Tingkatkan Keamanan WordPress dengan 7G Firewall

Situs WordPress yang telah kamu rilis ke publik dapat diakses oleh siapapun.

Mulai dari pembaca yang orang beneran, bot mesin pencari, spammer, bahkan hacker.

Oleh karenya kamu membutuhkan proteksi ekstra untuk situs WordPress.

Salah satunya yaitu menggunakan 7G Firewall.

Apa itu 7G Firewall?

7G Firewall adalah sebuah skrip yang bisa kamu sematkan pada file .htaccess, yang berfungsi sebagai proteksi ditingkat server untuk melindungi WordPress dari serangan hacking, bot, dan spam.

Ukuran dari 7G sendiri hanya 12KB, bersifat open source dan 100% gratis.

Kamu bisa mengunduh skripnya pada situs developernya di perishablepress.

7G ini bisa melindungi kamu dari serangan hacking namun perlu diingat dua hal berikut.

Pertama, tidak ada sistem yang 100% aman.

Kedua, kamu juga memerlukan layanan seperti WAF dan semisal untuk jenis serangan DDOS atau hacking yang masif.

Apa Itu File .Htaccess?

File .htaccess adalah file konfigurasi untuk web server Apache.

Kamu bisa membuat dan mengedit file .htaccess menggunakan text editor.

Saat server Apache memuat folder website.

Apache akan terlebih dahulu menditeksi dan mengeksekusi file .htaccess.

File .htaccess dapat kamu gunakan untuk memodifikasi konfigurasi server apache, menonaktifkan dan mengaktifkan fungsi dan fitur, termasuk melakukan pemblokiran pengunjung website berdasarkan alamat IP.

Salah satu keunggulan menggunakan .htaccess adalah Apache menjalankan .htaccess sebelum memuat situs web.

Syarat menggunakan 7G ada tiga, yaitu kamu menggunakan server Apache, mod_rewrite diaktifkan, dan akses ke .htacess atau konfigurasi.

Dengan 7G Firewall situs WordPress kamu terlindungi dari serangan hacking berikut:

  • Directory Traversal
  • HTTP Response Splitting
  • (XSS) Cross-Site Scripting
  • Cache Poisoning
  • Dual-Header Exploits
  • SQL/PHP/Code Injection
  • File Injection/Inclusion
  • Null Byte Injection
  • WordPress exploits such as revslider, timthumb, fckeditor, et al
  • Exploits such as c99shell, phpshell, remoteview, site copier, et al
  • PHP information exposed

Cara Menggunakan 7G Firewall

Pertama, kamu perlu melakukan backup terlebih dahulu pada file .htaccess kamu saat ini.

Kedua, lakukan copy dan paste kode 7G Firewall pada root .htaccess.

Simpan dan upload ke server, lakukan pengetesan apakah ada sesuatu yang tidak kompatibel.

Selain dengan cara di atas, kamu juga bisa menggunakan 7G Firewall dengan bantuan plugin.

Plugin tersebut bernama BBQ Firewall atau Block Bad Queries Firewall.

Harga untuk versi premiumnya juga terbilang murah dan ada pilihan lifetime.

Subscribe via Email
Dapatkan akses ekslusif untuk tips, panduan, artikel, dan banyak lagi.
Robi Erwin Setiawan

Robi Erwin Setiawan adalah Ex-Bliblioneers dan Founder dari Situstarget.com, saat ini sedang mengembangkan tools SEO online gratis untuk semua orang yang dapat kamu akses di tools.situstarget.com.

Artikel Terbaru

5 Cara Menambah View Video dengan SEO YouTube

Apa saja faktor ranking YouTube dan bagaimana cara optimasi SEO YouTube? Berikut penjelasan lengkapnya mengenai…

4 Cara Membuat Redirect URL Di WordPress

Pada artikel berikut ini, kami akan memberitahukan cara membuat redirect URL di WordPress dengan .htaccess…

Cara Membuat Custom URL Login WordPress

Faktor keamanan menjadi salah satu alasan mengapa kamu perlu membuat custom URL login WordPress, agar…

Kena Covid Untuk Kedua Kali Dan Dapat Chat Dari Kemenkes RI

Program bantuan dari Kemenkes RI ini sangat membantu sekali, terutama bagi mereka yang terkena Covid…

2 Cara Mudah Update Forum Discourse

Forum Discourse sendiri harus di update minimal dua kali dalam sebulan. Kamu bisa melakukan update…

3 Cara Download Video Di Facebook Tanpa Instal Aplikasi

Download video di Facebook bisa kamu lakukan dengan cepat tanpa perlu instalasi aplikasi apapun di…