiasi industri, dan organisasi profesi di Indonesia. BSN bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga-lembaga internasional lainnya untuk mengeluarkan SNI dan mempromosikan penggunaan SNI di tingkat nasional.

T

Terms of trade adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi perdagangan antara dua negara atau dua kelompok negara. Terms of trade biasanya mencakup informasi tentang harga barang-barang yang dijual atau dibeli, serta kondisi-kondisi lain yang terkait dengan transaksi tersebut, seperti pembayaran, pengiriman, dan tanggung jawab atas barang yang dijual atau dibeli. Terms of trade dapat ditetapkan secara bilaterali atau multilateral, tergantung pada jumlah negara yang terlibat dalam transaksi tersebut. Terms of trade juga dapat ditetapkan secara formal atau tidak formal, tergantung pada cara transaksi tersebut dilakukan. Terms of trade merupakan faktor yang penting dalam kegiatan perdagangan internasional, karena mempengaruhi harga barang-barang yang dijual atau dibeli, serta kondisi-kondisi lain yang terkait dengan transaksi tersebut. Kondisi perdagangan yang baik dapat menguntungkan negara atau kelompok negara yang terlibat dalam transaksi tersebut, sedangkan kondisi perdagangan yang buruk dapat merugikan negara atau kelompok negara yang terlibat dalam transaksi tersebut.

Trademark (tanda dagang) adalah sebuah tanda atau simbol yang digunakan oleh seorang atau sebuah perusahaan untuk mengidentifikasi produk-produk atau jasa-jasa yang ditawarkannya kepada konsumen. Trademark biasanya merupakan sebuah tanda atau simbol yang terdiri dari huruf, angka, atau kombinasi keduanya, yang ditambah dengan simbol-simbol lain seperti garis, titik, atau tanda-tanda lain yang bertujuan untuk membedakan produk-produk atau jasa-jasa tersebut dari produk-produk atau jasa-jasa lain yang ditawarkan oleh perusahaan lain. Trademark biasanya diperoleh oleh seorang atau sebuah perusahaan melalui proses pendaftaran yang dilakukan di otoritas yang berwenang, seperti otoritas kepemilikan intelektual atau otoritas pemerintah yang bertanggung jawab terkait dengan kepemilikan intelektual. Proses pendaftaran trademark biasanya dilakukan dengan mengajukan permohonan kepada otoritas yang berwenang, serta menyertakan dokumen-dokumen yang diperlukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Trademark merupakan salah satu mekanisme yang digunakan oleh seorang atau sebuah perusahaan untuk melindungi hak kepemilikan intelektual yang dimilikinya, serta untuk membedakan produk-produk atau jasa-jasa yang ditawarkannya dari produk-produk atau jasa-jasa lain yang ditawarkan oleh perusahaan lain. Trademark juga membantu seorang atau sebuah perusahaan dalam mempromosikan produk-produk atau jasa-jasa yang ditawarkannya kepada konsumen, serta dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk membangun citra perusahaan di mata konsumen.

Telegraphic Transfer (T/T) adalah metode pembayaran yang menggunakan jasa pengiriman uang melalui wire transfer atau telegrafis. Pembayaran T/T biasanya dilakukan antara bank satu dengan bank lainnya, dan dapat digunakan untuk pembayaran internasional atau domestik. Pembayaran T/T biasanya dilakukan dengan mengirimkan surat perintah pembayaran dari bank pengirim ke bank penerima, yang kemudian akan menyelesaikan transaksi pembayaran tersebut. Pembayaran T/T bisa digunakan untuk berbagai macam transaksi, termasuk pembayaran barang atau jasa, transfer uang antar negara, dan pembayaran utang. Salah satu keuntungan menggunakan T/T adalah bahwa pembayaran dapat dilakukan dengan cepat dan aman, karena tidak perlu mengirimkan uang secara fisik dari satu tempat ke tempat lain. Namun, biaya untuk menggunakan T/T biasanya cukup tinggi, terutama untuk pembayaran internasional.

TradeMap adalah salah satu situs web yang menyediakan data perdagangan internasional. Situs ini dikelola oleh Organisasi Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) yang merupakan badan dibawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). TradeMap menyediakan data statistik perdagangan internasional yang terperinci, termasuk informasi tentang ekspor, impor, dan saldo perdagangan suatu negara dengan negara lain, serta data tentang produk yang diperdagangkan, termasuk HS Code (Kode Harmonisasi Sistem). Data yang disediakan oleh TradeMap berguna bagi para pengambil keputusan bisnis yang ingin mengetahui trend perdagangan suatu negara, serta bagi pemerintah dan lembaga internasional yang ingin memahami dinamika perdagangan suatu negara dan mengembangkan strategi untuk mempromosikan perdagangan yang sehat.

Twenty feet Equivalent Unit (TEU) adalah satuan standar untuk mengukur kapasitas kontainer pada kapal. Satu TEU sama dengan satu kontainer dengan panjang 20 kaki (6,1 meter). Kapasitas kontainer dari sebuah kapal dapat dinyatakan dalam jumlah TEU yang dapat ditampung oleh kapal tersebut. Misalnya, jika sebuah kapal dapat menampung 5.000 kontainer dengan panjang 20 kaki, maka kapasitas kontainer kapal tersebut dapat dinyatakan sebagai 5.000 TEU.

U

Undername adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kegiatan pengiriman barang di mana perusahaan atau individu yang mengelola pengiriman barang tidak disebutkan secara eksplisit sebagai pengirim atau penerima barang. Undername biasanya digunakan untuk menyembunyikan identitas perusahaan atau individu yang terlibat dalam pengiriman barang, atau untuk mempermudah proses pengiriman barang. Undername biasanya digunakan dalam kegiatan perdagangan internasional, terutama dalam pengiriman barang melalui laut. Undername biasanya dilakukan oleh perusahaan atau individu yang mengelola pengiriman barang, yang disebut sebagai undername. Undername dapat mengelola pengiriman barang dengan menggunakan nama perusahaan atau individu lain sebagai pengirim atau penerima barang, atau dengan menggunakan nama perusahaan atau individu lain sebagai penanggung jawab atas pengiriman barang. Undername merupakan kegiatan yang tidak legal dalam beberapa negara, karena dapat digunakan untuk melakukan kecurangan atau kejahatan lainnya. Namun, undername juga dapat digunakan secara sah dalam kegiatan perdagangan internasional, tergantung pada regulasi dan peraturan yang berlaku di negara yang terlibat dalam pengiriman barang tersebut.

UK Trade Tariff adalah seperangkat peraturan yang diterapkan oleh pemerintah Inggris untuk mengatur kegiatan perdagangan barang-barang yang dilakukan dengan negara-negara lain. UK Trade Tariff biasanya mencakup informasi terkait dengan tarif pajak yang dikenakan pada barang-barang yang diimpor atau diekspor ke atau dari Inggris, serta informasi terkait dengan peraturan-peraturan yang harus diikuti oleh perusahaan atau individu yang terlibat dalam kegiatan perdagangan tersebut. UK Trade Tariff biasanya diterbitkan oleh pemerintah Inggris setiap tahun, dan dapat diakses secara publik melalui situs web resmi pemerintah Inggris. UK Trade Tariff biasanya diperbaharui secara berkala untuk memperhatikan perubahan-perubahan dalam kebijakan perdagangan yang diterapkan oleh pemerintah Inggris, serta untuk menyesuaikan dengan perubahan-perubahan dalam kebijakan perdagangan yang diterapkan oleh negara-negara lain. UK Trade Tariff merupakan salah satu mekanisme yang digunakan oleh pemerintah Inggris untuk mengelola dan mengontrol kegiatan perdagangan barang-barang yang dilakukan dengan negara-negara lain, serta memastikan bahwa peraturan-peraturan perdagangan yang berlaku di Inggris terpenuhi. UK Trade Tariff juga membantu pemerintah Inggris dalam menentukan tarif pajak yang dikenakan pada barang-barang yang diimpor atau diekspor ke atau dari Inggris, serta membantu perusahaan atau individu yang terlibat dalam kegiatan perdagangan tersebut dalam mengelola dan mengontrol kegiatan perdagangan yang dilakukan di Inggris.

V

Value Added Tax (VAT) adalah pajak yang dikenakan pada setiap tahap penjualan barang atau jasa. VAT biasanya dikenakan pada harga jual akhir, yang merupakan harga yang dibayar oleh konsumen akhir. VAT biasanya dikenakan pada sejumlah barang dan jasa yang dijual di suatu negara, dengan tarif yang berbeda-beda tergantung pada jenis barang atau jasa yang dijual. VAT merupakan salah satu sumber pendapatan utama bagi pemerintah suatu negara, dan biasanya dianggap sebagai salah satu cara yang adil untuk mengumpulkan pajak karena memungkinkan pemerintah mengumpulkan pajak dari seluruh tahap penjualan barang atau jasa. Namun, VAT juga dapat menimbulkan beban tambahan bagi perusahaan atau individu yang terlibat dalam kegiatan perdagangan, terutama jika terdapat kesalahan dalam pengelolaan pembayaran VAT.

Veterinary certificate adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh dokter hewan atau instansi pemerintah yang berwenang yang menyatakan bahwa hewan tertentu telah lulus dalam pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh dokter hewan. Veterinary certificate biasanya diperlukan saat hewan tersebut akan diimpor atau diekspor ke negara lain, atau saat hewan tersebut akan digunakan untuk keperluan tertentu, seperti kegiatan olahraga atau pertunjukan. Veterinary certificate biasanya mencakup informasi mengenai hasil pemeriksaan kesehatan hewan, seperti apakah hewan tersebut sehat atau mengalami penyakit tertentu, serta informasi mengenai vaksinasi yang telah diberikan kepada hewan tersebut. Dokumen ini diperlukan untuk memenuhi persyaratan yang berlaku bagi hewan yang akan diimpor atau diekspor ke negara lain atau yang akan digunakan untuk keperluan tertentu. Veterinary certificate juga dapat berisi informasi mengenai perawatan hewan dan pengobatan yang telah dilakukan, jika diperlukan.

W

World Customs Organization (WCO) adalah sebuah organisasi internasional yang didirikan untuk meningkatkan kerja sama di antara negara-negara dalam bidang kepabeanan dan perdagangan internasional. WCO didirikan pada tahun 1952 dengan nama Customs Co-operation Council (CCC), dan kemudian berganti nama menjadi WCO pada tahun 1994. WCO merupakan salah satu organisasi internasional terbesar yang terlibat dalam bidang perdagangan internasional, dengan anggota yang terdiri dari lebih dari 200 negara. WCO bertujuan untuk meningkatkan kerja sama di antara negara-negara anggota dalam bidang kepabeanan dan perdagangan internasional, serta untuk mengembangkan standar dan prosedur yang dapat digunakan oleh negara-negara anggota dalam mengelola kegiatan perdagangan tersebut. WCO juga terlibat dalam berbagai kegiatan lain yang terkait dengan perdagangan internasional, seperti pengembangan sistem-sistem kepabeanan yang lebih efisien, peningkatan keamanan perdagangan internasional, dan pengembangan standar-standar yang dapat digunakan oleh negara-negara anggota dalam mengelola kegiatan perdagangan tersebut.

Jika kamu menemukan ada istilah ekspor impor di atas, ada yang kurang, atau perlu dikoreksi, atau ditambah.
Silahkan sampaikan ke kami melalui Forum Situstarget. Kami akan memperbarui istilah di atas secara rutin.

Mohon bantu sebarkan artikel di atas jika bermanfaat ya, berikut ini beberapa istilah lain yang bisa kamu pelajari:

Pin It on Pinterest

Gabung Bersama +30.000 Pembaca Kami!

Daftarkan email anda untuk mendapatkan artikel terbaru dari Situstarget.com.

Proses pendaftaran hampir selesai, mohon cek email Anda dan Klik tombol konfirmasi.